5 Nasehat Habib Ali Bin Muhammad al-habsyi
(Pengarang Maulid Simthud Duror) Agar Selamat Dunia dan Akhirat

1-Berhati-hatilah dalam memilih kawan dan teman, mengingat pergaulan itu amat besar pengaruhnya dalam kehidupan dan membentuk kepribadian seseorang.

2-Berpegang teguhlah pada thoriqoh para ulama terdahulu. Bersungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keramaian sebaga bekal utama dalam mengarungi kehidupan ini, dan juga tekunlah dalam menuntut ilmu yang bermanfaat serta tinggalkanlah kebiasaan dan pola hidup yang tidak berguna.

3-Ketahuilah adanya pertemuan-pertemuan di dalam majelis dzikir dan majelis ilmu itu bisa membawa kemanfaatan dan kebaikan yang besar pada umat manusia. Dan ketahuilah bahwa perkumpulan kita dalam suatu majelis dzikir dan ilmu berada dalam pengawasan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Melalui perkumpulan semacam itu cahaya ilahiyah akan memancar kepada siapapun, baik yang dekat maupun yang jauh, baik bagi mereka yang taat maupun yang bermaksiat, baik yang alim maupun yang jahil. Orang yang hadir dalam majelis tersebut, sewaktu pulang akan membawa keuntungan yang besar.

4-Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan akan pentingnya belajar dan mengajarkan ilmu agama. Disela-sela kesibukan kita dalam mengumpulkan harta hendaknya kita harus mau menyisihkan sebagian harta kita untuk para penuntut ilmu.Gunakan waktu dan kesempatan kita untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Kita melihat manusia di zaman akhir ini telah kehilangan semangat untuk belajar dan mengajarkan ilmu agama. Mereka terlalu sibuk untuk memperkaya diri, menghabiskan waktunya untuk urusan-urusan duniawiyah.

5-Jagalah silaturahmi dan juga berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Ketahuilah barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ia akan beruntung di dunia dan akhirat. Dan siapa saja yang durhaka kepada kedua orang tuanya dia akan rugi dan celaka di dunia maupun akhirat. Tidak ada amalan yang manfaatnya paling besar didunia melebihi birruk walidain begitu juga sebaliknya

“Semoga Allah memberi kita hidayah dan Taufiq-Nya…dan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat…”

________

Wasiat Nasehat Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi:

Camkanlah, jangan sampai kalian tidak mempelajari ilmu bahasa, Nahwu dan shorof. Karena ilmu bahasa merupakan dasar dan perantara kalian untuk memahami semua ilmu.

“Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Allah swt, wujudkanlah kebenaran janji-Nya, dan rasakanlah kebesaran rahmat-Nya. 
Cukuplah bagi kita firman Allah swt, seperti disabdakan Rasulullah saw, Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, maka berprasangkalah kepada-Ku sesukamu.

“Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal.

“Jika tak ada ketamakan, dan tak ada satu mahluk pun keluar dari lingkaran jejak nabi saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan akhirat yang kekal.

“Tak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik. 
Karena di dalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah swt sirnalah amalmu seperti amal setiap mahluk. Di dalam rahasia Allah swt swt, yang dititipkan pada mahluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua mahluk adalah Aulia.”

“Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. 
Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan.

Keteguhan perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal.

Keteguhan dalam beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari.

Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari.

Sedangkan hakikatnya, secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah swt sekedip mata pun, bahkan yang lebih cepat dari itu.”

“Janganlah kau putuskan kehadiranmu di tempat-tempat yang baik karena alasan kesibukan dunia. 
Hati-hatilah, karena itu merupakan tipu daya setan. 
Hadirkanlah Allah swt ketika sendirian. Sembahlah Dia, seakan melihatnya; dan jika tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

“Tutuplah mata dari perhiasan dunia dan segala kenikmatan fana yang dimiliki budak-budaknya serta kenikmatan yang akan terputus. Sesungguhnya semuanya seperti kau saksikan bahwa dunia ini cepat berpindah dan dekat kefanaannya.”

“Jadikanlah Al-Qur an dan zikir kepada Allah swt bacaan sehari-harimu. Bertafakurlah terhadap nikmat Allah swt.

Jika mungkin, setiap waktu hanya ada antara dirimu dan Allah swt, dan pada saat itu telitilah diri sendiri. Rasulullah saw bersabda, Telitilah dirimu, sebelum kalian diteliti. Seseorang yang meneliti dirinya di dunia, perhitungan baginya akan lebih ringan di Akherat kelak.”

“Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya.

Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu.”

“Kerjakanlah segala perintah Allah swt dan tinggalkanlah larangan-Nya. Jangan sampai Allah swt melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilangan-Mu pada perintahnya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah swt. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf Mulia.”

“Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb ( kedekatan ) kepada Allah swt, air telaga dari celah wishal ( persatuan dengan Allah swt ), dan pengetahuan pada puncak tujuan.”

“Yang selalu memperlambat terkabulnya doa seorang hamba adalah karena harapan yang rendah : mengharapkan sesuatu dari mahluk. Angkatlah pandanganmu secara keseluruhan kepada zat yang dibutuhkan semua mahluk .maka akan tampak tanda-tanda terkabulnya doa .”

“Niat merupakan pondasi amal. Seseorang akan memperoleh karunia sesuai dengan niatnya. 
Betapa sering niat membuat orang yang jauh dari Allah swt menjadi dekat kepada-Nya dan merubah sesuatu yang sulit menjadi ringan. 
Oleh karena itu, dalam setiap perbuatan, ucapan dan amalnya seorang Mukmin, hendaknya menerapkan niat yang baik.

Tidak ada seorang pun yang mencapai kesuksesan dan keberhasilan kecuali karena niat yang baik. Sabda kekasih Allah swt yang paling Agung, Al-Musthafa saw di bawah ini cukup menjadi bukti keutamaan niat .

Rasulullah bersabda: 
Sesungguhnya ( balasan ) setiap amal tergantung dari niatnya.
( HR. Bukhari dan Muslim )

Niat seorang Mukmin lebih baik daripada amalnya.

Sudah menjadi sifat seorang Mukmin untuk menetapkan berbagai amal yang agung dan berusaha mengamalkannya, padahal dia hanya mampu mengamal kan sebagian darinya.

Sebagai contoh adalah orang yang berniat menggunakan semua nafasnya ( waktunya ) untuk membaca wirid, dzikir atau untuk berpikir. Ternyata dia hanya mampu menggunakan sebagian waktunya saja. Apa yang telah dia kerjakan itu baik, tapi niatnya tersebut lebih baik dari amal yang telah dia kerjakan.”

“Motivasi tobat sangat banyak, tetapi penyebab paling kuat adalah renungan   ( fikr ). Renungkanlah berbagai nikmat yang diberikan Allah swt kepadamu sejak engkau berupa mani, hingga menjadi manusia sempurna yang lahir ke alam ini dan berbagai nikmat lainnya yang kau peroleh hingga saat ini.

Renungkanlah semua nikmat Allah swt dalam setiap masa pertumbuhanmu. Sebab dalam setiap napas terdapat banyak nikmat Allah swt.

Jika engkau renungkan semua ini, maka dalam dirimu akan muncul rasa cinta kepada Allah swt. Karena, sudah menjadi watak hati untuk mencintai siapapun yang berbuat baik kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. Dan hakikatnya yang berbuat baik kepadamu adalah Allah swt.

Cinta ( kepada Allah swt ) merupakan jalan paling mulia yang dapat membuat seseorang bertobat. 
Demi menyenangkan kekasihnya, seorang pecinta dapat melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuannya.

Apalagi untuk hal-hal yang mampu ia lakukan. Seorang pecinta akan berusaha sekuat tenaga meninggalkan segala sesuatu yang dapat membuat kekasihnya murka. Cinta adalah buah terbesar fikr.

Merenung ( Fikr ) akan membuahkan rasa malu. Jika engkau merenungkan berbagai nikmat yang diberikan Allah swt kepadamu, maka engkau akan malu menggunakan berbagai nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya.

Selain membuahkan cinta dan rasa malu yang merupakan motivasi terkuat untuk bertobat, maka merenung juga membuahkan rasa takut kepada Allah swt ( khosyyah ).

Seseorang yang memikirkan berbagai bencana yang akan dia peroleh karena maksiat; seperti pengusiran, kemurkaan, siksa dan hijab serta menyadari keagungan dan kebesaran Allah swt dan betapa keras siksa-Nya, maka mau tidak mau dia akan sangat takut kepada Allah swt.”

Semoga bermanfaat.

________

Makna Shalat berjama’ah:

Bahwa Allah Tidak mensyariatkan Shalat berjamaah, atau shalat Jumat atau shalat ied, terkecuali karena ada rahasia yg Allah letakkan dalam kumpulan Manusia. Allah telah menjadikan Untuk Umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat- saat untuk berkumpul tiap tahun,tiap minggu, dan tiap hari. Allah tidak mensyariatkan pertemuan-pertemuan itu dengan sia-sia.

Allah Mensyariatkannya tidak lain karena keistimewaan yg terdapat dalam tiap pertemuan.

Orang-orang yg memiliki pandangan mendalam berkata: “Hikmah shalat berjamaah adalah jika ada orang yang hatinya hudhur pada saat takbiratul ihram, ada yg hatinya Hudhur pada saat membaca Al Qur’an, ada yg hatinya hudhur pada rukuk, dan ada yg hatinya hudhur pada saat sujud.

Maka Allah Kemudian mengumpulkan gerakan-gerakan shalat yg Hudhur tadi, lalu menjdikannya satu shalat yg sempurna dan Maqbul. kemudian Allah menerima shalat semua  orang tersebut. 
(Kitab Majmu’ kalam Al Habib Ali Habsyi)

Di ceritakan Pula di dalam Kitab Al Qirthaas: Ketika Putra  Shaahibir Ratib Al Imam Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Athas meninggal yg bernama Salim, Banyak orang yg berta’ziah kepada beliau dan turut bersedih atas meninggalnya putra beliau. Lalu Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Athas mengatakan: Barang siapa yg shalat ketinggalan Takbiratul Ihram bersama Imam dalam shalat berjamaah,  maka musibah tersebut lebih besar dari pada meninggalnya anak kita yg Sholeh dan alim.

*Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita*

amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s