Abutholib,RA

Beberapa Dalil tentang keimanan Abu Thalib dan tanggapan para Ulama dan Ahli Riwayat.

Persoalan Abu Thalib sengaja kami kuak selebar mungkin , untuk melihat lebih kedalam lagi dalam rangka mengatasi suara sumbang dari fihak yang sampai sekarang MENGKAFIR – KAFIRKAN pamanda Rasulullah Muhammad saw.

Abu Thalib- seorang yang sudah berjasa besar bagi Islam dan kaum Muslimin. Mereka mengetengahkan beberapa buah Hadits mengenai persoalan Abu Thalib – terlepas apakah Hadits –hadits yang mereka kemukakan itu , Hadits Shahih atau Hadits Maudlu ‘ – tetapi mereka tidak mengetengahkan semua Hadits yang berkaitan dengan ABU Thalib. Disini , kami akan mengetengahkan beberapa Hadits yang lain dan beberapa riwayat pendukung , tanggapan dari para Ulama , mengenai persoalanAbu Thalib , yang menunjukan pada ke Imanan paman Rasulullah saw.

Ibnu Sa’ad , dalam –Thabaqat – Kubra , Jilid, I halaman , 105. Mengetengahkan sebuahHadits berasal dari ‘Ubaidillah bin Rafi’ yang menerimanya langsung dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu . Imam ‘Ali r.a. berkata: “ WafatnyaAbu Thalib kuberitahukan kepada Rasulullah saw. Beliau menangis , kemudian berkata : “ Pergilah engkau dan mandikanlah dia, lalu kafankan dan kemudian kebumikan. Allah mengampuni dia dan merahmatinya, “.

Dari Hadits tersebut dapat ditarik kesimpulan : Kalau Abu Thalib seorang Musyrik seperti Musyrikin Quraisy , mungkinkah Rasulullah saw. Mengucapkan kalimat : – Allah mengampuni dan merahmatinya – sedangkan Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an : Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik , dan mengampuni dosa selain itu, bagi siapa saja yang dikehendakinya, “ ( An-Nisa – 48 ).

Mungkin ada yang mengomentari :… Ya.. tetapi Rasulullah saw, tidak turut mengantarkan Jenazah Abu Thalib ke kubur dan tidak di Shalatkan jenazahnya. — Pertanyaan tersebut sudah dapat jawabannya dari para Ulama, diantaranya adalah : Ibnul- ‘Asakir , sebagaimana tercantum di dalam kitab : “ Asnal-Mathalib “ , halaman, 21—Al-Baihaqiy , didalam kitab : “ Dala’ilun-Nubuwwah “ —Ibnul-Jauziy didalam kitab : “ At-Tadzkirah “ , halaman, 6.—Ibnu Abil Hadid didalam kitab : “ Syarh Nahjil-Balaghah “ ,Jilid 3. Halaman 314.—Al-Halabiy didalam “ Sirah “ nya , jilid I halaman, 373. Sayyid Ahmad bin Zaini didalam “ Syarh-Nya “ mengenai kitab : “ As-Sirah Al-Halabiyyah “ , Jilid I , halaman, 90.— Al-Barzanjiy, didalam kitabnya : “ Najatu Abi Thalib “ , sebagaimana termaktub didalam kitab : “ Asnal-Mathalib “ ,halaman, 35.–Demikian juga , dalam kitab: Abu Dawud , Ibnul Jarud , Ibnu Khuzaimah , yang semuanya menjelaskan ;

Bahwa Rasulullah saw : tidak turut serta mengantarkan Jenazah Abu Thalib ke kubur, semata-mata untuk menghindari gangguan dan serangan dari kaum Musyrikin Quraisy. Bahwa Rasulullah saw : juga , tidak melakukan Shalat jenazah bagi Abu Thalib… jelas , karena waktu itu Shalat Jenazah belum di Syari’atkan.

Semua ahli riwayat dan para penulis sejarah Islam , sepakat bahwa tahun wafatnyaAbu Thalib dan Siti Khadijah r.a, sebagai “ Tahun Duka-cita “ , atau: “ Amul – Huzn “. Bahkan sementara riwayat mengatakan, penamaan itu diberikan oleh Rasulullah saw , sendiri.

(Menurut Al-Aslamiy dan lain-lainnya, menerangkan: “ Abu Thalib wafat dalam bulan Syawwal tahun ke , 10 . setelah bi’tsah : sedangkan Sitti Khadijah r.a, wafat , 1 bulan + 5 hari, setelah wafatnya Abu Thalib.)

Betapa parahnya hati Rasulullah saw, ditinggal wafat oleh Abu Thalib dan kemudian menyusul Sitti Khadijah r.a. Dua orang kecintaan dan kesayangan beliau , dua orang itulah yang membenarkan , mendukung , membantu , melindungi dan membelaRasulullah saw, dalam melaksanakan tugas risalahnya : sebelum ada orang lain mau berbuat seperti mereka berdua. Semua para ahli riwayat dan para penulis sejarah Islam mengakui kenyataan itu, tak ada seorangpun yang mengingkarinya.

Apabila Abu Thalib itu seorang Musyrik dan Kafir , mungkinkah Rasulullah saw , sedih dan berduka-cita ditinggal wafat olehnya,..??.apabila ada orang yang mengatakan : “ Beliau sedih karena Abu Thalib itu pamandanya,” , lalu , kenapaRasulullah saw , tidak berduka-cita dan tidak bersedih , ketika ditinggal mati oleh Abu Lahab , yang juga paman beliau sendiri..??. ( pada saat itu, Surah Al-Lahab , belum turun ) .

Mengenai musibah yang menyedihkan Rasulullah saw, dan mengenai “ Amul –Huzn “ , kita dapat membacanya pada kitab : Thabaqat – Qubra ( Ibnu Sa’ad ) Jilid I halaman 106. / kitab : Al – Imta ( Al – Muqriziy ) halaman 27. / kitab : Tarikh Ibnu Katsir ( Ibnu Katsir ) jilid III halaman 134, / kitab : Sirah Al-Halabiyyah , jilid I halaman 373. / kitab : Sirah – Nabawiyyah ( Sayyid Zaini Dahlan ) jilid I halaman 291, dan kitab : Asnal – Mathalib ( Ibnul – ‘Asakir ) halaman 11.

Ishaq bin ‘Abdullah bin Al-Harits mengetengahkan sebuah berita Hadits , yang mengatakan : Al-‘Abbas ,paman Rasulullah saw , pernah mengatakan : “ Ya Rasulullah(saw) , apa yang kau harap bagi Abu Thalib ..??.” , Rasulullah sawmenjawab : “ Baginya aku mengharapkan semua yang baik dari Allah , Tuhanku “.
Berita Hadits tersebut diketengahkan oleh Ibnu Sa’ad di dalam kitab : Thabaqat – Qubra , jilid I -halaman 106. Dengan isnad Shahih dan para perawinya terdiri dari orang-orang yang dapat dipercaya ( tsiqah ) , seperti : ‘Affan bin Muslim, Hammad bin Salmah dan Tsabit Al-Bannaniy. Hadits di atas juga di tulis dan di abadikan oleh : Ibnu Katsir juga mengabadikan Hadits tersebut, didalam kitab : Al – Khasha’ishul — Kubra , jilid III, halaman 87.

Seorang Ulama Fiqh Madzhab Hanafiy ; Syeikh Ibrahim Ad-Danuriy, dalam kitab : Nihayatut – Thalab. Ibnu Thawus , dalam kitab : At – Thara’if , halaman 68. Ibnu Abdil Hadid, dalam kitab : Syarh Nahjil – Balaghah , jilid III – halaman 311. As- Sayuthiy , dalam kitab : At – Ta’dzim Wal – Minnah , halaman 8.

Tidak sedikit, kelompok yang menyatakan , bahwa Abu Thalib itu Musyrik dan Kafir, tapi..juga banyak para Ulama dan para penulis Sejarah Islam yang menyatakan keimanan pamanda Rasulullah saw itu.
Seorang Ulama besar berMadzhab Hanafi , yang bernama : Ahmad bin Al-Husain Al-Maushiliy , dalam uraiannya ( syarhnya ) mengenai kitab “ Syihabul – Akbar “ yang ditulis oleh : Al-‘ Allamah Muhammad bin Salmah Al-Qudha’iy ( wafat – 454 H ), dengan tegas mengatakan : “ Membenci Abu Thalib adalah Kufur “ .

Demikian juga Ulama besar dari Madzhab Malikiy, yang bernama : Al-‘Allamah ‘Ali Al-Ajhuriy. Dalam fatwanya mengenai Abu Thalib, ia menandaskan : “ membenci Abu Thalib berarti Kufur “ . Mereka mengatakan demikian, karena mereka yakin benar bahwa Abu Thalib seorang mu’min pertama yang melindungi dan membelaRasulullah saw.

Meskipun penilaian kami terhadap sikap yang mengkafir-kafirkan Abu Thalib itu tidak sejauh penilaian kedua Ulama besar madzhab Hanafiy dan Madzhab Malikiy, namun kami dapat memahami mengapa mereka berfatwa sekeras itu. Siapakah yang tidak tertusuk perasaannya mendengar suara mengkafir-kafirkan orang yang mengasuh dan membesarkan Muhammad Rasulllah saw, sejak dari usia 8 th hingga dewasa: kemudian membenarkan , membantu , melindung , membela beliau dalam melaksanakan tugas Risalahnya..??.

Betapa hancurnya hati Rasulullah saw , jika semasa hidupnya mendengar suara sumbang seperti itu tertuju kepada pamandanya. Dikala beliau masih hidup ditengah umatnya tidak seorangpun yang mengkafir-kafirkan Abu Thalib, atau menuduhnya sebagai Musyrik. Kaum Musyrikin Quraisy yang kemudian memeluk Islam semuanya mengetahui dengan mata kepala sendiri bahwa Abu Thalib adalah orang pertama yang membenarkan, mendukung, membela dan melindungi Rasulullah saw, setelah wafatnya isteri beliau sendiri Sitti Khadijah r.a. Ketika Rasul Muhammad saw , dan kaum muslimin sudah punya posisi yang cukup kuat, Pembela , pelindung , dan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan Rasulullah saw , diambil alih oleh para sahabat , mereka bekerja sama saling bahu membahu , apabila ada yang berani menghina Islam atau Rasulullah saw, resikonya mereka harus berhadapan dengan pedang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s