Apa penemuan yang paling hebat luar biasa di era ini ?

Pesawat?
Mobil?
TV?
Komputer?
Listrik?

Ternyata tidak …

Anda tahu penemuan yg paling hebat abad ini adalah :

HANDPHONE

Mengapa ?

Ini alasannya :

HP Melenyapkan Televisi.
HP Melenyapkan Arloji.
HP Melenyapkan Komputer.
HP Melenyapkan Radio.
HP Melenyapkan Tape Recorder.
HP Melenyapkan Kamera.
HP Melenyapkan Game.
HP Melenyapkan Koran.
HP Melenyapkan Kalender.
HP Melenyapkan Kartu ATM.
HP Melenyapkan Dompet Uang.

…… yang akan datang, HP akan melenyapkan apa lagi?
🚨📝
HP bisa melenyapkan mata kalian.
HP bisa melenyapkan tulang leher kalian.
HP bisa melenyapkan kesehatan kalian.
HP bisa melenyapkan perkawinan kalian.
HP bisa melenyapkan kasih sayang keluarga kalian.
HP bisa melenyapkan generasi penerus

HP bisa melenyapkan waktu berharga kalian

HP bisa melenyapkan masa depan anak anak kalian.

BAHKAN HP bisa melenyapkan Keimanan kalian.

Mari kita ingatkan diri kita, anak2 kita dan keluarga kita agar bisa bersikap BIJAK dalam penggunaan HP agar HP tdk melalaikan diri kita🙏🙏🙏

Silahkan copas bila bermanfaat bagi anda dan orang lain…

Iklan

Tiga hal yang membawa penyakit :
1) ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ

  1. Banyak bicara
    2) ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
  2. Banyak tidur
    3) ﺍﻷﻛﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
  3. Banyak makan
    ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺗﻬﺪﻡ ﺍﻟﺒﺪﻥ :

Empat hal yang merusak badan :
1) ﺍﻟﻬﻢ

  1. Duka
    2) ﺍﻟﺤﺰﻥ
  2. Sedih
    3) ﺍﻟﺠﻮﻉ
  3. Lapar
    4) ﺍﻟﺴﻬﺮ
  4. Tidak Tidur Malam
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺑﻬﺠﺘﻪ :

Lima hal yang menambah cerah wajah :
1) ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ

  1. Taqwa
    2) ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
  2. Jujur
    3) ﺍﻟﻜﺮﻡ .
  3. Pemurah
    4) ﺍﻟﻤﺮﻭﺀﺓ
  4. Jaga Kehormatan
  5. Pemaaf
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺠﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :

Empat hal yang menarik rezeki :
1) ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ

  1. Qiyamul Lail
    2) ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻷﺳﺤﺎﺭ
  2. Banyak istighfar waktu 2/3 malam
    3) ﺗﻌﺎﻫﺪ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
  3. Biasa Bersedeqah
    4) ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺁﺧﺮﻩ
  4. Berdzikr waktu awal pagi dan petang
    ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻭثلاثة ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ

Tiga hal yang menjauhkan rezeki :
1) ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺢ

  1. Tidur waktu pagi
    2) ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ
  2. Sedikit sholat
    3) ﺍﻟﻜﺴﻞ
  3. Malas
    ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
    ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻤﻤﺖ ﺑﻔﻌﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺗﺬﻛﺮ ﺛﻼﺙ ﺁﻳﺎﺕ :

Setiap kali ingin membuat maksiat ingat
tiga ayat :
1-” ﺃﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻯ “
“Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah sedang melihat”

2-” ﻭﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻣﻘﺎﻡ ﺭﺑﻪ ﺟﻨﺘﺎﻥ “
“Siapa yang takut kepada kedudukan Tuhannya baginya dua syurga”

3-” ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺂ “
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah. Dia jadikan baginya jalan penyelesaian”
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻻ ﺗﺒﺨﻞ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺍﺻﺤﺎﺑﻚ ﻭﺍﺣﺒﺎﺑﻚ .. !!

Jangan pelit membagikan tulisan ini kepada teman-teman kita ….. !!!!!

💌semoga bermanfaat Assalamu’alaikum…

      Bukalah dan bacalah


      Allah SWT telah berfirman.

      Bunyinya :

      *"Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".*

      *Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!*         

Allah berfirman : “Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)”

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

Kuatkan berfikir utk akhirat.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Subhanallah… 😫😭

Ringan-ringankanlah tangan untuk membagi berita ini. Akan mendapat pahala mengingatkan saudara Islam…

Kirim La illaha illa Allah,
_Muhammadu Rasulullah

Kirim kepada 3 group saja.
Lihat apakah anda
mempunyai
waktu untuk
ALLAH atau tidak???

KISAH PARA PENEBAR BULU . . .
(Pada Allah pun Tak Ada Takut dan Malu 😥)

Kisah yang sangat populer ini bercerita tentang si ‘Fulan’ yang telah menyebar fitnah. Namun segera sadar lalu bergegas mohon maaf pada yang di fitnah-nya, seorang yang dikenal banyak orang sebagai ‘orang bijak’.

“Besok kembalilah ke rumahku lagi dengan membawa kemoceng. Sembari jalan kemari cabutlah bulu-bulu kemoceng itu. Sepanjang jalan yang kau lalui, buang dan sebarlah bulu2 itu . . .” Kata orang yang dimintai maaf, ketika ‘Fulan’ sowan ke rumahnya.

Esoknya ‘Fulan’ benar kerjakan semua perintah orang itu. Sepanjang jalan menuju kediaman si ‘orang bijak’. Dicabut dan di tebarkan bulu-bulu dari kemoceng itu.

Sesampai di rumah yang dituju, setelah ber-bincang sejenak, Fulan disuruhnya pulang lagi. Sambil di perintah untuk pungut kembali bulu2 kemoceng yang tadi dibuangnya. Semua . . .

Dengan taat dikerjakan juga ‘perintah’ itu meski dirasa aneh. Ternyata bukan hal yang mudah. Bulu2 tadi telah beterbangan kemana saja. Entah. Hanya ditemukan barang dua atau tiga. Tersangkut perdu . . .

Bolak balik berkali jalanan itu ‘disapu’. Tetap saja tak bertambah temuan bulu-bulu. Sampai larut malam. Fulan tergeletak kelelahan di sisi jalan.

Matahari belum terbit Fulan sudah di depan pintu si ‘orang bijak’. Duduk takzim menunggu.

❤❤❤

“Lihatlah Fulan. Cuma tiga helai bulu yang bisa kamu temu dan kumpulkan lagi. Kemana sisa-nya ?”

“Bertebaran kemana saja sekehendak angin mau. Bulu-bulu itulah fitnah yang telah kau sebar”

“Tersebar kemana saja diluar batas kendalimu. Mungkin satu dua kembali dan kau bisa benahi. Namun sisanya ?”

“Telah menjadi dosa yang beranak-pianak, berkembang tak berbatas tak berujung. Lampaui batas tempat dan waktu. Itu artinya, sampai engkau matipun, fitnah-mu, kata2 ber-bisa mu, tetap akan menyebar . . .”

“Sanggup kah kau menerka, membayangkan, ‘timbangan’ catatan amal-mu kelak ?”

Fulan terdiam kelu . . .

😥😥😥

Tak perlu jadi orang bijak untuk bisa mengerti arti cerita itu. Tak perlu jadi orang ‘alim’ untuk paham, saat Nabi mulia katakan ‘fitnah itu bak makan bangkai saudaranya’ dan lebih berat dosanya dari pada memakan riba . . .

Tak butuh pula ribuan hari mengkaji kitab untuk paham makna, ‘Sesungguhnya yang mengada-ada kebohongan, hanyalah orang2 yang tidak beriman kepada ayat2 Allah, dan mereka ini adalah para pendusta’ (An-Nahl : 105)

❤❤❤

Banyak dari kita mencari dan membuka aib sesama. Bahkan jika tidak ada pun di buatlah kebohongan. Fitnah.

Tak sadar, betapa besar dosa kita yang bersumber dari aib kita sendiri yang tak terbuka. Tak ada sanak, teman, khalayak, yang mengetahui.

Seorang alim katakan, “Seandainya dosa-dosa itu ada baunya, maka sesungguhnya tak ada seorangpun yang mau duduk bersamaku” ❤

❤❤❤

Jika sekarang kita bisa berdiri gagah, kepala tegak, penuh rasa bangga, hanya karena Allah berkenan menutup aib kita.

Lalu mengapa kita menyebar ‘aib palsu’, fitnah tak berdasar dari saudara kita . . .😥

❤❤❤

Bagaimana dengan si Fulan dalam kisah diatas tadi ?

Tak perlu dipikirkan lagi. Cuma kisah. Andai benar terjadi, sepertinya si Fulan mungkin tak peduli lagi ‘per-maaf-an’ dari si orang bijak.

Dia sedang sibuk berpikir cara mengumpulkan kembali bulu-bulu yang terlanjur menyebar, terbawa angin, yang telah jadi ‘dosa abadi’ . . .

❤❤❤

Pulogebang Permai, Jakarta Timur
Senin Legi, 06 Mei 2019

Edisi ‘Ramadhan Jalan Tuk Kembali ❤’

PERLU DIRENUNGKAN : (“MALAM ITU DATANGNYA LAMBAN”)

Orang tua yg katanya banyak makan asam garam, mengerti semuanya, namun sejatinya mereka seperti anak-2 yg tidak mengerti tentang masa tua.

Banyak orang tua yg tidak mempersiapkan diri menghadapi perjalanan masa tua ini.

Manusia sejak menginjak usia 60 tahun mulai memasuki masa tua, sebelum hari benar-2 gelap kita harus mengingat beberapa pemandangan yg akan dihadapi, sehingga hati lebih siap dan tidak galau.

# PEMANDANGAN PERTAMA, ketika usia makin tua kita menyadari bahwa makin sedikit orang orang yg ada disamping kita, generasi orang tua kita telah tiada, generasi kita juga banyak yg sudah tidak mampu merawat diri sendiri, generasi muda punya kesibukan sendiri, bahkan mungkin suami atau istri sudah jalan lebih dahulu.

Yang menemani kita hanyalah hari hari yg kosong melompong, kita harus belajar untuk hidup sendirian dan menikmati kesendirian tsb.

## PEMANDANGAN KEDUA, Perhatian masyarakat makin lama makin kecil, tidak peduli dulu betapa gemilangnya karir kita, betapa terkenalnya kita, setelah uzur kita menjadi kakek atau nenek biasa saja. Lampu-2 tidak lagi menyoroti kita, karena itu belajarlah untuk duduk disudut yg tenang, mengagumi keriuhan generasi muda, dan kita tidak boleh dan harus menanggulangi rasa cemburu atau rasa galau kita.

### PEMANDANGAN KETIGA, jalan didepan banyak bahaya yg menghadang, patah tulang, stroke, alzheimer, kanker dsb, semua itu mungkin menghampiri kita, mau menolakpun sulit, karena itu kita harus belajar berdamai dgn penyakit-2 itu, belajar hidup bersama penyakit, berteman dgn penyakit, jagalah suasana hati, tugas kita adalah berolah raga yg cukup, selalu memompa semangat kita sendiri.

#### PEMANDANGAN KEEMPAT, hidup diatas tempat tidur, kembali ke situasi seperti waktu kita kecil. Ketika ibu melahirkan kita, diatas tempat tidur, setelah melewati kehidupan yg penuh kesulitan dan lika liku, akhirnya kita kembali ke awal….
Tempat tidur, menerima perawatan orang lain.

Yang berbeda dulu kita dirawat ibu, namun nanti belum tentu ada keluarga yg merawat kita, walau ada tentu jauh beda dgn perawatan seorang Ibu, besar kemungkinan yg merawat kita adalah perawat yg wajahnya tersenyum namun hatinya jengkel, kita tetap harus merendah dan berterima kasih

##### PEMANDANGAN KELIMA,

Sebelum malam, tahap terakhir perjalanan hidup itu makin gelap, tentunya ini mempersulit kita melangkah, karena itu setelah usia 60 kita harus bisa “take it easy “ terhadap kehidupan, nikmati hidup ini, syukuri yg ada, tidak usah terlalu peduli pada hal-2 yg remeh, tidak usah terlalu peduli pada urusan kecil anak cucu, persiapkan suasana hati sehingga bisa menghadapi perjalanan ini dgn alami dan wajar.

Selamat Menjalani Hari Tua Dengan Bahagia Dan
Selalu Mendekatkan Diri Pada-NYA 🙏

Jangan mudah tersinggung, marah marah lalu nanti makin tidak ada yang menemani kita ☝

Artikel bagus, baik sekali dibaca dan dipahami para lansia.👍👍👍🛐

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya : “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?”
Rasulullah SAW menjawab : “Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT”.
Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
Allah SWT berfirman : “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?”
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya”.

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, Rasulullah berkata : “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”.

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : “Sekarang angkat kepalamu”.
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?
Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?”
Allah SWT berfirman : “Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”.
Orang itu berkata : “Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?”
Allah berfirman : “Engkau pun mampu membayar harganya”.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata : “Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?”
Allah berfirman : “CARAnya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku”.
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kini aku memaafkannya”.
Allah berfirman : “Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu”.

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Saw. berkata : “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”.
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).


Saudara dan sahabatku tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.

“Maafkan saudara2xku, sahabat2xku jika ada khilaf dalam perkataan dan perbuatan.
Semoga dengan datangnya bulan suci ini…Allah SWT sucikan hati dan jiwa kita.

Salam persaudaraan dan persahabatan.
آمِيّنْ آمِيّنْ آمِيّنْ يَا رَبَّ العَـــالَمِيْن…..

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN…

Selamat menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan …… 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Mutiara Habib Umar Bin Hafidz

“Sebagaimana engkau membersihkan wajahmu agar indah dipandang orang, maka bersihkan pula hatimu agar indah dipandang Allah.”

Habib Umar bin Hafidz

“Semua persahabatan yang terbina di muka bumi ini akan menjadi permusuhan di hari akhirat kecuali persahabatan yang dibina dengan ketaqwaan.”

Habib Umar bin Hafidz

“Syukuri apa yang kau miliki. Jangan iri dengan apa yang orang lain miliki, maka Allah SWT akan memberimu apa yang belum kau miliki.”

Habib Umar bin Hafidz

“Ada manusia yang amalnya seperti gunung di dunia namun di akhirat umpama debu yang berterbangan.”

Habib Umar bin Hafidz

“Menjaga perasaan seorang muslim adalah ibadah. Menyakiti hati seorang muslim dosanya lebih besar dari menghancurkan ka’bah. Siapa saja yang membuat senang hati seorang muslim, maka Allah akan membuatnya senang kelak di hari akhir.”

Habib Umar bin Hafidz

“Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya.”

habib umar bin Hafidz

“Bila aku kecewa pada mereka yang banyak menyakitiku, aku teringat pada Rasulullah yang senantiasa memaafkan semua orang yang menyakiti beliau. Shallallahu alaihi wa sallam.”

Habib Umar bin Hafidz

“Suatu saat kau akan dapati sesuatu yang kau pinta dari Allah sejak lama, mungkin sejak masa kecilmu yang bahkan kau sudah lupakan itu, tapi Allah tak akan melupakannya.”

Habib Umar bin Hafidz

“Jika kaulihat seseorang jauh dari Tuhannya, jangan kauejek dia. Allah lebih dekat kepada pendosa ketimbang orang-orang yang sombong.”

Habib Umar bin Hafidz

“Jika kamu ingin untuk berada dekat dengan Nabi Muhammad, maka kamu perlu untuk bangun malam dan melaksanakan Tahajjud.”

Habib Umar bin Hafidz

“Bila aku merasa harus membalas kejahatan orang terhadapku, aku teringat Rasulullah ketika beliau dilempari batu, dipukul, dan diusir dari Thoif, maka beliau hanya berdoa kebaikan dan hidayah untuk seluruh kampung tersebut, shalallahu alaihi wa sallam.”

Habib Umar bin Hafidz

“Ramai wanita yang meniru wanita-wanita di TV, sehinggakan mereka tidak kenal lagi siapa Sayyidatina Fatimah Binti Rasulullah SAW.”

Habib Umar bin Hafidz

“Sungguh celaka la orang orang yang tidak melihat wajahnya Nabi Muhammad di akhirat kelak,iaitu orang orang yang mengagungkan para pemain bola sepak dan para artis lebih dari mengagungkan Rasulullah Saw dan para sahabat r.a.”

Habib Umar bin Hafidz

“Layanlah orang tuamu seperti Raja, maka rezekimu juga akan menjadi seperti Raja.”

Habib Umar bin Hafidz

“Jika jernih keadaan seorang mukmin, maka dia tak akan sabar untuk zikir kepada Allah.”

Habib Umar bin Hafidz

“Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah , maka Allah akan penuhi hatinya dengan rahmat dan ketenangan di setiap waktu.”

Habib Umar bin Hafidz

“Didiklah mata hati supaya jangan memandang hina pada orang lain walaupun dengan ahli maksiat.”

Habib Umar bin Hafidz

“Seandainya Allah perlihatkan pahala kesabaran, pasti ramai manusia yang berlumba lumba mendekati ujian.”

Habib Umar bin Hafidz

“Jangan sibuk dengan hal orang lain. Jaga lah hati kamu. Biarkan hati kamu senantiasa bersujud kepada Allah.”

Habib Umar bin Hafidz

“Wahai kamu semua yang mengharapkan pandangan daripada Allah, berselawatlah kepada Rasulullah Saw.”

💖 Habib Umar bin Hafidz💖

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

MALAM NISHFU SYA’BAN

Setiap malam nishfu Sya’ban, kaum Muslimin di Indonesia meramaikannya dengan beragam tradisi, seperti selamatan bersama, yang disebut dengan istilah ruwahan, menunaikan shalat sunnah baik secara berjamaah maupun sendirian, membaca surat Yasin dan diakhiri dengan doa. Adakah hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam amal shaleh? Mengingat kaum Salafi-Wahabi membid’ahkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam ibadah.

Jawab: Bulan Sya’ban termasuk salah satu bulan yang agung dalam pandangan syara’. Rasulullah ﷺ memuliakan bulan Sya’ban dengan menambah aktifitas ibadah. Sehingga menambah ibadah pada bulan Sya’ban sangat dianjurkan sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih. Apabila pada hari-hari bulan Sya’ban dianjurkan meningkatkan aktifitas ibadah dan kebajikan, maka pada malam nishfu Sya’ban lebih dianjurkan lagi karena terdapat banyak hadits yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban melebihi hari-hari yang lain pada bulan yang sama. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Mu’adz bin Jabal, Abu Hurairah, Abu Tsa’labah, Auf bin Malik, Abu Bakar al-Shiddiq, Abu Musa dan Aisyah رضي الله عنهم.

Hadits Pertama

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه عَنْ رَسُوْلِ اللهُِ ﷺ قَالَ : يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلىَ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلاَّ لاِثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ . أخرجه أحمد

“Dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah subhanahu wa ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yang tidak diampuninya, yaitu orang yang bermusuhan dan pembunuh orang.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad [2/176] dengan sanad yang lemah, sebagaimana dapat dilihat dalam al-Targhib wa al-Tarhib [3/284] dan Majma’ al-Zawaid [8/65]).

Hadits Kedua

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺَ قَالَ : يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ . أخرجه ابن حبان في صحيحه والطبراني، وأبو نعيم في الحلية.

“Dari Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah subhanahu wa ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya kecuali kepada orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.”

(HR. Ibn Hibban dalam Shahih-nya [12/481], al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir [20/109] dan al-Mu’jam al-Ausath, dan Abu Nu’aim dalam Hilyah al-Auliya’ [5/195], semuanya dari jalur Makhul, dari Malik bin Yukhamir dari Mu’adz secara marfu’. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid [8/65], “Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam al-Ausath, dan para perawinya dapat dipercaya”.

Malik bin Yukhamir seorang perawi tsiqah dan mukhadhram (generasi tabi’in yang mengikuti masa Jahiliyah), sedangkan Makhul pernah menjumpainya, sehingga hadits ini tidak mengalami keterputusan (inqitha’), sebagaimana asumsi sebagian kalangan. Kesimpulannya, Ibnu Hibban sangat tepat dalam menilai shahih hadits tersebut.

Hadits di atas juga diriwayatkan dari 3) jalur Abu Hurairah oleh al-Bazzar dalam Musnad-nya [2/436], 4) jalur Abu Tsa’labah al-Khusyani oleh al-Thabarani [Majma’ al-Zawaid 8/65] dan Ibnu Abi Ashim dalam al-Sunnah [1/223], 5) jalur Auf bin Malik oleh al-Bazzar [2/463], 6) jalur Abu Bakar al-Shiddiq oleh Ibnu Khuzaimah dalam al-Tauhid [no. 90] dan Ibnu Abi Ashim [no. 509], 7) jalur Abu Musa oleh Ibnu Majah [1/446] dan al-Lalaka’i [no. 763] dan 8) jalur Aisyah oleh Ahmad [6/238], al-Tirmidzi [3/107] dan Ibnu Majah [1/445].

Kesimpulan dari riwayat-riwayat tersebut adalah menetapkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban secara khusus, dan salah satu dari riwayat di atas telah dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Bahkan al-Albani – ulama Salafi-Wahabi -, juga menilainya shahih dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah [1144], dalam Shahih Sunan Ibn Majah [1/233] dan dalam ta’liq terhadap kitab al-Sunnah karya Ibnu Abi Ashim [no. 509, 510, 511 dan 512). Riwayat yang shahih ini, sekaligus menaikkan riwayat-riwayat lainnya yang dianggap dha’if menjadi hasan lighairihi sebagaimana telah menjadi ketetapan dalam ilmu hadits.

Oleh karena keutamaan malam Nishfu Sya’ban memiliki dasar yang sangat kuat, umat Islam sejak generasi salaf banyak yang menghidupkannya dengan aneka ragam ibadah seperti shalat, doa dan lain-lain. Syaikh Ibnu Taimiyah, ulama panutan utama kaum Salafi-Wahabi berkata dalam fatwanya:

وَقَدْ سُئِلَ ابْنُ تَيْمِيَّةَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى عَنْ صَلاَةِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَأَجَابَ : إِذَا صَلَّى اْلإِنْسَانُ لَيْلَةَ النِّصْفِ وَحْدَهُ أَوْ فِيْ جَمَاعَةٍ خَاصَّةٍ كَمَا كَانَ يَفْعَلُ طَوَائِفُ مِنَ السَّلَفِ فَهُوَ حَسَنٌ. وَقَالَ فِيْ مَوْضِعٍ آخَرَ : وَأَمَّا لَيْلَةُ النِّصْفِ فَقَدْ رُوِيَ فِيْ فَضْلِهَا أَحَادِيْثُ وَآَثاَرٌ وَنُقِلَ عَنْ طَائِفَةٍ مِنَ السَّلَفِ أَنَّهُمْ كَانُوْا يُصَلُّوْنَ فِيْهَا فَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِيْهَا وَحْدَهُ قَدْ تَقَدَّمَهُ فِيْهِ سَلَفٌ وَلَهُ فِيْهِ حُجَّةٌ فَلَا يُنْكَرُ مِثْلُ هَذَا.

“Ibnu Taimiyah ditanya tentang shalat malam Nishfu Sya’ban, maka ia menjawab: “Apabila seseorang menunaikan shalat pada malam Nishfu Sya’ban, sendirian atau bersama jamaah tertentu sebagaimana dikerjakan oleh banyak kelompok kaum salaf, maka hal itu baik.” Di tempat lain, Ibnu Taimiyah juga berkata: “Adapun malam Nishfu Sya’ban, telah diriwayatkan banyak hadits dan atsar tentang keutamaannya dan telah dikutip dari sekelompok kaum salaf bahwa mereka menunaikan shalat pada malam itu. Jadi shalat yang dilakukan oleh seseorang sendirinya pada malam tersebut, telah dilakukan sebelumnya oleh kaum salaf dan ia mempunya hujjah, oleh karena itu hal seperti ini tidak boleh diingkari.” (Majma’ Fatawa Ibni Taimiyah [3/131-132].

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, salah seorang murid Ibnu Taimiyah, juga berkata dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif sebagai berikut:

وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ التَّابِعُوْنَ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ يُعَظِّمُوْنَهَا وَيَجْتَهِدُوْنَ فِيْهَا فِي الْعِبَادَةِ، وَكَانَ خَالِدُ بْنِ مَعْدَانَ وَلُقْمَانُ بْنِ عَامِرٍ وَغَيْرُهُمَا مِنْ تَابِعِي الشَّامِ يَقُوْمُوْنَ فِي الْمَسْجِدِ لَيْلَةَ النِّصْفِ، وَوَافَقَهُمُ اْلإِمَامُ إِسْحَاقُ ابْنُ رَاَهَوْيه عَلىَ ذَلِكَ، وَقَالَ فِيْ قِيَامِهَا فِي الْمَسَاجِدِ جَمَاعَةً : لَيْسَ ذَلِكَ بِبِدْعَةٍ . انتهى باختصار وتصرف .

“Malam Nishfu Sya’ban, kaum Tabi’in dari penduduk Syam mengagungkannya dan bersungguh-sungguh menunaikan ibadah pada malam tersebut. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin Amir dan lain-lain dari kalangan tabi’in Syam mendirikan shalat di dalam Masjid pada malam Nishfu Sya’ban. Perbuatan mereka disetujui oleh al-Imam Ishaq Ibnu Rahawaih. Ibnu Rahawaih berkata mengenai shalat sunnah pada malam Nishfu Sya’ban di Masjid-masjid secara berjamaah: “Hal tersebut tidak termasuk bid’ah.” (al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif [h. 263] dengan disederhanakan).

Wal-hasil, keutamaan malam Nishfu Sya’ban memiliki dasar hadits-hadits yang shahih. Menghidupkan malam tersebut dengan aneka ragam ibadah sunnah telah dianjurkan oleh banyak ulama salaf, untuk mengharapkan rahmat Allah yang turun pada malam utama tersebut. Lebih-lebih malam Nishfu Sya’ban termasuk salah satu malam yang dipermudah terkabulnya doa. Al-Imam al-Syafi’i berkata dalam kitab al-Umm sebagai berikut:

قال الشَّافِعِيُّ وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كان يُقَالُ إنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ في خَمْسِ لَيَالٍ في لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ من رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ من شَعْبَانَ

Al-Syafi’i berkata: “Telah sampai kepada kami bahwasanya selalu dikatakan bahwa permohonan akan dikabulkan dalam lima malam, yaitu malam Jum’at, malam hari raya idul adha, malam hari raya idul fitri, awal malam di bulan Rajab dan malam Nishfu Sya’ban.” (Al-Imam al-Syafi’i, al-Umm [1/231]).

Berdasarkan keterangan di atas, kita jumpai kaum Muslimin sejak masa-masa yang silam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam ibadah dan kebajikan seperti bersedekah, mengerjakan shalat sunnah secara berjamaah, membaca surat Yasin dan diakhiri dengan doa kepada Allah سبحانه وتعالى. والله اعلم.

Assaalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.

“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”

“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
  2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
  3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
  4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
  5. Ingatlah Allah selalu.
  6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
  7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
  8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

NIKAH DAN SEDEKAH

SUATU HARI, MALAIKAT MAUT MENDATANGI NABI IBRAHIM A.S, LALU BERTANYA :

MALAIKAT :
“SIAPA ANAK MUDA YANG TADI MENDATANGIMU WAHAI IBRAHIM ?

NABI IBRAHIM :

ITU TADI SAHABATKU & SEKALIGUS MURIDKU.

MALAIKAT :

ADA APA DIA DATANG MENEMUIMU..?

NABI IBRAHIM :

DIA INGIN MENYAMPAIKAN AKAN MENIKAH BESOK PAGI.

MALAIKAT:

WAHAI IBRAHIM, SAYANG SEKALI, UMUR ANAK ITU TIDAK AKAN SAMPAI BESOK PAGI.

HABIS BERKATA SEPERTI ITU, MALAIKAT MAUT PUN PERGI MENINGGALKAN NABI IBRAHIM.

HAMPIR SAJA NABI IBRAHIM A.S TERGERAK UNTUK MEMBERITAHU ANAK MUDA TERSEBUT, GUNA MENYEGERAKAN PERNIKAHANNYA MALAM ITU JUGA, DAN MEMBERITAHU TENTANG KEMATIANNYA.

TETAPI LANGKAHNYA TERHENTI.

NABI IBRAHIM A.S MEMILIH KEMATIAN TETAP MENJADI RAHSIA ALLAH..

ESOK PAGINYA, NABI IBRAHIM A.S TERNYATA MELIHAT & MENYAKSIKAN ANAK MUDA TERSEBUT MELANGSUNGKAN PERNIKAHANNYA.

HARIPUN BERGANTI, MINGGU BERGANTI, BULAN BERGANTI, & TAHUN PUN BERGANTI TAHUN,

NABI IBRAHIM A.S MALAH MELIHAT ANAK MUDA INI PANJANG UMURNYA SEHINGGA USIANYA 70 TAHUN..

NABI IBRAHIM A.S PUN BERTANYA KEPADA MALAIKAT MAUT,

KENAPA MALAIKAT BERBOHONG TEMPOH HARI,

MENYAMPAIKAN JIKA ANAK MUDA ITU AKAN MATI BESOK PAGI,

TERNYATA TIDAK MATI, BAHKAN UMURNYA PANJANG..

MALAIKAT MAUT :

DIRINYA MEMANG AKAN MENCABUT NYAWA ANAK MUDA TERSEBUT, KERANA ALLAH MENAHANNYA,

DAN KENAPA ALLAH SWT MENAHAN TANGANKU UNTUK TIDAK MENCABUT NYAWA ANAK MUDA ITU (DAHULU)…?

KETAHUILAH WAHAI IBRAHIM,

BAHAWA DI MALAM MENJELANG PERNIKAHANNYA,

ANAK MUDA TERSEBUT MENYEDEKAHKAN 7 DIRHAM UNTUK ANAK2 YATIM, LALU ANAK2 YATIM MENDOAKAN NYA.

ALLAH MENGGANTI SETIAP DIRHAM 10 TH
DAN AKU DI PERINTAH KAN OLEH ALLAH. UNTUK TDK MENCABUT NYAWA ANAK MUDA TERSEBUT SBLM USIA NYA 70 TH.

DAN INILAH YANG MEMBUAT ALLAH MEMUTUSKAN UNTUK MEMANJANGKAN UMUR ANAK MUDA TERSEBUT,

HINGGA ENGKAU MASIH MELIHATNYA HIDUP..

KEMATIAN MEMANG DI TANGAN ALLAH SWT,

JUSTRU ITU, MEMAJUKAN DAN MEMUNDURKAN KEMATIAN ADALAH HAK ALLAH.

DAN ALLAH MEMBERITAHU LEWAT KALAM RASULNYA, MUHAMMAD SAW BAHWA SEDEKAH ITU BISA MEMANJANGKAN UMUR

SAUDARAKU, MARILAH KITA PERBANYAK BERSEDEKAH

MARI KITA AWALI SEDEKAH KITA INI, DENGAN MENGIRIMKAN KISAH YG BERMANFAAT INI, BAIK KEPADA KELUARGA, SAUDARA & HANDAI TAULAN KITA…SEMOGA YG BILANG AAMIIN DIBERI REZEKI YG MELIMPAH BESOK PAGI AAMIIN.

SELAMAT BERSEDEKAH DENGAN TULISAN INI,

SEMOGA DICATAT SEBAGAI IBADAH…

AAMIIN…

Dalam satu tahun Allah Swt menjadikan 12 bulan, baik menggunakan perhitungan rembulan maupun matahari.

Adapun bulan yang mengikuti perhitungan rembulan yaitu:

  1. Muharrom (محرم): 30 hari.
  2. Shofar ( صفر الخير): 30 hari.
  3. Robi’ul Awwal (ربيع الأول): 30 hari.
  4. Robi’ul Tsanii (ربيع الثاني): 29 hari.
  5. Jumadal Ulaa (جمادى الأولى): 30 hari.
  6. Jumadal Akhiiroh (جمادى الأخيرة): 29 hari.
  7. Rojab (رجب الأصم): 29 hari.
  8. Sya’ban (شعبان): 30 hari.
  9. Romadlon (رمضان): 29 hari.
  10. Syawwal (شوال): 30 hari.
  11. Dzul Qo’dah (ذو القعدة): 30 hari.
  12. Dzul Hijjah (ذو الحجة): 29 hari.

Jika kita hitung, maka bulan yang mempunyai 29 hari ada lima dan bulan yang mempunyai 30 hari ada tujuh: (29X5)+(30X7)=145+210= 355 hari.

Begitu pula bulan yang mengikuti peredaran matahari ada dua belas yaitu

  1. Januari, dalam bahasa arab dinamakan Kaanuun Al-Tsaani (كانون الثاني): 31 Hari.
  2. Februari yang dinamakan Syubaath (شباط): 28 Hari.
  3. Maret yang dinamakan Aadzaar (آذار): 31 Hari.
  4. April yang dinamakan Naysaan (نيسان): 30 Hari.
  5. Mei yang dinamakan Ayyaar (أيار): 31 Hari.
  6. Juni yang dinamakan Haziiroon (حزيران): 30 Hari.
  7. Juli yang dinamakan Tammuuz (تموز): 31 Hari.
  8. Agustus yang dinamakan Aab (آب): 31 Hari.
  9. September yang dinamakan Ayluul (أيلول): 30 Hari.
  10. Oktober yang dinamakan Tasyrin Al-Awwal (تشرين الأول): 31 Hari.
  11. November yang dinamakan Tasyriin Al-Tsaani (تشرين الثاني): 30 Hari.
  12. Desember yang dinamakan Kaanuun Al-Awwal (كانون الأول): 31 Hari.

Jika kita hitung, maka jumlah bulan yang mempunyai 31 hari ada tujuh, bulan yang mempunyai 30 hari ada empat, dan bulan yang mempunyai 28 hari ada satu: (31X7)+(30X4)+28=217+120+28= 365 hari.

Berarti antara setiap satu tahun rembulan dan tahun matahari mempunyai selisih sepuluh hari (365 – 355=10). Jika hal ini berulang-ulang selama tiga puluh tiga tahun maka mempunyai selisih 330 hari.

Setiap empat tahun sekali ada satu tahun kabisat yaitu tahun yang habis dibagi empat yang berarti jumlah hari pada bulan februari ada 29 hari.

Jika hal ini berulang-ulang selama tiga puluh tiga tahun maka mempunyai selisih 8 hari (33:4=8).

Maka dalam waktu tiga puluh tiga tahun ada jumlah selisih 338 hari yaitu 330+8 (sama dengan sebelas bulan delapan hari apabila satu bulan dibuat rata-rata tiga puluh hari atau apabila dibulatkan menjadi satu tahun).

Karena itu, setiap 33 tahun matahari sama dengan 33 tahun sebelas bulan delapan hari atau jika dibulatkan sama dengan 34 tahun rembulan. Inilah yang dinamakan siklus tiga puluh tiga tahun.

Dan apabila siklus ini berulang-ulang sampai tiga kali maka akan ada selisih tiga tahun, dan kita peringati dengan adanya wirid setelah sholat dengan membaca:
سبحان الله

33 kali,

الحمد لله

33 kali, dan

الله أكبر

Juga 33 kali.

Setiap 33 butir subhah (biji tasbih), maka diselingi dengan adanya satu butir subhah yang berbeda.

Akan tetapi siklus itu tidak akan sempurna kecuali setelah menambahkan satu tahun menjadi seratus atau satu abad, hal ini diperingati dengan menambahkan kalimat

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.

Kalimat itu sebagai penyempurna seratus.

Apabila dalam satu abad terdapat tiga siklus, maka dalam tiga abad terdapat Sembilan siklus selisih tahun matahari dan rembulan. Hal itu diisyaratkan oleh al-Qur’an:

ولبثوا في كهفهم ثلاثمائة سنين وازدادوا تسعا

Yaitu waktu tinggal Ashabul Kahfi di gua selama tiga ratus tahun perhitungan matahari dan ditambah sembilan tahun (menjadi tiga ratus sembilan tahun) perhitungan rembulan.

Dalam hal ini, pembacaan kalimat tahlil:

لا إله إلا الله

Di musholla Al-Anwar setelah sholat shubuh berjumlah tiga ratus kali, salah satunya untuk memperingati siklus tersebut!

Dan yang pokok untuk perhitungan manusia dan hajji adalah perhitungan tahun rembulan. seperti diisyaratkan!

يسألونك عن الأهلة قل هي مواقيت للناس والحج

Karena itu, kita kembali pada pembahasan tahun rembulan.

Allah Swt menjadikan tahun berjumlah dua belas bulan, dan diantara kedua belas bulan itu, terdapat empat bulan yang mulia yaitu Rojab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Ketetapan ini sudah sejak dijadikannya langit dan bumi.

Hal ini diisyaratkan pada kalimat tauhid:

لا إله إلا الله

Jumlah hurufnya ada dua belas:

لا (lam, alif).
إله (Hamzah, lam, ha’).
إلا (hamzah, lam, alif).
الله (alif, lam, lam, ha’).

Keempat bulan yang mulia itu diisyaratkan dengan lafad الله (alif, lam, lam, ha’) yang berjumlah empat huruf. Hal itu disebutkan dalam Al-Qur’an :

إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم

Setelah terutusnya Rosululloh, kemulyaan itu bukan hanya pada empat bulan tersebut. Akan tetapi, ada tambahan tiga bulan, menjadi tujuh bulan.

Dan hal ini diisyratkan dengan tambahan kata:

إلا (hamzah, lam, alif)

Yang merubah dari negatif (لا إله) menjadi positif (إلا الله) yang berjumlah tujuh huruf.

Ketujuh bulan mulya itu yaitu Rojab (Syahrullooh), Sya’ban (Syahru Rosulillaah), Romadlon (Syahru Ummatir Rosul), Syawwal, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah (Asyhurun Ma’luumat) dan Muharram.

Sehingga dalam bulan-bulan ini ditekankan adanya puasa. 10 Rajab, 15 Sya’ban, Romadlon terutama sepuluh hari terakhir, Syawwal enam hari, Dzul Qo’dah satu hari untuk orang yang akan hajji agar menjadi mabrur, Dzul Hijjah 8 dan 9 (untuk yang tidak berhajji) dan Muharrom 9 dan 10. Sehingga dalam satu tahun berpuasa sunnah tidak kurang dari dua belas hari.

Dalam satu tahun qomariyyah berjumlah 355 hari, dan diantara jumlah itu ada lima hari yang diharamkan berpuasa pada hari itu yaitu Hari raya idul Fithri Satu Syawwal, Hari raya idul Adlha 10 Dzul Hijjah dan Hari-hari tasyriq 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah. Dan jumlah hari dalam satu tahun yang boleh ada puasanya ada 350 hari.

Apabila dalam Romadlon berjumlah 29 dan ditambah puasa enam hari Syawwal atau enam hari selain Syawwal yang telah disebut, maka jumlah puasa dalam satu tahun ada minimal 35 hari.

Karena rahmat Allah Swt yang begitu besar, satu Amal kebaikan akan dilipat gandakan minimal 10, sehingga seakan-akan telah berpuasa setahun penuh 350 hari, yaitu jumlah hari yang diperbolehkan ada puasa pada hari itu.

Dalam suatu hadist, Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من صام رمضان وأتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر “. رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه وقد فسر ذلك النبي صلى الله عليه وسلم بقوله : “من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة :(من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها ) . وفي رواية : ” جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة” النسائي وابن ماجة وهو في صحيح الترغيب والترهيب ورواه ابن خزيمة بلفظ : “صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة.

Inilah sedikit penjelasan dari Syaikhuna Maimoen Zubair.