BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG ORANG LAIN?!

قال الإمام الغزالي رحمه الله

Al-Imam Ghazali r.a berkata :

ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻻ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻭﺗﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻚ ﻭﺃﻥ اﻟﻔﻀﻞ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﻓﺈﻥ رأيت ﺻﻐﻴﺮا ﻗﻠﺖ :

Sepatutnya janganlah engkau melihat kepada seorang pun kecuali engkau melihat kepadanya bahwasanya dia lebih baik darimu, dan sesungguhnya dia lebih mulia darimu, maka jika engkau melihat kepada anak kecil, engkau katakan di dalam hatimu;

ﻫﺬا ﻟﻢ ﻳﻌﺺ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ

“Anak kecil ini tidak bermaksiat kepada Allah SWT, sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya, maka sudah pasti dia lebih baik dari diriku.”

ﻭﺇﻥ رأيت ﻛﺒﻴﺮا ﻗﻠﺖ : ﻫﺬا ﻗﺪ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ قبلي ، ﻓﻼ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ

Dan jika engkau melihat kepada yang lebih tua, engkau katakan, “0rang ini telah beribadah kepada Allah SWT sebelum diriku, maka sudah pasti dia lebih baik dariku.”

ﻭﺇﻥ رأيت ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻗﻠﺖ :

Jika engkau melihat orang yang berilmu, maka engkau mengatakan;

ﻫﺬا ﻗﺪ أعطي ﻣﺎ ﻟﻢ ﺃﻋﻂ ﻭﺑﻠﻎ ﻣﺎ ﻟﻢ ﺃﺑﻠﻎ ﻭﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﺟﻬﻠﺖ ﻓﻜﻴﻒ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﺜﻠﻪ

“Orang ini telah diberikan sesuatu yang aku tidak diberikan (tidak mendapatkannya), dan dia telah sampai kepada kemulyaan yang aku tidak sampai pada kemulyaan tersebut, dan dia mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui, maka bagaimana mungkin aku menjadi seperti dia?!”

ﻭﺇﻥ رأيت ﺟﺎﻫﻼ ﻗﻠﺖ :

Dan jika engkau melihat orang yang bodoh, engkau berkata;

ﻫﺬا ﻗﺪ ﻋﺼﻰ اﻟﻠﻪ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺃﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﺑﻌﻠﻢ

“Orang ini telah bermaksiat kepada Allah SWT karena kebodohannya, sedangkan aku bermaksiat kepada Allah SWT dengan pengetahuanku tentang Allah SWT.”

ﻓﺤﺠﺔ اﻟﻠﻪ علي ﺁﻛﺪ ﻭﻣﺎ ﺃﺩﺭﻱ ﺑﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻲ ﻭﺑﻢ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ؟

Maka bukti kejelekanku dihadapan Allah SWT lebih kuat, dan aku pun tidak mengetahui dengan apa usiaku ditutup, dan dengan apa usianya ditutup?!

ﻭﺇﻥ رأيت ﻛﺎﻓﺮا ﻗﻠﺖ :

Dan jika engkau melihat orang kafir, engkau berkata;

ﻻ ﺃﺩﺭﻱ ﻋﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﺴﻠﻢ ﻭﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ ﺑﺨﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ، ﻭﻳﻨﺴﻞ ﺑﺈﺳﻼﻣﻪ ﻣﻦ اﻟﺬﻧﻮﺏ، ﻛﻤﺎ ﺗﻨﺴﻞ اﻟﺸﻌﺮﺓ ﻣﻦ اﻟﻌﺠﻴﻦ

“Aku tidak tahu bagaimana akhir hidupnya, semoga dia masuk Islam, dan akhir hayatnya ditutup dengan sebaik-baik amal perbuatan (husnul khotimah). Dan dia terpisahkan dari dosa-dosa karena sebab Islamnya sebagaimana terpisahkannya rambut dari tepung.”

ﻭﺃﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻭاﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻓﻌﺴﻰ ﺃﻥ ﻳﻀﻠﻨﻲ اﻟﻠﻪ ﻓﺄﻛﻔﺮ

“Sedangkan diriku, semoga ada perlindungan Allah SWT, bisa saja Allah SWT menyesatkanku sehingga aku menjadi kafir.”

ﻓﻴﺨﺘﻢ ﻟﻲ ﺑﺸﺮ اﻟﻌﻤﻞ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻏﺪا ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﻤﻘﺮﺑﻴﻦ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻛﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻤﺒﻌﺪين

“Dan akhir hayatku ditutup dengan paling jeleknya amal (su’ul khotimah), dan kelak dia termasuk kelompok orang-orang yang dekat dari-Nya di hari kiamat, sedangkan aku termasuk dari kelompok orang-orang yang jauh dari-Nya (Na’udzubillah).”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s