Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du

Inti dan hakikat hidayah adalah taufik dari Allah ﷻ, maka berdoa memohon hidayah kepada Allah ﷻ merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah.

Oleh karena itu, Allah ﷻ memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepadaNya, yaitu dalam surah al-Fatihah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”. [QS. Al Fatihah: 6]

Hal-hal lain yang menjadi sebab datangnya hidayah Allah ﷻ selain yang dijelaskan di atas adalah sebagai berikut:

◆ Tidak bersandar kepada diri sendiri dalam melakukan semua kebaikan dan meninggalkan segala keburukan.

Selalu bergantung dan bersandar kepada Allah ﷻ dalam segala sesuatu yang dilakukan atau ditinggalkan oleh seorang hamba, serta tidak bergantung kepada kemampuan diri sendiri merupakan sebab utama untuk meraih taufik dari Allah ﷻ yang merupakan hidayah yang sempurna, bahkan inilah makna taufik yang sesungguhnya.

Inilah yang terungkap dalam doa yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ: “(Ya Allah), jadikanlah baik semua urusanku dan janganlah Engkau membiarkan diriku bersandar kepada diriku sendiri (meskipun cuma) sekejap mata.”

◆ Selalu mengikuti dan berpegang teguh dengan agama Allah ﷻ secara keseluruhan lahir dan batin.

Allah ﷻ berfirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya).” [QS Thaahaa: 123]

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa orang yang mengikuti dan berpegang teguh dengan petunjuk Allah yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya ﷺ, dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, maka dia tidak akan tersesat dan sengsara di dunia dan akhirat, bahkan dia selalu mendapat bimbingan petunjuk-Nya, kebahagiaan dan ketentraman di dunia dan akhirat. [Lihat. Taisiiru Kariimirrahman, Ibnu Sa’di]

◆ Membaca AlQuran dan merenungkan kandungan maknanya.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. [QS al-Israa’: 9]

Imam Ibnu Katsir berkata: “(Dalam ayat ini) Allah ﷻ memuji kitab-Nya yang mulia yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya ﷺ, yaitu AlQuran, bahwa kitab ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan jelas” [Tafsir Ibnu Katsir 3/39]

Maksudnya: yang paling lurus dalam tuntunan berkeyakinan, beramal dan bertingkah laku, maka orang yang selalu membaca dan mengikuti petunjuk AlQuran, dialah yang paling sempurna kebaikannya dan paling lurus petunjuknya dalam semua keadaannya [Taisiiru Kariimirrahman hal. 454]

◆ Mentaati dan meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.

Allah ﷻ berfirman (artinya):

“Dialah (Allah ﷻ) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi”. [QS al-Fath: 28]

Para ulama ahli tafsir menafsirkan al-huda (petunjuk) dalam ayat ini dengan ilmu yang bermanfaat dan dinul haq (agama yang benar) dengan amal shaleh.

Ini menunjukkan bahwa sunnah Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baik petunjuk yang akan selalu membimbing manusia untuk menetapi jalan yang lurus dalam ilmu dan amal.

◆ Mengikuti pemahaman dan pengamalan para Shahabat radhiallahu’anhum dalam beragama.

Allah ﷻ berfirman:

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ

“Jika mereka beriman seperti keimanan yang kalian miliki, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perpecahan.” [QS al-Baqarah: 137]

Ayat ini menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman para Shahabat radhiallahu’anhum dalam keimanan, ibadah, akhlak dan semua perkara agama lainnya, karena inilah sebab untuk mendapatkan petunjuk dari Allah ﷻ. Para Shahabat radhiallahu ’anhum adalah yang pertama kali masuk dalam makna ayat ini, karena merekalah orang-orang yang pertama kali memiliki keimanan yang sempurna setelah Rasulullah ﷺ .

◆ Meneladani tingkah laku dan akhlak orang-orang yang shaleh sebelum kita.

Allah ﷻ berfirman:

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka”. [QS al-An’aam: 90]

Dalam ayat ini Allah ﷻ memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk meneladani petunjuk para Nabi ‘alaihissalam yang diutus sebelum beliau ﷺ, dan ini juga berlaku bagi umat Nabi Muhammad ﷺ [Tafsir Ibnu Katsir (2/208)]

◆ Mengimani takdir Allah ﷻ dengan benar.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. [QS at-Taghaabun: 11]

Imam Ibnu Katsir berkata: “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah ﷻ), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/137]

◆ Bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”. [QS al-‘Ankabuut: 69]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗂 Referensi: Diringkas dengan proses editing oleh Tim Permata Sunnah dari http://www.alhujjah.com/
🖊 Ustadz Abdullah Taslim

•┈•❦•┈•◕✿◕•┈•❦•┈•

Semoga bermanfaat

POHON PUN BERSHOLAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

ُAssalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Dahulu di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam,
suatu ketika seorang baduwi lewat dihadapan Rasulullah kemudian rosul bertanya:
“wahai fulan, hendak kemanakah engkau?”
Dia menjawab : “pergi untuk bersilaturrahmi ke rumah si fulan”,
maka Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wasallam berkata:
“Maukah engkau kuberi sesuatu yang lebih berharga daripada hal itu?”,
Orang baduwi itu berkata : “apa itu?”,
maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَإِنِّي مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله

“Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah Muhammad utusan Allah”

Kemudian orang baduwi itu bertanya :
“apa yang akan aku dapatkan jika aku mengucapkannya,
dan apa yang bisa membuktikan bahwa kalimat itu benar?”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
“lihatlah pohon yang sangat besar itu, hampirilah pohon itu dan katakan padanya :
“wahai pohon! Engkau dipanggil oleh Muhammad”.

Orang baduwi itu pun merasa ragu untuk menjalankan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena dia menganggap hal yang mustahil terjadi,
namun akhirnya ia melaksanakannya dan berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Aku akan panggil pohon itu,
namun jika pohon itu tidak mengikuti perintahmu maka akan kutebas lehermu”,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “baik, lakukanlah”.

Maka orang baduwi itu berjalan menuju pohon besar itu, dan ketika sampai didepan pohon itu ia berkata : “wahai pohon! engkau dipanggil oleh Muhammad”,
maka dalam sekejap pohon itu pun mulai menarik akar-akarnya sehingga seluruh akarnya
keluar dari dalam bumi lalu berjalan menuju kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
dan pohon itu berkata :

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu ‘alayka ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wabarokatuh…

“Salam sejahtera atasmu wahai nabi serta rahmat dan keberkahan-Nya”

Melihat kejadian tersebut, orang baduwi itu terpaku antara sadar dan tidak karena telah melihat
pohon yang sangat besar menyeret akar-akarnaya dari dalam bumi kemudian berjalan menghadap
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mengucapkan salam kepada
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Maka orang baduwi itu hendak menguji Rasulullah lagi dengan meminta
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam agar memerintah pohon itu untuk kembali pada tempatnya,
si baduwi itu mengira jika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mampu memanggilnya saja,
lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memenuhi permintaan baduwi itu dan berkata :
“wahai pohon! kembalilah engkau ke tempatmu!”,
maka pohon itu pun menyeret semua akar-akarnya dan kembali ke tempatnya,
seakan telah dibantu oleh bumi untuk kembali ke tempat asalnya.
Kemudian orang baduwi itu berkata :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”

Hal yang demikian adalah hal yang sangat mudah bagi sang nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam…

Dimana Engkau Wahai Para Pecinta Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam?
Masihkah Kita Enggan Untuk Memperbanyak Sholawat Atas Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam?

صلى الله على سيدنا محمد و آله و صحبه و سلم
http://t.me/ghautsulibaad_squad

صلى الله على محمد

KISAH NABI MUHAMMAD SAW,
MEMBELAH BULAN

Di zaman Jahilliyah hiduplah raja bernama Habib bin Malik di Syam, dia penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwahkan Rasulullah Saw.
Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah Saw.
Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah Saw, dan membalas surat itu Ia akan berkunjung ke Mekah.
Pada hari yang telah ditentukan berangkatlah Ia dengan 10.000 orang ke Mekah.
Sampai di Desa Abtah, dekat Mekah, ia mengirim utusan untuk memberitahu Abu Jahal bahwa Dia telah tiba di perbatasan Mekah.
Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy.
“Seperti apa sih Muhammad itu……?”
Tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu Jahal.
“Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Haasyim,” jawab Abu Jahal.
Lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim.
“Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi.
Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami.
Ia menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami,” jawab salah seorang keluarga Bani Hasyim.
Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah Saw, dan menyuruh untuk memaksa bila Ia tidak mau datang.
Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah Saw datang bersama Abu Bakar As Siddiq ra, dan Khadijah ra.
Sepanjang jalan Khadijah Ra, menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar ra.
“Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah ﷻ ” Kata Rasulullah Saw.
Sampai di Desa Abthah, Rasulullah Saw di sambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas.
Ketika Rasulullah Saw duduk di kursi tersebut, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum
Maka berkata Raja Habib:
“Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang Engkau miliki……………..?”
Dengan tenang Rasulullah Saw balik bertanya:
“Mukjizat apa yang Tuan kehendaki…………….?”
Raja Habib bin Malik Menjawab:
“Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian munculkanlah bulan.
Lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian, dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan.
Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi. Lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul.
Setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula.
Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu,”….
Mendengar itu Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah Saw tidak dapat melakukannya.
Dengan tegas dan yakin Rasulullah Saw menjawab: “Aku penuhi permintaan Tuan.”
Kemudian Rasulullah Saw berjalan ke arah Gunung Abi Qubaisy dan shalat dua rakaat.
Usai shalat, Beliau Saw berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi, agar permintaan Raja Habib terpenuhi.
Seketika itu juga tanpa diketahui oleh siapapun juga turunlah 12.000 malaikat.
Maka berkatalah malaikat:
“Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu.
Allah berfirman: ‘Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu. Sesungguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak Zaman Azali.’
Tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan kerasulanmu. Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam.
Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak punya kaki dan tangan serta buta. Allah ﷻ telah menyembuhkan anak itu, sehingga ia bisa berjalan, meraba dan melihat.”
Lalu bergegaslah Rasulullah Saw turun menjumpai orang kafir, sementara bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar.
Waktu itu matahari telah beranjak senja, matahari hampir tenggelam, sehingga suasananya remang-remang
Tak lama kemudian Rasulullah Saw berdoa agar bulan segera terbit.
Maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang.
ILUSTRASI Terbelahnya Bulan Lalu dengan dua jari Rasulullah Saw mengisyaratkan agar bulan itu turun ke pada nya
Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat.
Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan Rasulullah Saw.
Segera setelah itu Beliau rosulalloh membelahnya menjadi dua bagian, lalu Beliau masukkan ke lengan baju kanan dan kiri.
Tidak lama kemudian, Beliau rosulalloh mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali.
Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah Saw menggengam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang.
Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara:
“Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”
Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncang.
Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata…………!
Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihai dalam ilmu sihir sekalipun…..!
Namun, hati Raja Habib masih beku.
Maka ia pun berkata, “Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu.”
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong pembicaraan,
“Engkau mempunyai putri yang cacat, bukan……………?
Sekarang, Allah ﷻ telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna.”
Raja Habib pun terkejut karena tidak ada siapapun yang tahu penyakit anaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja.
Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib.
Spontan ia pun berdiri dan berseru,
“Hai penduduk Mekah………!
Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu diragukan.
Ketahuilah, sesungguhnya aku bersaksi: tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya;
dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya…!”
Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah, dengan emosi berkata kepada Raja Habib:
“Wahai…! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya……………?”
Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang.
Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat sahadat.
Tentu saja Raja Habib terkejut.
“Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu…………
?
Siapa yang mengajarimu………….?”
“Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam.
Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat,” jawab sang putri.
Maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah ﷻ

INNADINNA INDALLOHIL ISLAM

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Dikutip dari Kitab: Durrotun
Nashihin
Bab Mu’jizat Nabi ﷺ *

Apa penemuan yang paling hebat luar biasa di era ini ?

Pesawat?
Mobil?
TV?
Komputer?
Listrik?

Ternyata tidak …

Anda tahu penemuan yg paling hebat abad ini adalah :

HANDPHONE

Mengapa ?

Ini alasannya :

HP Melenyapkan Televisi.
HP Melenyapkan Arloji.
HP Melenyapkan Komputer.
HP Melenyapkan Radio.
HP Melenyapkan Tape Recorder.
HP Melenyapkan Kamera.
HP Melenyapkan Game.
HP Melenyapkan Koran.
HP Melenyapkan Kalender.
HP Melenyapkan Kartu ATM.
HP Melenyapkan Dompet Uang.

…… yang akan datang, HP akan melenyapkan apa lagi?
🚨📝
HP bisa melenyapkan mata kalian.
HP bisa melenyapkan tulang leher kalian.
HP bisa melenyapkan kesehatan kalian.
HP bisa melenyapkan perkawinan kalian.
HP bisa melenyapkan kasih sayang keluarga kalian.
HP bisa melenyapkan generasi penerus

HP bisa melenyapkan waktu berharga kalian

HP bisa melenyapkan masa depan anak anak kalian.

BAHKAN HP bisa melenyapkan Keimanan kalian.

Mari kita ingatkan diri kita, anak2 kita dan keluarga kita agar bisa bersikap BIJAK dalam penggunaan HP agar HP tdk melalaikan diri kita🙏🙏🙏

Silahkan copas bila bermanfaat bagi anda dan orang lain…

Tiga hal yang membawa penyakit :
1) ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ

  1. Banyak bicara
    2) ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
  2. Banyak tidur
    3) ﺍﻷﻛﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
  3. Banyak makan
    ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺗﻬﺪﻡ ﺍﻟﺒﺪﻥ :

Empat hal yang merusak badan :
1) ﺍﻟﻬﻢ

  1. Duka
    2) ﺍﻟﺤﺰﻥ
  2. Sedih
    3) ﺍﻟﺠﻮﻉ
  3. Lapar
    4) ﺍﻟﺴﻬﺮ
  4. Tidak Tidur Malam
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺑﻬﺠﺘﻪ :

Lima hal yang menambah cerah wajah :
1) ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ

  1. Taqwa
    2) ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
  2. Jujur
    3) ﺍﻟﻜﺮﻡ .
  3. Pemurah
    4) ﺍﻟﻤﺮﻭﺀﺓ
  4. Jaga Kehormatan
  5. Pemaaf
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺠﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :

Empat hal yang menarik rezeki :
1) ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ

  1. Qiyamul Lail
    2) ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻷﺳﺤﺎﺭ
  2. Banyak istighfar waktu 2/3 malam
    3) ﺗﻌﺎﻫﺪ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
  3. Biasa Bersedeqah
    4) ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺁﺧﺮﻩ
  4. Berdzikr waktu awal pagi dan petang
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭثلاثة ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ

Tiga hal yang menjauhkan rezeki :
1) ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺢ

  1. Tidur waktu pagi
    2) ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ
  2. Sedikit sholat
    3) ﺍﻟﻜﺴﻞ
  3. Malas
    ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻤﻤﺖ ﺑﻔﻌﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺗﺬﻛﺮ ﺛﻼﺙ ﺁﻳﺎﺕ :

Setiap kali ingin membuat maksiat ingat
tiga ayat :
1-” ﺃﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻯ “
“Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah sedang melihat”

2-” ﻭﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻣﻘﺎﻡ ﺭﺑﻪ ﺟﻨﺘﺎﻥ “
“Siapa yang takut kepada kedudukan Tuhannya baginya dua syurga”

3-” ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺂ “
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah. Dia jadikan baginya jalan penyelesaian”
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻻ ﺗﺒﺨﻞ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺍﺻﺤﺎﺑﻚ ﻭﺍﺣﺒﺎﺑﻚ .. !!

Jangan pelit membagikan tulisan ini kepada teman-teman kita ….. !!!!!

💌semoga bermanfaat Assalamu’alaikum…

      Bukalah dan bacalah


      Allah SWT telah berfirman.

      Bunyinya :

      *"Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".*

      *Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!*         

Allah berfirman : “Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)”

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

Kuatkan berfikir utk akhirat.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Subhanallah… 😫😭

Ringan-ringankanlah tangan untuk membagi berita ini. Akan mendapat pahala mengingatkan saudara Islam…

Kirim La illaha illa Allah,
_Muhammadu Rasulullah

Kirim kepada 3 group saja.
Lihat apakah anda
mempunyai
waktu untuk
ALLAH atau tidak???

KISAH PARA PENEBAR BULU . . .
(Pada Allah pun Tak Ada Takut dan Malu 😥)

Kisah yang sangat populer ini bercerita tentang si ‘Fulan’ yang telah menyebar fitnah. Namun segera sadar lalu bergegas mohon maaf pada yang di fitnah-nya, seorang yang dikenal banyak orang sebagai ‘orang bijak’.

“Besok kembalilah ke rumahku lagi dengan membawa kemoceng. Sembari jalan kemari cabutlah bulu-bulu kemoceng itu. Sepanjang jalan yang kau lalui, buang dan sebarlah bulu2 itu . . .” Kata orang yang dimintai maaf, ketika ‘Fulan’ sowan ke rumahnya.

Esoknya ‘Fulan’ benar kerjakan semua perintah orang itu. Sepanjang jalan menuju kediaman si ‘orang bijak’. Dicabut dan di tebarkan bulu-bulu dari kemoceng itu.

Sesampai di rumah yang dituju, setelah ber-bincang sejenak, Fulan disuruhnya pulang lagi. Sambil di perintah untuk pungut kembali bulu2 kemoceng yang tadi dibuangnya. Semua . . .

Dengan taat dikerjakan juga ‘perintah’ itu meski dirasa aneh. Ternyata bukan hal yang mudah. Bulu2 tadi telah beterbangan kemana saja. Entah. Hanya ditemukan barang dua atau tiga. Tersangkut perdu . . .

Bolak balik berkali jalanan itu ‘disapu’. Tetap saja tak bertambah temuan bulu-bulu. Sampai larut malam. Fulan tergeletak kelelahan di sisi jalan.

Matahari belum terbit Fulan sudah di depan pintu si ‘orang bijak’. Duduk takzim menunggu.

❤❤❤

“Lihatlah Fulan. Cuma tiga helai bulu yang bisa kamu temu dan kumpulkan lagi. Kemana sisa-nya ?”

“Bertebaran kemana saja sekehendak angin mau. Bulu-bulu itulah fitnah yang telah kau sebar”

“Tersebar kemana saja diluar batas kendalimu. Mungkin satu dua kembali dan kau bisa benahi. Namun sisanya ?”

“Telah menjadi dosa yang beranak-pianak, berkembang tak berbatas tak berujung. Lampaui batas tempat dan waktu. Itu artinya, sampai engkau matipun, fitnah-mu, kata2 ber-bisa mu, tetap akan menyebar . . .”

“Sanggup kah kau menerka, membayangkan, ‘timbangan’ catatan amal-mu kelak ?”

Fulan terdiam kelu . . .

😥😥😥

Tak perlu jadi orang bijak untuk bisa mengerti arti cerita itu. Tak perlu jadi orang ‘alim’ untuk paham, saat Nabi mulia katakan ‘fitnah itu bak makan bangkai saudaranya’ dan lebih berat dosanya dari pada memakan riba . . .

Tak butuh pula ribuan hari mengkaji kitab untuk paham makna, ‘Sesungguhnya yang mengada-ada kebohongan, hanyalah orang2 yang tidak beriman kepada ayat2 Allah, dan mereka ini adalah para pendusta’ (An-Nahl : 105)

❤❤❤

Banyak dari kita mencari dan membuka aib sesama. Bahkan jika tidak ada pun di buatlah kebohongan. Fitnah.

Tak sadar, betapa besar dosa kita yang bersumber dari aib kita sendiri yang tak terbuka. Tak ada sanak, teman, khalayak, yang mengetahui.

Seorang alim katakan, “Seandainya dosa-dosa itu ada baunya, maka sesungguhnya tak ada seorangpun yang mau duduk bersamaku” ❤

❤❤❤

Jika sekarang kita bisa berdiri gagah, kepala tegak, penuh rasa bangga, hanya karena Allah berkenan menutup aib kita.

Lalu mengapa kita menyebar ‘aib palsu’, fitnah tak berdasar dari saudara kita . . .😥

❤❤❤

Bagaimana dengan si Fulan dalam kisah diatas tadi ?

Tak perlu dipikirkan lagi. Cuma kisah. Andai benar terjadi, sepertinya si Fulan mungkin tak peduli lagi ‘per-maaf-an’ dari si orang bijak.

Dia sedang sibuk berpikir cara mengumpulkan kembali bulu-bulu yang terlanjur menyebar, terbawa angin, yang telah jadi ‘dosa abadi’ . . .

❤❤❤

Pulogebang Permai, Jakarta Timur
Senin Legi, 06 Mei 2019

Edisi ‘Ramadhan Jalan Tuk Kembali ❤’

PERLU DIRENUNGKAN : (“MALAM ITU DATANGNYA LAMBAN”)

Orang tua yg katanya banyak makan asam garam, mengerti semuanya, namun sejatinya mereka seperti anak-2 yg tidak mengerti tentang masa tua.

Banyak orang tua yg tidak mempersiapkan diri menghadapi perjalanan masa tua ini.

Manusia sejak menginjak usia 60 tahun mulai memasuki masa tua, sebelum hari benar-2 gelap kita harus mengingat beberapa pemandangan yg akan dihadapi, sehingga hati lebih siap dan tidak galau.

# PEMANDANGAN PERTAMA, ketika usia makin tua kita menyadari bahwa makin sedikit orang orang yg ada disamping kita, generasi orang tua kita telah tiada, generasi kita juga banyak yg sudah tidak mampu merawat diri sendiri, generasi muda punya kesibukan sendiri, bahkan mungkin suami atau istri sudah jalan lebih dahulu.

Yang menemani kita hanyalah hari hari yg kosong melompong, kita harus belajar untuk hidup sendirian dan menikmati kesendirian tsb.

## PEMANDANGAN KEDUA, Perhatian masyarakat makin lama makin kecil, tidak peduli dulu betapa gemilangnya karir kita, betapa terkenalnya kita, setelah uzur kita menjadi kakek atau nenek biasa saja. Lampu-2 tidak lagi menyoroti kita, karena itu belajarlah untuk duduk disudut yg tenang, mengagumi keriuhan generasi muda, dan kita tidak boleh dan harus menanggulangi rasa cemburu atau rasa galau kita.

### PEMANDANGAN KETIGA, jalan didepan banyak bahaya yg menghadang, patah tulang, stroke, alzheimer, kanker dsb, semua itu mungkin menghampiri kita, mau menolakpun sulit, karena itu kita harus belajar berdamai dgn penyakit-2 itu, belajar hidup bersama penyakit, berteman dgn penyakit, jagalah suasana hati, tugas kita adalah berolah raga yg cukup, selalu memompa semangat kita sendiri.

#### PEMANDANGAN KEEMPAT, hidup diatas tempat tidur, kembali ke situasi seperti waktu kita kecil. Ketika ibu melahirkan kita, diatas tempat tidur, setelah melewati kehidupan yg penuh kesulitan dan lika liku, akhirnya kita kembali ke awal….
Tempat tidur, menerima perawatan orang lain.

Yang berbeda dulu kita dirawat ibu, namun nanti belum tentu ada keluarga yg merawat kita, walau ada tentu jauh beda dgn perawatan seorang Ibu, besar kemungkinan yg merawat kita adalah perawat yg wajahnya tersenyum namun hatinya jengkel, kita tetap harus merendah dan berterima kasih

##### PEMANDANGAN KELIMA,

Sebelum malam, tahap terakhir perjalanan hidup itu makin gelap, tentunya ini mempersulit kita melangkah, karena itu setelah usia 60 kita harus bisa “take it easy “ terhadap kehidupan, nikmati hidup ini, syukuri yg ada, tidak usah terlalu peduli pada hal-2 yg remeh, tidak usah terlalu peduli pada urusan kecil anak cucu, persiapkan suasana hati sehingga bisa menghadapi perjalanan ini dgn alami dan wajar.

Selamat Menjalani Hari Tua Dengan Bahagia Dan
Selalu Mendekatkan Diri Pada-NYA 🙏

Jangan mudah tersinggung, marah marah lalu nanti makin tidak ada yang menemani kita ☝

Artikel bagus, baik sekali dibaca dan dipahami para lansia.👍👍👍🛐