Kisah Rasul SAW 1

MENYAMBUT DATANGNYA 12 ROBIUL AWAL, HARI LAHIRNYA SANG PEMIMPIN AGUNG, BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW.

Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.

Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.

Dia berkata, “Marhaban bika Yaa Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayyidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”

Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”

Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.
Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.

Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.

Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.
Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.

Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”.

Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa Rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.

Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19.

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi’ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sudah semakin dekat, Alloh SWT semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad SAW.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh SWT.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh SWT.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim AS.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad SAW memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para Malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi Agung, Kekasih Alloh SWT Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh SWT semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad SAW.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad SAW) sedang bermunajat kepada Alloh SWT di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang dan berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang Agung, Junjungan Semesta Alam. Beliaulah Nabi Muhammad SAW. Kenalilah aku, bahwa aku adalah Hawa istri Nabi Alloh Adam AS, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim AS yang diperintahkan Alloh SWT untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa AS datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

Detik berikutnya Alloh SWT memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu-ribu bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.

Lalu Alloh SWT memanggil :
“Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad SAW.

Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad SAW telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat.
Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya.
Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh SAW dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad SAW bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allaahu Akbar … Allaahu Akbar … Wal-Hamdulillaahi Katsiro, Wasubhanallaahi Bukrotan wa Ashiila…”

Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh Shalawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam (Al-Anbiya)

Allaahumma Sholli’alaa ala Sayyidinaa Muhammad Wa’alaali Sayyidinaa Muhammad

“Yaa Nabi Salam Alaika … Yaa Rosul Salam Alaika … Yaa Habib Salam Alaika … Shalawatullah Alaika … ”

Semoga Shalawat dan Salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW berserta kluarga & para shabat yang menngikutinya dan kita umatnya hinga Akhir zaman semoga kita memperoleh safaatnya kelak.

Yaa Allah Yaa Rabb..
Semoga engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami Yaa Habibi Yaa Rasulullah

Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).

Selamat menyambut hari kelahiran Rosululloh MUHAMMAD S.A.W

Allaahumma Sholli’alaa Sayyidinaa Muhammad.
Allaahumma Sholli ‘Alaihi wa Sallam.

Iklan

Kisah Rasul SAW

“`Kita sdh masuk dibulan maulid biar tambah kecintaan kita kpd kanjeng Nabi yuk baca sebentar Mohon ijin share 1 cerita di ujung hidup seorang manusia yg sangat mencintai kita semua :

Allahuma Sholli’alaa Sayyidina Muhammad Saw..
😭😭😭😭😭😭😭
Cerita yang tak pernah ada bosannya
Mohon Baca yaa…
Sangat Mengharukan…
😭😭😭😭😭

Assalamu’Alaikum Wr. Wb…

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dgn para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt Taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dgn lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Wahai sahabat2ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kpdmu,
bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah?”

Semua Sahabat menjwb dgn suara bersemangat,
“Benar wahai Rasulullah,
Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
“Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi,
dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yg menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui Allah SWT,
Dan sblm aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dgn manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dgn Allah SWT dalam keadaan berhutang dgn manusia.”

Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing2 berkata “Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada Rasulullah”.

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH,
seorg sahabat, mantan preman sblm masuk Islam, dan
dia berkata:

“Ya Rasulullah…
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa2″.

Rasulullah SAW berkata: “Sampaikanlah wahai Ukasyah”.

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tsb tidak kena pada belakang kuda,
Tapi justeru terkena pada dadaku,
Karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah”.

Mendengar itu,
Rasulullah SAW berkata: “Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau,
Maka hari ini aku akan terima hal yg sama.”

Dengan suara yang agak tinggi,
Ukasyah berkata: “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah.”

Ukasyah se-akan2 tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah.
“Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah,
Kemudian Fatimah bertanya: “Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?”

Bilal menjwb dengan nada sedih: “Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah.”

Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata:
“Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya”.

Bilal menjawab: “Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua”.

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: “Ukasyah… kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dgn apa yg Rasulullah SAW sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul,
maka pukullah aku”.

Rasulullah SAW bersabda: “Duduklah wahai Abu Bakar.
Ini urusan antara aku dgn Ukasyah”.

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah SAW. Kemudian Umar bin Khattab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

“Ukasyah…
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad,
bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya.
Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad SAW.
Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,
maka langkahi dulu mayatku..!!”

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
“Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba2 berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah, pukullah aku saja.
Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah”.

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
“Duduklah wahai Ali,
ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah SAW. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon…
“Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rasulullah SAW.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman.”

Lalu Rasulullah SAW berkata: “Wahai Cucu2 kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah”.

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Ukasyah berkata:

“Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!”

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah SAW didudukkan pada sebuah kursi,
lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

“Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
Ya Rasulullah.”

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah; sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar…

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
“Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an.
Nanti Allah SWT akan murka padamu.”

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW,, Cambuk di tangannya ia buang jauh2. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW se-erat2nya,, sambil menangis sejadi-jadi2nya…

Ukasyah berkata:
“Ya Rasulullah, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu…
Karena Engkau pernah mengatakan “Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya.”

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku ya Rasulullah…”

Rasulullah SAW dgn senyum berkata:

“Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!”

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT…
Allahumma’sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad.
Allahumma sholli ‘alayhi wassalam…

Semoga Allah SWT selalu meridhai kita semua. Aamiin…

Ayo kita posting di WA tentang Keagungan Rasulullah SAW…

Jangan sampai kisah ini kalah populer dibanding berita2 yang ada saat ini..!!
Seluruh dunia mencintai Nabi SAW.

Kami ingin mengajak 500.000.000 Sholawat kepada Sahabat yang mencintai Rasulullah Muhammad SAW.
Dengan ribuan orang berdzikir,, Semoga Negara2 Islam diselamatkan Allah SWT. Hanya dengan membaca dan menyebarkan kpd rekan2 kita…

KITA SEMUA UMAT
RASULULLAH SAW..!!!

ALLAHUMMA SHALLI’ALA SAYYIDINA MUHAMMAD,
WA’ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD

Kirim kepada semua teman Muslim dan INSYA ALLAH dalam beberapa menit nanti ramailah orang bersama-sama membaca Keindahan dan Keagungan Kepribadian Rasulullah SAW, Sang Manusia Agung Kekasih Allah SWT.

TOLONG teruskan message ini..!!

Anggaplah sebagai sedekah Jariyah..!!

Jangan lupa untuk menghantarkannya kepada rekan2 anda…!!

Tolonglah,, walaupun anda tak mau membacanya secara tuntas,, hanya menghantarnya kpd rekan2 yg lain… sudah cukup..!!

Selesai membacanya, kirimkanlah kepada teman2 kita yang lainnya. Dalam beberapa menit, berjuta org akan membacanya..!! Anda tak akan rugi apa2 pun; biarkan Cerita Haru tentang Manusia Agung Kekasih Allah SWT ini senantiasa berjalan..!!!“`

اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤

Keberkahan Maulid

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،ٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَماً دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ الله، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهَ. أَمَّا بَعْدُ.

Masyhad al-Imam al-Quthb al-Musnid, al-Habib Idrus bin Umar al-Habsyi Tentang Keberkahan Maulid Nabi ﷺ

Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi berkata :

Ketika menghadiri Maulid, Ami Idrus (bin Umar al-Habsyi) berkata, “Wahai anakku, perhatikanlah kumpulan orang ini, pertemuan ini belum pernah dilakukan pada masa masa dahulu. Dalam pertemuan maulid ini aku memiliki sebuah pandangan.”

“Apa itu?” Tanyaku.

“Dalam perang Tabuk, an-Nabi ﷺ dan para sahabatnya tidak mempunyai cukup perbekalan. Beliau ﷺ memerintahkan agar setiap orang membawa makanan apapun yang mereka miliki. Ada yang datang membawa sebutir kurma, ada yang membawa dua butir, ada pula yang membawa segenggam gandum. An-Nabi ﷺ mengumpulkan makanan-makanan tadi, lalu memberkatinya. Kemudian Beliau ﷺ memerintahkan setiap sahabat mengambil sesukanya. Ada yang mengambil satu ember, ada yang mengambil satu karung penuh. Masing masing sahabat akhirnya mendapat bekal yang banyak berkat doa an-Nabi ﷺ. Begitu pula pertemuan Maulid ini. Setiap orang yang datang memiliki sirr, ada yang sedikit ada yang banyak. Kemudian an-Nabi ﷺ memberkatinya. Seusai Maulid, setiap orang pulang membawa sirr yang sangat banyak.”

Aku berkata kepada Ami Idrus, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas masyhad-mu ini.”

Catatan :
Sayyidina al-Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, beliau adalah salah seorang Mursyid thoriqoh Alawiyah, paman daripada al-Quthb al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi, muallif Maulid Simthud Duror. Dan juga al-Quthb al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih mengambil salah satu silsilah thoriqoh Alawiyah dari beliau, al-Habib Idrus bin Umar al-Habsyi rodhiyAllahu ‘anhum wanafa’ana bihim wabiulumihim wa asrorihim fiddaroini, aamiin.

Adab & Tatakrama Saat Menghadiri Maulid Nabi ﷺ
“Petuah Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari”

Tulisan berikut ini disarikan dari kitab an-Nur al-Mubin fi Mahabbat Sayyid al-Mursalin karya Hadhratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, salah satu tokoh sentral dan pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau termasuk salah seorang pakar hadits (muhaddits) terkemuka di masanya, yang menjadi rawi ke-24 dari rantai silsilah hadits Shahih Bukhari-Muslim dari gurunya, asy-Syaikh Mahfudz at-Tarmasi, guru besar Masjidil Haram yang bermadzhab Syafi’i.

1. Adab Para Salaf Shaleh sebelum Hadir ke Tempat Acara Maulid Nabi ﷺ.

Sebelum menghadiri acara Maulid Nabi ﷺ, terlebih dahulu para salaf shaleh melakukan hal-hal berikut ini :

• Berwudhu dengan baik dan sempurna.
• Dalam keadaan masih basah dengan air wudhu, ia membaca : “Shalallahu ‘alaa Muhammad” 33x tanpa diselingi berbicara dengan yang lain.
• Lalu diusapkan ke wajahnya dan membaca doa sehabis wudhu.
• Kemudian melakukan shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat sunnah Wudhu. Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun, rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas.
• Setelah salam membaca dzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 3x.
• Lalu boleh ditambahkan shalat sunnah Hajat 2 rakaat. Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun 3x, rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas 3x.
• Setelah salam membaca istighfar 21x dan shalawat 3x.
• Lalu berdoa membaca niat untuk hadir Maulid Nabi ﷺ.

Contoh doa niat untuk hadir Maulid Nabi ﷺ :

“Allahuma Yaa Allah, Nawaitu an ahdhural maulidun biniyyati li ridhoi’llaah wa li ridhoi’ Rasulullah Muhammad ﷺ, Wa Syafa’ati Rasulullaahi ﷺ fii diin wad dunyaa wal akhirah, wa ‘alaa niyyati ‘anallaaha yaqdhii hajaatinaa, wayaqbalu dawaatinaa, wa yasyrahu shuduuranaa, wa yuyassiru ‘umuuranaa wa umuuraal muslimiin fii diin wad dunyaa wal akhiirat wa yaj’alunaa min ‘ibaadihish shalihiin.”

“Allahumma Ya Allah, kami niat untuk hadir Maulid Nabi-Mu ﷺ, dengan niat agar mendapat ridha Allah dan Rasulullah ﷺ, serta syafa’at Rasulullah ﷺ di dalam agama, dunia dan akhirat. Serta dengan niat agar Allah memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam hal agama, dunia dan akhirat, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang sholeh.”

Atau bisa juga dengan membaca niat sebagai berikut :

نويت ان احضر المولد مثل ما نوي به اسلافنا الصالحون وبنيۃ تعظيم شهر ولادۃ النبي صلي ﷲ عليه وسلم وبنيۃ زيادۃ الايمان والتقوي والمحبۃ والقرب الي ﷲ والي الرسول صلي ﷲ عليه وسلم والي اسلافنا الصالحين

“Nawaitu an ahdhural maulid mitsla maa nawaa bihii aslafunaa ash-shaalihuun, wa bi niyyati ta’dziimu syahri wilaadatin Nabii ﷺ. Wa biniyyati ziyaadatil iimaani wat taqwaa wal mahabbati wal qurba ilaa Allahi wa ilar Rasuuli ﷺ wa ilaa aslaafina ash-shalihiin.”

“Aku niat untuk menghadiri maulid Nabi ﷺ, sama seperti niatnya para salaf shaleh sebelum kita, dengan niat memuliakan bulan kelahiran Nabi ﷺ dan dengan niat menambah iman, takwa, kecintaan dan kedekatan kepada Allah dan Rasulullah ﷺ serta para salaf shaleh.”

Atau bisa juga dengan membaca niat sebagai berikut :

نَوَيْتُ أنْ أَحْضُرَ المـولِد مِثْل
َ ما نَوى أسْلافُنا الصّالِحون

“Nawaitu an ahdhural maulidun mitsla maanawaa aslafunaash-shalihiin.”

“Aku niat hadir maulid Nabi ﷺ seperti niatnya para salafuna shalihin.”

و بنيَّة تَعْظِيم شَهْر وِلادَةِ النَّبي صلى اللّه عليه و آله و سلّم

“Wa biniyyati ta’zhiiman syahru wiladatin Nabi ﷺ.”

“Dan niat Mengagungkan bulan kelahiran Nabi ﷺ.”

و بِنِيَّة زِيادةِ الإيمان و زِيادَةِ التَّقوَى و المَحبَّة و القُرب إلى اللّه وإلى الرَّسول صلى اللّه عليه و آله و سلّم و أسلافِنا الصّالحين

“Wa biniyyati ziyaadatil imaan wa ziyaadatil taqwaa wal mahabati wa qurb ilaa Allah wa ilaa Rasulullah ﷺ wa aslafinaash shalihiin.”

“Dan dengan niat bertambahnya iman dan takwa, bertambahnya cinta serta mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah ﷺ, dan Salafuna Shalihin.”

و بنيّة إتِّباعِ الرَّسول صلى الله عليه و آله و سلّم ظاهِرًا و باطِنًا في القَوْلِ و الفِعْلِ و النِّيَّة

“Wa biniyyati ‘ittibaa’ir Rasulullah ﷺ, zhahiran wa bathinan fii qawli wal fi’li wan niyyat.”

“Dan dengan niat untuk mencontoh/meneladani/mengikuti Rasulullah ﷺ, secara zhahir dan bathin, baik dalam perkataan, perbuatan dan niat.”

و بنيّة أنَّ اللّهَ يُحَسِّن أخْلاقَنا و آدابَنا

“Wa biniyyati ‘anna Allaha yuhassin akhlaqanaa wa adaabanaa.”

“Dan dengan niat semoga Allah memperbaiki akhlak dan adab kita.”

و أَنَّ اللّه يَرْزُقنا النَّظَر إلى وَجهِ الحَبِيب سَيِّدِنا مُحمّدٍ صلّى اللّه عليه و آله و صحبِه و سلّم يَقْظَةً و مَنامًا في الدُّنْيا و الآخِرة و في البَرزَخ و هُوَ راضٍ
عَنَّا

“Wa annaallaha yarzuqunaa an-nazhar ilaa wajhi al-habib Sayyidina Muhammad ﷺ, yaqzhatan wa manaamaan fii dunya wal akhirah wa fiil barzakh wa huwa radhin ‘annaa.”

“Serta semoga Allah memberi rizqi kepada kita untuk dapat memandang wajah kekasih kita, Rasulullah ﷺ, baik secara langsung ataupun mimpi, di dunia maupun di akhirat, serta di alam barzah, dalam keadaan beliau, Rasulullah ﷺ, ridho kepada kita.”

و علَى كُلِّ نِيَّةٍ صالِحة في خَيْرٍ و لُطْفٍ و عافِيَة و سَلامَة

“Wa ‘alaa kulli niyyati shalihat fii khair wa luthfi wa ‘afiyaat wa salaamat.”

“Dan kami berniat dengan semua niatan yang sholeh dalam kebaikan, kelembutan, ‘afiyah (kebahagiaan) dan keselamatan.”

Hal itu semua di atas, seyogyanya dilakukan mulai berwudhu hingga shalat sunnah Wudhu sampai shalat sunnah Hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan pembicaraan yang tidak berarti. Serta dilakukan dengan tertib pelaksanaannya dan berkesinambungan. Jika waktu tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah Wudhu lebih diutamakan.

2. Adab Para Salaf Shaleh saat Hendak Hadir ke Tempat Acara Maulid Nabi ﷺ.

Setelah melakukan amal shaleh di atas, barulah para salaf shaleh berjalan menghadiri Maulid Nabi ﷺ. Dalam masa perjalanan itu, hal-hal yang mereka lakukan adalah :

• Bertawakkal kepada Allah SWT.
• Sangat mengharapkan limpahan berkah, rahmat dan maghfirah Allah tercurahkan kepadanya.
• Berjalan penuh rasa tawadhu’ dan tadharru’ (menghadirkan perasaan khusyu’, seakan-akan hendak menemui Baginda Nabi ﷺ bersama para sahabatnya, dan para auliya’-Nya, yang disaksikan oleh Allah SWT. serta para malaikat-Nya).

Menanamkan adab batin ini sungguh sangat utama di dalam menghadiri Maulid Nabi ﷺ. Karena Allah melihat dan menyaksikan hati para hambaNya. Sebagaimana firmanNya dalam hadits qudsi : “Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba terhadap-Ku.”

3. Adab Para Salaf Shaleh saat Berlangsungnya Acara Maulid Nabi ﷺ.

Biasanya para salaf shalihin memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah ﷺ, baik selama perjalanan, saat dan selama Maulid Nabi ﷺ berlangsung, baik dibaca secara sirr (dalam hati) ataupun jahr (diucapkan dengan lisan).

Momentum yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi ﷺ adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan: “Yaa Nabi salam ‘alaika, Yaa Rasul salam ‘alaika.”

Di antara bait-bait tersebut adalah momentum yang terbaik kita berdoa memohon kepada Allah SWT. atas segala doa dan hajat kita.

Maka perbanyak doa disela-sela membaca shalawat : “Yaa Nabi salam ‘alaika, Yaa Rasul salam ‘alaika” secara bersama-sama. Jadi di antara bait-bait tersebut seyogyanya kita berdoa. Insya Allah Mustajabah.

Yang tidak kalah pentingnya juga, adalah kita menghadirkan orang-orang yang kita cintai, seperti sanak keluarga, sahabat dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil ghaib) dalam pelaksanaan Maulid Nabi ﷺ. Insya Allah rahmat, berkah dan syafaatNya akan meliputi kepada mereka semua, yang walaupun secara lahiriah mereka tidak turut serta hadir.

Itulah salah satu kebesaranNya dan kasih sayangNya kepada umat Baginda Nabi ﷺ yang merupakan tetesan-tetesan air ar-Rahmah dari samudera rahmat Ilahi.

Di dalam pelaksanaan pembacaan Maulid Nabi ﷺ, seyogyanya kita mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi ﷺ. Bagi yang pernah berziarah ke makam Beliau ﷺ di Madinah al-Munawwarah, mungkin bisa kembali mengingat-ingatnya, seakan-akan membaca Maulid Risalah Baginda Nabi ﷺ di hadapan makam Beliau ﷺ yang mulia.

Bagi yang belum diberi rizki ziarah ke makam Nabi ﷺ, maka cukup membayangkan kehadiran Nabi ﷺ. Paling tidak kita merasa dilihat dan didengar oleh Baginda Nabi ﷺ. Sehingga akan semakin meningkatkan nilai dan kualitas dari Maulid Nabi ﷺ tersebut. Insya Allah dapat dirasakan kemanfaatannya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, aamiin, makan, lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor penuh karat dengan penyakit-penyakit lahiriah dan batiniah.

4. Maulid Nabi ﷺ Sebagai Ajang Memperbaiki Diri

Maulid Nabi ﷺadalah salah satu ajang yang sangat sakral untuk mengembalikan jati diri kita sebagai hamba Allah dan sebagai umat Baginda Nabi ﷺ. Oleh karenanya seyogyanya kita bisa memperhatikan dengan seksama arti, makna atau terjemahan dari bacaan Maulid Nabi ﷺ yang dibaca. Hal ini sungguh sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas hati kita menuju derajat ihsan di sisi Allah dan RasulNya.

Inilah salah satu sirr (rahasia) dari pelaksanaan Maulid Nabi ﷺ. Sehingga ketika kembali dari acara Maulid Nabi ﷺ itu, hati kita semakin bercahaya, insya Allah. Hati sanubari merasuk menjalar ke seluruh relung anggota tubuh kita, mengikis habis segala karat penyakit-penyakit lahir maupun batin. Dan semakin bertambah keimanan dan kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya, sehingga buahnya menjadikan kita semakin ta’at akan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu a’lam, semoga barokah dan manfaat bagi kita semua, aamiin.

Sumber : Pustaka Pejaten

SEJARAH AULIYA DI TEGAL

“Kurang lebih Ada 400 waliyullah yang dimakamkan di Tegal”Sumbernya berasal dari getok tular para santri. Ini sangat menarik karena Slawi yang konon berasal dari “selawe (25) wali” juga merupakan misteri bagi sejarah kota ini yang sampai hari ini belum dituliskan. Logis saja karena misal di Tegal (kota dan kabupaten) ada makam 400 wali. Misal di kabupaten Tegal ada 18 kecamatan dan di kota ada 4 kecamatan. Misal satu kecamatan ada 20 Kyai, Habaib dan Auliya maka kita punya 400an” Jaya kemudian menyalakan Djarum supernya tanda diskusi ini dibuka. Budi kemudian membacakan pengantar diskusi ini. Dia bercerita Kita hidup di Tegal, salah satu tanah yang diberkahi Allah. Pengajian, Yasiinan, Tahlilan, Maulidan, Manaqib bagaikan lentera dan bintang yang bertebaran di kota dan kabupaten ini. Dari gang ke gang, RT, RW sampai desa-desa kegiatan religius tak pernah padam. Di kota ini khaul memperingati ulama hampir ada setiap bulan. Inilah tempat yang ditakdirkan para ulama dan auliya besar hidup dan bersandar menghembuskan nafas akhir mereka. Inilah kota yang ditakuti para penjajah karena hidup serat malang sumirang dalam tiap darah penduduknya. Diskusi santrijagad kali ini akan membahas riwayat dan sejarah ulama Tegal yang para peserta ketahui, apa yang mereka kontribusikan untuk perkembangan masyarakat Tegal juga apa pelajaran yang bisa kita petik dari perjuangan mereka. Diskusi ini sendiri sangat berat karena seharusnya merupakan tanggung jawab pemerintah terutama Kementerian Agama atau MUI untuk menginventarisir data-data juga sejarah dan kiprah para ulama dan sholihin suatu wilayah. Diskusi kami terbatas hanya akan melakukan list dari ulama-ulama yang kita kenal selama ini. Syukur-syukur mendapat tambahan dari teman-teman atau responden lain. “Para Peserta Bersantai Menikmati Udut dan Wedhangan” Kami bersama meyakini agenda “syirik wal bid’ah” terhadap kuburan para ulama adalah agenda global. Supaya ketika agama hindu memiliki tinggalan, Kristen dan Yahudi memiliki artefak-artefak sementara islam hanya tinggal cerita, yang akan dianggap dongeng dan khayalan sebelum tidur jika tidak didokumentasikan, diziarahi, diperingati setiap tahunnya. Bayangkan tak ada khaul, tak ada maulid di kota ini. “Islam akan sepi” seperti kata Buya Hamka, mahaguru Muhammadiyyah dalam akhir hayatnya. Jaya bercerita tentang bagaimana toponimi Tegal terbentuk seperti desanya yang bernama kesuben dari asal kata Ki Subi (Kyai Subi) seorang pembantu Sunan Amangkurat yang meninggal konon karena berperang di desa tersebut. Balapulang sendiri adalah ketika terjadi “bala pulang” dimana bala tentara Sunan Amangkurat terlalu lelah sehingga mesti berpulang. Daerah perpisahannya dinamakan Balapulang. Ada versi ketika di Slawi pasukannya tinggal 25 (Slawi) dan ketika di Balamoa (moa = habis) semua pasukannya habis. Ini mesti ditelusuri kembali. Jaya bilang: “budaya menulis di kita masih sedikit. Tak cukup menulis saja, kita pun mesti rajin melakukan validasi data kepada orang tua-tua kita, para ulama dan habaib untuk menambah literatur kita” Perihal Sunan Amangkurat, Sunan Panggung, Syeh Siti Jenar juga Syeh Mashur Al Hallaj kita perlu hati- hati sekali menafsirkannya. Banyak sejarah dipelintir oleh Belanda oleh para orientalis juga karena mereka menerapkan “devide et impera”, Belanda dan orientalis mencari kelemahan islam, juga perbedaan- perbedaan khilafiyyah dan kemudian membenturkannya. Karena mereka tahu bahwasanya islam akan hancur, akan ketinggalan dalam sainstek karena umat islam sendiri yang tidak mau bersatu. Mereka membenturkan kejawen dengan santri, membenturkan wahdatul wujud. Mereka benturkan tradisionalis islam dan modern, Diadu oleh mereka NU dan Muhammadiyyah. Ketika kurang berhasil, tidak kurang akal pula mereka kini membenturkan syiah dengan ahlussunnah, bahkan Syiah sekarang dimusuhi seolah bukan islam. Perihal ini kami teringat Sayyidina Ali pernah ditanya apakah Khawarij kafir? Beliau menjawab tidak! Mereka islam saudara kita. Betapa hati-hatinya beliau dan tidak mudah mengkafirkan sesama islam. Habib Ali Al Jufri dari Uni Emirat Arab berkata: “Musuh kita sebenarnya adalah yang meyakinkan kita bahwa Suni dan Syiah bermusuhan” Beberapa contoh adalah kita perlu meneliti ulang siapa Sunan Amangkurat yang benar-benar tidak adil secara penulisan sejarah. Sementara kita tahu, Sunan Amangkurat melahirkan banyak ulama besar di Tegal. Bagaimana orang-orang baik bisa lahir dari orang jahat? Budi pernah berasumsi mencoba mengambil sudut pandang non mainstream dengan catatan pendeknya tentang Sunan Amangkurat: “Sunan Amangkurat adalah putera tokoh Islam besar: Sultan Agung Hanyakrakusumo, diduga juga salah seorang Mursyid Thariqoh. Dari sanad-sanad tadi kelak menurunlah Pangeran Diponegoro yang konon merupakan Mursyid Thariqoh Naqsyabandi, seorang pejuang santri sejati. Sunan Amangkurat I berguru pada Syekh Syamsuddin yang dari kabar para orang tua langsung datang dari Bashrah ke Indonesia, ke kota kita. Pesan ketika beliau meninggal: “kuburkan aku di dekat guruku”, yaitu di Tegalarum atau Pekuncen. Sunan Amangkurat seperti mengalami fitnah secara literatur oleh Belanda bahkan sejarawan yang menggunakan literatur mereka, padahal kalau ditilik beliau memperjuangkan supaya NKRI tetap utuh. Orang-orang menganggap beliau bersekongkol dengan belanda, tapi itu politik, trik agar bisa memusnahkan mereka dari bumi pertiwi. Gus Dur pun dianggap antek Zionis, itu Gus Dur. Masih benar-benar dekat. Bagaimana kita membayangkan politik yang berkecamuk dahulu kala?” “Ada kejadian menarik di Sunan Amangkurat I. Saat wafatnya beliau berpesan kepada Sunan Amangkurat II supaya meneruskan bekerjasama dengan Belanda, lalu menumpas mereka dari belakang. Sunan Amangkurat dianggap belanda sangat membahayakan keberadaan, hingga diadu dombalah dengan Raden Mas Alit. Kondisi kacau balau, Kesultanan Plered pun menjadi saksi berdarah ulama backingan Raden Mas Alit dieksekusi. Para pakar sejarah menyebut ini kejadian terkelam, 5000 lebih ulama dieksekusi (versi belanda). Pertanyaannya kalau ini benar terjadi, itu ulama model apa? Wahabi? Ahmadiyah? Kebatinan? Atau ulama settingan belanda? Jika benar tragedi Plered terjadi, kita tak pelak mesti yakin yang dieksekusi adalah ulama yg memberontak, atau ulama-ulama yg mengajarkan penyimpangan seperti orang yang menyamar menjadi Syeh Siti Jenar” “Dulu jaman benar-benar keras. Ulama benarpun dieksekusi karena dianggap akan sulit dipahami seperti Al Hallaj, Syeh Siti Jenar, Mbah Panggung. Jenazah Sunan Amangkurat I kemudian diusung ke pekuncen, tempat terakhirnya. Pernah ada cerita dari kuncennya (juru kuncinya) menjadi saksi dari jasad Sunan Amangkurat yang masih utuh. Jasad yang utuh menurut ilmu santri beliau ini tak pernah tinggal tahajud dan wudhu juga huffad alqur’an. Beberapa orang yang salah kaprah meyakini Sunan Amangkurat memakai ajian Bathara Karang, Pancasona, Rawarontek, dst. Budi tidak meneruskan, menutup dengan menyampaikan Perihal Sunan Amangkurat I sendiri merupakan buku besar yang bisa dibahas Santrijagad secara khusus. Diskusi dilanjutkan dengan Geko yang mengeluhkan pesantren saat ini. Dia berpendapat kita sekarang harapan untuk menghasilkan ulama untuk penerang satu desa atau kecamatan sekarang pupus. Pondok semakin berkurang. Jaya merespon mungkin jalan terakhir pesantren bisa bertahan adalah memusatkannya, perlu dibangun semacam taman miniatur dunia islam seperti taman mini dimana ilmu-ilmu bisa ditimba dari desa/perkampungan tersebut. Dahulu di Surabaya terkenal kampung pesantren Dresmo. Rizki Adi dan Mitra yang sedari tadi diam kemudian ikut membantu listing ulama yang ada di Tegal dan sekitarnya. Kami membagi menjadi 4 era supaya memudahkan klasifikasi. Era 1400-1500 (Era Transisi Majapahit-Demak, Walisongo) Hiduplah ulama besar Mbah Panggung, Raden Watiswara (Sayyid Syarif Abdurrohman) dengan asumsi berinteraksi dengan Sunan Kalijaga (atau bahkan anak Sunan Kalijaga dari Nyi Siti Zainab) yang mengalami masa akhir majapahit tahun 1478 hingga kelahiran kerajaan pajang 1546. Sunan Kalijaga konon bila ke Tegal menyamar menjadi dalang dengan nama Ki Dalang Bengkok. Mbah Panggung dikabarkan juga berinteraksi dengan Sunan Kudus yang lahir tahun 1400. Julukan Mbah Panggung adalah Sunan Geseng yang makamnya ada di sekitaran Yogyakarta. Versi Jogjakarta Sunan Geseng adalah murid Sunan Kalijaga yang terbakar di hutan ketika sedang bertapa. Tinggalan dari Mbah Panggung adalah serat malang sumirang. Sebuah serat indah yang sejatinya adalah tentang tasawwuf tingkat tinggi selaras Syeh Ibnul Arabi juga Syeh Manshur Al Hallaj. Era 1600 Pangeran Surohadikusumo (Mbah Semedo/Semedhi) , kurang begitu diketahui datanya Pangeran Benawa (Anak darri Jaka Tingkir/ Hadiwijaya), Ayah dari Mas Jolang, Kakek dari Sultan Agung. Di akhir hayatnya pangeran Benawa mengembara ke Barat, pergi dari dunia politik (sekitar Pemalang dan menjadi ulama) Ki Gede Sebayu, bersama pangeran Benawa menyingkirkan Arya Pangiri. Semenjak itu beliau terkenal dan dijadikan pemimpin Tegal Sunan Amangkurat I, meninggal di Wanayasa Banyumas dalam perjalanan ke Batavia dalam kisah pemberontakan yang tragis. Dimakamkan di Pekuncen, konon tanahnya mengharum sehingga dinamakan Tegal Wangi Pangeran Purbaya (Jaka Umbara Bin Sutawijaya Bin Panembahan Senopati) Pangeran Hanggawana, putra dari Ki Gede Sebayu Ki Ciptosari Balapulang Mbah Subi, tentara dari Sunan Amangkurat. Dimakamkan di Kesuben Era 1700-1800 Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad Mbah Ki Ageng Suroprono Mbah Giri (Pendiri desa Giren) KH. Abu Ubaydah KH. Kurdi Bin Mbah Ki Ageng Suroprono KH. Armia Bin KH. Kurdi KH. Anwar Lemah Duwur Mbah Faqih Pesayangan KH. Sholeh Pekuncen KH. Baedowi Babakan Era 1900-sekarang Romo sepuh KH. Said bin KH. Armia Habib Muhammad Bin Ali Al Haddad KH. Rois bin KH. Armia (adik KH. Said) KH. Muarif Giren (Putra Angkat dari KH. Said Bin KH. Armia) KH. Romdhon (Kakek Nyai Jamilah, Istri KH. Said Bin KH. Armia) KH. Umar Asnawi Kebasen KH. Miftah Kajen KH. Barmawi Tegalwangi KH. Abu Suud Sutapranan KH. Manshur Kalimati KH. Jalil Kalimati KH. Mustofa Pegirikan (Putra KH. Said Bin KH. Armia) KH. Sanusi Kesuben KH. Tarhadi Cikura KH. Isa Babakan KH. Mufti Babakan Habib Hasan Bin Husein BSA KH. Nasichi Chobir Kebasen KH. Abdul Wahab Kalikangkung KH. Anang Tafsir Mbah Jahir (sejaman Gus Miek) Habib Tholib bin Muhsih Al Attas Bumijawa Mbah Busyro Habib Ghosim Bin Hasan Bin Husein BSA Habib Abdullah Bin Ahmad Al Kaff (Ayah Habib Thohir Al Kaff) Kyai Utsman Rifai Rancawiru Kyai Abdurrohim Durensawit Habib Hasan Bin Husein Bin Muhammad Bin Thohir Al Haddad Habib Murtadho bin Ahmad Al Hiyed Habib Hadun Al Attas Belum kami ketahui dan perlu riset mendalam: Mbah Komaruddin Mbah jinten/undagan, gurunya mbah benowo benawi (mungkinkah ini pangeran Benowo) Mbah Sutawijaya rancawiru, dijadikan nama jalan di Pangkah (mungkinkah ini Raden Sutawijaya?) Mbah Langgeng (dimakamkan sekitar Mbah Semedo) Mbah Kramat (baru dipugar sekitar tahun 2000an) Mbah Pendil Wesi Mbah Kendal Serut Syeh Abdul Ghoffar kendal Mbah Kalasan Karanganyar Kedungbanteng Syeh Abdullah bin Malik Kaliwadas (merupakan salah satu penyebar islam di Tegal, dengan tahun tidak diketahui) Syeh atas angin (abdurrohman al maghribi) Mbah abdurrohim/mbah besus/mbah kemuning Mbah imam basyari Data ini perlu dikoreksi, divalidasi oleh Ulama terkait dan pewarisnya. Kami bermohon maaf atas kesalahan segala catatan kecil ini atas keterbatasan pengetahuan kami. Kami bermohon berkah turun dari ditulisnya nama-nama ulama ini. Semoga catatan ini bisa menjadi motivasi khususnya bagi warga kita Tegal dan masyarakat seindonesia untuk melakukan dokumentasi dan pencatatan ulama setempat yang sudah berlalu agar kita menghargai jasa-jasa mereka sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tidak kita mengenal Tuhan dan agama kecuali lewat mereka. Disusun bersama: . Adi Jaya Rizkiawan . Habibie Wilyama Dwi Sunu . Mitra Satriani . M. Budi Mulyawan . Rizki Adi Prianto Taman alun-alun Rumah Dinas Bupati Tegal Jum’at Malam, 12 Juni 2015 *

Misteri Tulang Ekor

بِسْـــــــــــــــــــــــــمِ اللّٰـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

✌️Misteri Tulang Ekor yang Merekam Semua Perbuatan Manusia di Dunia

Balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dibangkitkan, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka.

Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat,” (HR. Al-Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955): Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika.

Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut di kemudian hari.

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935.

Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut.

Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama.

Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio.

Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu).

Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka.

Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor.

Semakin banyak energi positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energi negatif atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

semoga menjadi renungan.

‎جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
‎بارك الله فينا جميعا

MUTIARA PAGI

🌳Barang siapa bersandar pada harta, ia akan miskin.

🌳Barang siapa bersandar pada harga diri, ia akan hina.

🌳Barang siapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat.

🌳Namun, barang siapa bersandar pada ALLAH SWT, sesungguhnya ia tak akan pernah miskin, hina dan sesat!

🌳Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA🌳

Tujuh Dosa Besar yang Harus Dijauhi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ». (رواه الشيخان، وأبو داود، والنسائي).

Dari Abu Huroiroh –semoga Alloh merdihoinya-, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau berkata: “Jauhilah oleh kalian 7 (tujuh) dosa yang membinasakan!”. Mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rosululloh dan apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau berkata: “Menyekutukan Alloh, sihir, membunuh jiwa (yang jiwa tersebut) telah Alloh haromkan melainkan (membunuhnya dengan) cara yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling (lari) pada hari pertempuran dan menuduh wanita yang beriman, yang suci, yang menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina“. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhory, Muslim, Abu Dawud dan An-Nasa’iy).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Sabda Beliau, “Jauhilah” lebih keras daripada kata-kata “Jangan kalian mengerjakan”, karena larangan mendekati lebih keras daripada larangan melakukan suatu perbuatan, dimana dalam kata-kata “jauhilah” mencakup larangan segala yang dapat mendekatkan kepada perbuatan itu.

2- Sabda Beliau “tujuh dosa yang membinasakan” adalah tujuh dosa besar. Dikatakan “membinasakan”, karena dosa-dosa tersebut menjadi sebab binasa pelakunya di dunia karena hukuman yang diakibatkan darinya dan di akhirat ia akan memperoleh azab.

3- Dosa besar adalah perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, dimana perbuatan tersebut ada hadnya (hukumannya) di dunia, atau adanya ancaman berupa azab dan kemurkaan di akhirat atau adanya laknat terhadap pelakunya.

4- Tujuh dosa besar yaitu:
“Syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh berzina wanita yang suci mukminah yang tidak tahu-menahu.” 

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Syirik adalah dosa yang paling besar. Allah mengharamkan surga bagi orang yang meninggal di atas perbuatan syirk dan mengekalkan orang itu di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maa’idah : 72).

2- Sihir adalah sejumlah pekerjaan setan yang dilakukan oleh pesihir berupa mantera-mantera, bertawassul (mengadakan perantara) kepada setan-setan, dan berupa kalimat yang diucapkan pesihir dengan ditambah dupa/kemenyan dan buhul-buhul yang ditiup-tiup.

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul.”(Terj. QS. Al Falaq: 4)

3- Membunuh seseorang tanpa alasan atau sebab yang dibenarkan oleh agama adalah merupakan dosa besar diantara tujuh dosa besar yang terdapat didalam hadist diatas dan akan mendapatkan balasan dari Allah yaitu neraka jahannam

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”(An-Nisa’:93)

4- Orang yang bermu’amalah dengan riba tidak dapat bangkit dari kuburnya pada hari kebangkitan melainkan seperti berdirinya orang yang terkena penyakit ayan, hal ini disebabkan mereka memakan riba ketika di dunia.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِييَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

 “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. (Al Baqarah: 275)

5- Memakan harta anak yatim.
Tentang memakan harta anak yatim.

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Qs. An Nisaa’: 10)

6- Melarikan diri dari peperangan.
Ketika bertemu musuh wajib tetap bertahan dan haram melarikan diri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ، وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).—Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan sangat buruklah tempat kembalinya. (Al Anfaal: 15-16)

7-  Bahwa siapa saja yang menuduh berzina kepada wanita yang baik-baik, yang merdeka lagi suci, maka ia mendapatkan laknat di dunia dan akhirat, serta baginya azab yang besar. Di samping adanya had di dunia, yaitu 80 kali dera dan persaksiannya tidak dianggap meskipun sebagai orang yang adil.

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ    

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, (An Nuur: 23).

7 KEBAHAGIAAN HIDUP

Sayyidina Ali bin Abi Tholib pernah menyatakan, bahwa hidup manusia di dunia ini harus berbahagia dengan meraih 7 kunci kebahagiaan, yaitu:

🍎 Jangan membenci siapa pun, walau ada yg menyalahi hak kita

🍇 Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun masalah memuncak

🍅 Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada

🍒 Jangan memutuskan doa untuk saudara mu’min

🌶 Perbanyaklah shodaqoh walaupun kita sedang susah

🍊 Tersenyumlah walau hati kita sedang menangis

🔴 Berbuatlah kebaikan meski kita sedang ada musibah.

🌾Waktu itu hanya 3, yaitu hari kemarin, hari ini dan hari esok. Pengalaman hari kemarin jadikan pengamalan hari ini dan untuk dipertanggung jawabkan hari esok!

Semoga hari demi hari yang kita jalani penuh dengan amaliah dan berkah. Aamiin.

Selamat meraih Rahmat dan Ampunan Allah SWT..🌹💐🌻

JANGAN JADIKAN ILMU ATAU IBADAHMU UNTUK MERAIH DUNIA!

Abdullah bin Muhairiz ingin membeli pakaian, maka ada seseorang yang berkata kepada sang penjual,
“Ini adalah Ibnu Muhairiz.”

Maka dia memperbagus pelayanannya kepada beliau, namun beliau justru marah dan meninggalkan toko tersebut seraya berkata:

إنما أريد أن نشتري بأموالنا لسنا نشتري بديننا

HIKMAH SIANG

🌾Tidak ada kekayaan sebaik akal yang sempurna,
🌾Tidak ada kemelaratan seburuk kebodohan,
🌾Tidak ada warisan sebaik adab dan akhlak, serta
🌾Tidak ada dukungan melebihi hasil musyawarah!

Selamat beraktifitas…! Semoga meraih rahmat dan ampunan Allah SWT selalu. Aamiin.🌸🌻

DO’A KEHANCURAN UNTUK PARA PEMBANTAI KM 50

Ayo Sebar Luaskan & Bacakan serta Aminkan Do’a IB-HRS
untuk Kehancuran Para Pembantai 6 Syuhada KM 50 yang pernah dibacakan dalam Ruang Sidang :

يا جبَّار يا قهَّار يا مُنتقِم
يا من حرَّم الظُّلمَ على نفسِه وجعلَه محرَّمًا بين عبادِه
انتقِمْ لنا على من ظلَمَنا وقتَل رجالَنا ومن خطَّط
وأمَر وأرْسل وأيَّد وساعَد ودافَع ورضِيَ بظُلمِهم
وسلِّطِ اللهمَّ عليهم عاجلَ النِّقَمِ في اليومٍ والغدا
اللهمَّ اجعلِ الدائرةَ عليهِم وأرسِلِ العذابَ الأليمَ إليهِم في الدُّنيا قبلَ الٱخرة
اللهمَّ أحصِهم عددًا واقتُلْهم بددًا ولا تُغادِرْ منهُم أحدًا
اللهمَّ مزِّقْهُم كلَّ مُمزَّقٍ مزَّقْتَه أعداءَك انتصارًا لأنبيائِك ورُسُلِك وأوليائِك
اللهم انتصِرْ لنا انتصارَك لأحبابِك على أعدائِك
اللهمَّ تقبَّلْ بجاهٍ المصطفى وجميعِ الأنبياءِ والمرسلين وأهلِ البيتِ الطاهرين
والصحابةِ الطيِّبين والعلماءِ العاملين والأولياءِ الصَّالحين والشُّهداءِ المجاهدين
اللهمَّ صلِّ على سيِّدِنا محمَّدٍ صلاةً تُرِينا بها عجائبَ قدرتِك
في تدميرِ أعدائِنا وأعدائِك وعلى ٱلهِ وصحبهِ وسلِّم
والحمد لله ربِّ العالمين.

Wahai Yang Maha Kuasa … Wahai Yang Maha Perkasa … Wahai Yang Maha Pembalas

Wahai Yang Mengharamkan Kezaliman atas diri-Nya dan menjadikan Kezaliman sebagai sesuatu yang haram di antara hamba-Nya.

Balaskanlah untuk kami atas orang-orang yang menzalimi kami dan membunuh para pemuda kami beserta orang yang merencanakan, memerintahkan, mengirimkan, menguatkan, membantu, membela dan merestui/meridoi kezaliman mereka.

Ya Allah, kalahkan mereka dengan pembalasan yang segera pada hari ini dan esok.

Ya Allah, jadikanlah lingkaran pembalasan mengelilingi mereka dan kirimlah adzab yang pedih kepada mereka di Dunia sebelum di Akhirat.

Ya Allah, perhitungkan mereka satu per satu, dan bunuhlah mereka semua, serta jangan kau tinggalkan seorang pun dari mereka.

Ya Allah, koyaklah mereka sekoyak-koyaknya, sebagaimana Engkau koyak musuh-musuh-Mu saat pemenangan para Nabi dan Rasul serta Wali-Mu.

Ya Allah, menangkanlah kami dg pemenangan-Mu untuk para kekasih-Mu atas para musuh-Mu.

Ya Allah, terimalah (doa kami) dengan kemuliaan Al-Mushthofa beserta para Nabi dan Rasul, serta Ahlul Bait yang suci dan Shahabat yang thoyyib, serta para Ulama yang beramal dan para Wali yang sholeh, serta juga para Syuhada yang berjihad.

Ya Allah, limpahkanlah Sholawat untuk Sayyiduna Muhammad berupa Sholawat yang dengannya Engkau perlihatkan kepada kami keajaiban kekuasaan-Mu dalam menghancurkan musuh-musuh kami dan musuh-musuh-Mu, dan limpahkan juga Sholawat dan Salam untuk Keluarga dan Shahabat Nabi.

Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du

Inti dan hakikat hidayah adalah taufik dari Allah ﷻ, maka berdoa memohon hidayah kepada Allah ﷻ merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah.

Oleh karena itu, Allah ﷻ memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepadaNya, yaitu dalam surah al-Fatihah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”. [QS. Al Fatihah: 6]

Hal-hal lain yang menjadi sebab datangnya hidayah Allah ﷻ selain yang dijelaskan di atas adalah sebagai berikut:

◆ Tidak bersandar kepada diri sendiri dalam melakukan semua kebaikan dan meninggalkan segala keburukan.

Selalu bergantung dan bersandar kepada Allah ﷻ dalam segala sesuatu yang dilakukan atau ditinggalkan oleh seorang hamba, serta tidak bergantung kepada kemampuan diri sendiri merupakan sebab utama untuk meraih taufik dari Allah ﷻ yang merupakan hidayah yang sempurna, bahkan inilah makna taufik yang sesungguhnya.

Inilah yang terungkap dalam doa yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ: “(Ya Allah), jadikanlah baik semua urusanku dan janganlah Engkau membiarkan diriku bersandar kepada diriku sendiri (meskipun cuma) sekejap mata.”

◆ Selalu mengikuti dan berpegang teguh dengan agama Allah ﷻ secara keseluruhan lahir dan batin.

Allah ﷻ berfirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya).” [QS Thaahaa: 123]

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa orang yang mengikuti dan berpegang teguh dengan petunjuk Allah yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya ﷺ, dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, maka dia tidak akan tersesat dan sengsara di dunia dan akhirat, bahkan dia selalu mendapat bimbingan petunjuk-Nya, kebahagiaan dan ketentraman di dunia dan akhirat. [Lihat. Taisiiru Kariimirrahman, Ibnu Sa’di]

◆ Membaca AlQuran dan merenungkan kandungan maknanya.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. [QS al-Israa’: 9]

Imam Ibnu Katsir berkata: “(Dalam ayat ini) Allah ﷻ memuji kitab-Nya yang mulia yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya ﷺ, yaitu AlQuran, bahwa kitab ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan jelas” [Tafsir Ibnu Katsir 3/39]

Maksudnya: yang paling lurus dalam tuntunan berkeyakinan, beramal dan bertingkah laku, maka orang yang selalu membaca dan mengikuti petunjuk AlQuran, dialah yang paling sempurna kebaikannya dan paling lurus petunjuknya dalam semua keadaannya [Taisiiru Kariimirrahman hal. 454]

◆ Mentaati dan meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.

Allah ﷻ berfirman (artinya):

“Dialah (Allah ﷻ) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi”. [QS al-Fath: 28]

Para ulama ahli tafsir menafsirkan al-huda (petunjuk) dalam ayat ini dengan ilmu yang bermanfaat dan dinul haq (agama yang benar) dengan amal shaleh.

Ini menunjukkan bahwa sunnah Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baik petunjuk yang akan selalu membimbing manusia untuk menetapi jalan yang lurus dalam ilmu dan amal.

◆ Mengikuti pemahaman dan pengamalan para Shahabat radhiallahu’anhum dalam beragama.

Allah ﷻ berfirman:

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ

“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan.” [QS al-Baqarah: 137]

Ayat ini menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman para Shahabat radhiallahu’anhum dalam keimanan, ibadah, akhlak dan semua perkara agama lainnya, karena inilah sebab untuk mendapatkan petunjuk dari Allah ﷻ. Para Shahabat radhiallahu ’anhum adalah yang pertama kali masuk dalam makna ayat ini, karena merekalah orang-orang yang pertama kali memiliki keimanan yang sempurna setelah Rasulullah ﷺ .

◆ Meneladani tingkah laku dan akhlak orang-orang yang shaleh sebelum kita.

Allah ﷻ berfirman:

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. [QS al-An’aam: 90]

Dalam ayat ini Allah ﷻ memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk meneladani petunjuk para Nabi ‘alaihissalam yang diutus sebelum beliau ﷺ, dan ini juga berlaku bagi umat Nabi Muhammad ﷺ [Tafsir Ibnu Katsir (2/208)]

◆ Mengimani takdir Allah ﷻ dengan benar.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. [QS at-Taghaabun: 11]

Imam Ibnu Katsir berkata: “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah ﷻ), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/137]

◆ Bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”. [QS al-‘Ankabuut: 69]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗂 Referensi: Diringkas dengan proses editing oleh Tim Permata Sunnah dari http://www.alhujjah.com/
🖊 Ustadz Abdullah Taslim

•┈•❦•┈•◕✿◕•┈•❦•┈•

Semoga bermanfaat

POHON PUN BERSHOLAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

ُAssalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Dahulu di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam,
suatu ketika seorang baduwi lewat dihadapan Rasulullah kemudian rosul bertanya:
“wahai fulan, hendak kemanakah engkau?”
Dia menjawab : “pergi untuk bersilaturrahmi ke rumah si fulan”,
maka Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wasallam berkata:
“Maukah engkau kuberi sesuatu yang lebih berharga daripada hal itu?”,
Orang baduwi itu berkata : “apa itu?”,
maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَإِنِّي مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله

“Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah Muhammad utusan Allah”

Kemudian orang baduwi itu bertanya :
“apa yang akan aku dapatkan jika aku mengucapkannya,
dan apa yang bisa membuktikan bahwa kalimat itu benar?”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
“lihatlah pohon yang sangat besar itu, hampirilah pohon itu dan katakan padanya :
“wahai pohon! Engkau dipanggil oleh Muhammad”.

Orang baduwi itu pun merasa ragu untuk menjalankan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena dia menganggap hal yang mustahil terjadi,
namun akhirnya ia melaksanakannya dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Aku akan panggil pohon itu,
namun jika pohon itu tidak mengikuti perintahmu maka akan kutebas lehermu”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “baik, lakukanlah”.

Maka orang baduwi itu berjalan menuju pohon besar itu, dan ketika sampai didepan pohon itu ia berkata : “wahai pohon! engkau dipanggil oleh Muhammad”,
maka dalam sekejap pohon itu pun mulai menarik akar-akarnya sehingga seluruh akarnya
keluar dari dalam bumi lalu berjalan menuju kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
dan pohon itu berkata :

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu ‘alayka ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wabarokatuh…

“Salam sejahtera atasmu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan-Nya”

Melihat kejadian tersebut, orang baduwi itu terpaku antara sadar dan tidak karena telah melihat
pohon yang sangat besar menyeret akar-akarnaya dari dalam bumi kemudian berjalan menghadap
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengucapkan salam kepada
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Maka orang baduwi itu hendak menguji Rasulullah lagi dengan meminta
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam agar memerintah pohon itu untuk kembali pada tempatnya,
si baduwi itu mengira jika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mampu memanggilnya saja,
lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memenuhi permintaan baduwi itu dan berkata :
“wahai pohon! kembalilah engkau ke tempatmu!”,
maka pohon itu pun menyeret semua akar-akarnya dan kembali ke tempatnya,
seakan telah dibantu oleh bumi untuk kembali ke tempat asalnya.
Kemudian orang baduwi itu berkata :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Hal yang demikian adalah hal yang sangat mudah bagi sang nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam…

Dimana Engkau Wahai Para Pecinta Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam?
Masihkah Kita Enggan Untuk Memperbanyak Sholawat Atas Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam?

صلى الله على سيدنا محمد و آله و صحبه و سلم
http://t.me/ghautsulibaad_squad

صلى الله على محمد

KISAH NABI MUHAMMAD SAW,
MEMBELAH BULAN

Di zaman Jahilliyah hiduplah raja bernama Habib bin Malik di Syam, dia penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwahkan Rasulullah Saw.
Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah Saw.
Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah Saw, dan membalas surat itu Ia akan berkunjung ke Mekah.
Pada hari yang telah ditentukan berangkatlah Ia dengan 10.000 orang ke Mekah.
Sampai di Desa Abtah, dekat Mekah, ia mengirim utusan untuk memberitahu Abu Jahal bahwa Dia telah tiba di perbatasan Mekah.
Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy.
“Seperti apa sih Muhammad itu……?”
Tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu Jahal.
“Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Haasyim,” jawab Abu Jahal.
Lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim.
“Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi.
Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami.
Ia menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami,” jawab salah seorang keluarga Bani Hasyim.
Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah Saw, dan menyuruh untuk memaksa bila Ia tidak mau datang.
Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah Saw datang bersama Abu Bakar As Siddiq ra, dan Khadijah ra.
Sepanjang jalan Khadijah Ra, menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar ra.
“Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah ﷻ ” Kata Rasulullah Saw.
Sampai di Desa Abthah, Rasulullah Saw di sambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas.
Ketika Rasulullah Saw duduk di kursi tersebut, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum
Maka berkata Raja Habib:
“Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang Engkau miliki……………..?”
Dengan tenang Rasulullah Saw balik bertanya:
“Mukjizat apa yang Tuan kehendaki…………….?”
Raja Habib bin Malik Menjawab:
“Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian munculkanlah bulan.
Lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian, dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan.
Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi. Lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul.
Setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula.
Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu,”….
Mendengar itu Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah Saw tidak dapat melakukannya.
Dengan tegas dan yakin Rasulullah Saw menjawab: “Aku penuhi permintaan Tuan.”
Kemudian Rasulullah Saw berjalan ke arah Gunung Abi Qubaisy dan shalat dua rakaat.
Usai shalat, Beliau Saw berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi, agar permintaan Raja Habib terpenuhi.
Seketika itu juga tanpa diketahui oleh siapapun juga turunlah 12.000 malaikat.
Maka berkatalah malaikat:
“Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu.
Allah berfirman: ‘Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu. Sesungguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak Zaman Azali.’
Tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan kerasulanmu. Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam.
Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak punya kaki dan tangan serta buta. Allah ﷻ telah menyembuhkan anak itu, sehingga ia bisa berjalan, meraba dan melihat.”
Lalu bergegaslah Rasulullah Saw turun menjumpai orang kafir, sementara bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar.
Waktu itu matahari telah beranjak senja, matahari hampir tenggelam, sehingga suasananya remang-remang
Tak lama kemudian Rasulullah Saw berdoa agar bulan segera terbit.
Maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang.
ILUSTRASI Terbelahnya Bulan Lalu dengan dua jari Rasulullah Saw mengisyaratkan agar bulan itu turun ke pada nya
Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat.
Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan Rasulullah Saw.
Segera setelah itu Beliau rosulalloh membelahnya menjadi dua bagian, lalu Beliau masukkan ke lengan baju kanan dan kiri.
Tidak lama kemudian, Beliau rosulalloh mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali.
Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah Saw menggengam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang.
Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara:
“Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”
Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncang.
Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata…………!
Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihai dalam ilmu sihir sekalipun…..!
Namun, hati Raja Habib masih beku.
Maka ia pun berkata, “Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu.”
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong pembicaraan,
“Engkau mempunyai putri yang cacat, bukan……………?
Sekarang, Allah ﷻ telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna.”
Raja Habib pun terkejut karena tidak ada siapapun yang tahu penyakit anaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja.
Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib.
Spontan ia pun berdiri dan berseru,
“Hai penduduk Mekah………!
Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu diragukan.
Ketahuilah, sesungguhnya aku bersaksi: tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya;
dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya…!”
Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah, dengan emosi berkata kepada Raja Habib:
“Wahai…! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya……………?”
Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang.
Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat sahadat.
Tentu saja Raja Habib terkejut.
“Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu…………
?
Siapa yang mengajarimu………….?”
“Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam.
Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat,” jawab sang putri.
Maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah ﷻ

INNADINNA INDALLOHIL ISLAM

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Dikutip dari Kitab: Durrotun
Nashihin
Bab Mu’jizat Nabi ﷺ *