بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

🌸NUSANTARA CINTA RASUL🌸

🗓RENUNGAN HARI INI

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞.

💦KETIKA DATANG SEBUAH NASEHAT💦

📝Ketika datang sebuah nasehat, atau sebuah ajakan pada kebenaran dan kebaikan, sebenarnya kita semua bisa mengenalinya, kita tahu dan paham, persis seperti mengenali teman lama yang bertamu, tidak tertukar, tidak tertipu.

🌼Kita tahu persis bahwa itu sebenarnya adalah sebuah kebaikan. Tapi, kenapa kita terkadang tergoda menolaknya?

❓Tergoda untuk tidak terima? Bahkan tak jarang justru membantahnya?

😊In syaa Allah uraian berikut bisa menjadi jawabannya :

1.Karena gengsi

📃Sudah jadi rahasia sejak jaman dahulu kala, gengsi bisa mengalahkan rasionalitas.

❓Kenapa tidak terima?
Gengsi!

👉Penyakit gengsi ini hinggap tanpa pandang umur, tidak peduli seberapa pintar dan bijaksana seseorang.
Sekali gengsinya lebih tinggi, dia tutup mata atas nasehat, kebenaran atau apalah di hadapannya.

📝Contoh gengsi paling terkemuka adalah Firaun.

Firaun sebenarnya tahu Nabi Musa alaihi sallaam itu membawa kebenaran, bahkan penyihirnya pun bilang begitu, Nabi Musa As adalah utusan Rabb semesta alam, tapi apes baginya, dia seorang Raja, mana ada Raja yang bilang iya dan nurut pada rakyat jelata.
Jadilah dia habis-habisan menolak !

2.Karena benci

Penyebab kedua adalah kebencian.

❓Kenapa kita tidak sependapat dengan sesuatu yang baik? Karena kita melihat siapa yang bicara, dan apesnya lagi, yang bicara itu kita benci.

Wassalam,

🌺Seseorang bisa jadi tidak akan sependapat meskipun sebenarnya dia tahu persis itu benar.

❓Kenapa kita tiba-tiba berbelok?
Berubah haluan?

Boleh jadi karena kebencian, di sana ada orang yang kita benci, maka lebih baik berkumpul dengan orang lain.

❓Ingat rumus lama :

Musuh dari musuh kita adalah kawan.
Maka sebaliknya, kawan dari musuh kita adalah musuh (meski kawan tersebut juga kawan kita).

Kebencian ini lebih rumit dibanding gengsi. Karena kalau sekadar gengsi, kita tetap bisa berpikir sehat, tetap tahu batas-batasnya, tapi kebencian, dia membakar hangus segalanya, termasuk melakukan fitnah, menyebar dusta, bahkan tak jarang sampai mencaci dan mencela, semata-mata untuk memuaskan dahaga hawa nafsu diri sendiri.

3.Karena kepentingan

Susah sekali berpikir rasional ketika kita memiliki kepentingan di dalamnya.
Bahkan sebenarnya, kita “terlalu rasional” sehingga bisa memetakan kepentingan tersebut, lantas membuang kebenaran di dalamnya.

☘Ada banyak bentuk kepentingan, mulai dari materi, harta benda, pengakuan sosial, tak ingin ditinggalkan pengikut dan pengagumnya, bisa juga karena jabatan, kekuasaan, juga jangan lupa manfaat, keuntungan-keuntungan, sekecil apapun bentuknya.

Mulai dari kepentingan personal, hingga kepentingan dari kelompok.

Kepentingan bisa membuat orang menafsirkan sesuatu sesuai situasinya saja.
Termasuk menafsirkan ayat dan hadist2 Nabi shallallaahu alaihi wa sallaam sesuai kepentingan diri sendiri atau kelompoknya.
Ketika kita condong pada urusan dunia, maka jelas sudah, ada bibit kepentingan di dalamnya!

4.Karena dangkalnya pengetahuan

👶Seorang anak kecil akan ngotot bilang kalau pohon semangka itu tinggi dan besar seperti pohon kelapa, simpel penyebabnya, karena dia tidak tahu.
Mau dibagaimanakan lagi penjelasannya, dia akan tetap ngotot.

👉Kecuali si kecil ini akhirnya melihat langsung itu pohon semangka.

Nah, bedanya anak kecil dengan orang dewasa, saat kebenaran datang, si kecil akan tertawa bilang:
“Oh ternyata aku salah, hehehe..”,

Orang dewasa boleh jadi tidak, malah bisa jadi semakin ngotot,
itu bukan pohon semangka yang dia maksud, atau “Bukan seperti itu maksud saya.” Penuh dengan jurus argumen bin ngeles!

4⃣Empat hal ini saja sebenarnya yang melatari kenapa kita tiba2 tidak terima sekali atas sebuah nasehat atau kebenaran dan kebaikan.
Dengan memahaminya, silahkan praktekkan menganalisis di sekitar kita.
Kenapa begini, kenapa begitu, kita bisa memperhatikan apakah karena gengsi? Kebencian? Atau kepentingan? Atau ketidak tahu-an? Dan lebih mendesak lagi, kita bercermin, apakah diri kita sendiri juga demikian.

Sahabat….

💕Ingatlah selalu, ketika datang sebuah nasehat, atau kebenaran, maka sebenarnya kita semua bisa mengenalinya, persis seperti mengenali teman lama yang bertamu, tidak tertukar, tidak tertipu.

Wallaahu Ta’ala A’lam bish showaab.

Hanya pada Allah kita mohon petunjuk.

💪Semoga kita bisa terus istiqomah beribadah dgn penuh keikhlasan menghadap ridho Allah سبحا نه و تعالى

Semoga bisa bermanfaat n kita bisa mengambil hikmahnya

🌺| Nusantara Cinta Rasul | 🌺

Cinta Rasul International Community

☘💫☘💫☘💫☘💫☘💫☘💫☘💫☘💫☘💫☘

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s