Tadzkirah/Pengingat

TIDAK DITERIMA LAGI ALASAN BILA USIA SUDAH MELEBEHI 50-70 TAHUN

“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50-70 tahun”. (Hadith Riwayat Bukhari)

Al-Khattabi berkata : “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50-70 tahun tidak diterima lagi keuzuran atau alasan, kerana usia itu merupakan yang dekat dengan kematian…

Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap2 bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur itu.

*Nasihat Fudhail kepadanya : *”Bererti sudah 50-70 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!”

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 55-70 tahun ;

  1. Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.
  2. Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mengerjakan amal saleh
  3. Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.
  4. Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dengan rasa hidup banyak bersabar dan bersyukur
  5. Perbanyak doa mengharap keredha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su’ul Khatimah.
  6. Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
  7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.
  8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan merapatkan hubungan yang renggang sebelumnya.
  9. Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.
  10. Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa’at setelah kita mati.
  11. Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.
  12. Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.
  13. Berhentilah dari semua maksiat !

mata, berhentilah memandang yang tidak halal bagimu

tangan, berhentilah dari meraih yang bukan hak mu

mulut, berhentilah berbicara yang tidak baik dan yang tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat

  1. Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa
  2. Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar & taubat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat, waktu dan keadaan

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum mencapai Usia 50 tahun.

WALLAHU A’LAAM BISSOWAB

Mohon share di group2 lain.
Semoga bermanfaat…
Barakallahu fiikum

QUOTES OF THE SYURUQ

RAMUAN UNTUK KAUM LELAKI

❣1. Sudah tahukah KAUM LELAKI bahwa Rasulullah tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah, sejak sholat diwajibkan malam Isra’ Mi’raj hingga sholat terakhir dalam hidup beliau ?

❣2. Tahukah KAUM LELAKI bahwa banyak di antara para ulama yang seumur hidupnya tidak pernah sholat fardhu sendirian dan selalu berjamaah sampai akhir hayat mereka ?

❣3. Tahukah KAUM LELAKI bahwa diantara mereka ada yang rela walaupun harus membayar orang demi menemani sholat berjamaah ?

❣4. Tahukah KAUM LELAKI bahwa ada sebagian ulama yang pernah menangis selama 40 hari karena merasa rugi yang amat mendalam sebab tertinggal 1 (satu) sholat fardhu berjamaah saja ?

❣5. Tahukah KAUM LELAKI bahwa bila anda solat berjamaah maka sholat anda dapat dipastikan diterima oleh ​اَللّهُ ?

❣6. Tahukah KAUM LELAKI bahwa khusus utk sholat isya’ dan subuh berjamaah berpahala seperti sholat setengah malam dan semalam suntuk ?

❣7. Tahukah KAUM LELAKI bahwa orang yang sholat subuh berjamaah, maka di hari itu kehidupannya dibawah perlindungan ​اَللّهُ !! Artinya, bila ada orang yang mengusiknya maka dia berurusan langsung dengan ​اَللّهُ ?

❣8. Tahukah KAUM LELAKI bahwa karena begitu beratnya hukum solat berjamaah sehingga dalam Madzhab Hanafi difatwa-kan bahwa hukum sholat berjamaah adalah wajib ?

❣9. Tahukah KAUM LELAKI bahwa dalam madzhab kita asysyafi’i sholat berjamaah hukumnya fardhu kifayah sehingga bila dalam sebuah perkampungan penduduknya tidak ada yang sholat berjamaah, maka sekampung itu berdosa semua karena meninggalkan berjamaah, jd berdosa-nya bukan karena meninggalkan sholat?

❣10. Tahukah KAUM LELAKI bahwa syaitan akan berleluasa berkuasa di sebuah perkampungan, bila penghuninya tidak ada yang solat berjamaah?

❣11. Tahukah KAUM LELAKI bahwa dalam suatu hadits, Rasulullah SAW sempat mengancam bahkan Rasulullah SAW mengancam kepada orang yang meninggalkan sholat berjamaah hingga berkeinginan membakar rumah mereka!

❣12. Tahukah KAUM LELAKI bahwa sahabat Ibnu Mas’ud RA, pernah mengatakan “kami saksikan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak seorangpun, ada yang meninggalkan solat berjamaah kecuali hanya orang-2 munafik tulen!”

❣13. Tahukah anda bahwa bila anda menyebar info ini maka insya ​اَللّهُ akan berpotensi mendapat kebaikan yang tak terhingga ? Semoga mendapat hidayah bersama.
Untuk ikhwan utamakan shalat berjama’ah walau sesibuk apapun…

Itu baru laki-laki sejati yang baik……👍👍👍
❣والله أعلم بالصواب

“WAHAI JIBRIL! SEKIRANYA KAMU TERBANG SELAMA TIGA RATUS RIBU TAHUN. TAKKAN BISA MENCAPAI SEPERSEPULUHNYA PAHALA SHALAT UMAT MUHAMMAD…”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda :

“Allah SWT menciptakan Malaikat Jibril As dengan rupa yang sebaik-baiknya dan DIA jadikan enam ratus sayap dan tiap-tiap sayap jaraknya antara timur sampai barat”.

Dengan penciptaan yang luar biasa itu, maka Jibril as berkata kepada Allah SWT :

“Yaa Allah, adakah Engkau telah menciptakan makhluk lain yang lebih indah rupanya daripada aku?!”.

Allah SWT menjawab : “Tidak ada…!”

Maka bangkitlah Jibril As, lalu shalat dua raka’at, sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah SWT. Dimana tiap rakaatnya, saat berdiri dia lakukan selama dua puluh ribu tahun!

Ketika selesai shalat, Allah SWT berfirman :

“Wahai Jibril, kamu telah menyembah-Ku dengan bersungguh-sungguh dan tidak ada satu pun yang menyembah AKU seperti ibadahmu itu. Akan tetapi, akan datang pada akhir zaman, seorang Nabi mulia yang AKU kasihi, bernama Muhammad…!”

“Dia mempunyai umat yang lemah, lagi berdosa. Mereka melakukan shalat dua raka’at, kadang lalai, tidak sempurna dan dalam waktu yang sebentar saja. Namun, demi Rahmat-Ku, shalat mereka lebih AKU sukai daripada shalatmu itu! Itu karena, shalat mereka berdasarkan perintah-Ku, sedangkan kamu melakukan shalat tanpa perintah-Ku”.

Lalu Malaikat Jibril bertanya :

“Yaa Allah…! Apakah yang Engkau berikan kepada mereka, sebagai balasan atas ibadah mereka?!”

Allah SWT menjawab, “Aku berikan mereka Surga Ma’wa”.

Mendengar nama Surga Ma’wa, Jibril pun meminta izin kepada Allah SWT untuk melihat Surga itu dan Allah mengabulkan permintaan Jibril as. Maka dengan perasaan senang, lalu ia mengepakkan seluruh sayap-sayapnya dan terbang. Setiap kali ia buka sepasang sayapnya, ia dapat menempuh jarak sejauh perjalanan tiga ratus ribu tahun dan setiap kali ia tangkupkan sayapnya, ia dapat menempuh jarak seperti itu juga.

Malaikat Jibril as terbang sedemikian rupa selama tiga ratus tahun, namun ia tidak mampu melihat Surga Ma’wa. Kemudian hinggaplah ia pada bayang-bayang sebuah pohon dan ia pun sujud kembali kepada Allah SWT, lalu dalam sujudnya ia berkata :

“Yaa Allah…! Adakah aku telah mencapai separuh Surga itu atau sepertiga, atau seperempatnya?!”.

Allah SWT menjawab :

“Wahai Jibril, sekiranya kamu terbang selama tiga ratus ribu tahun lagi dan AKU berikan kepadamu kekuatan lagi seperti kekuatanmu saat ini, serta AKU tambah sayap-sayapmu dan kamu terbang, seperti yang telah kamu lakukan. Kamu tidak akan mencapai sepersepuluhnya dari apa yang AKU berikan kepada umat Muhammad, sebagai balasan atas shalat mereka dua raka’at”.

Subhanallah…!Alhamdulillah….! Betapa beruntungnya kita, karena telah Allah taqdirkan kita sebagai Umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Aamiin.

Allahuma shalli ‘ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallim.

*🌹🌾IKUTI 7 SUNNAH NABI SETIAP HARI🌾🌹
🌷🌻🌻🌻🌻?🌻🌻🌻?🌷
Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
Pertama,
Shalatlah Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat Tahajjud-nya.
.
Kedua,
Bacalah Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
Ketiga,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
Keempat,
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
Kelima,
Jagalah sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
.
Keenam
Jagalah wudhu karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, “ampuni dosanya dan sayangi dia,ya Allah”.
.
Ketujuh,
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan beristighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Ada tiga do’a yang janganlah kau lupakan dalam sujudmu

1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :
Allahumma inni as’aluka husnal khotimah
Artinya : ” Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah “

2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut
Artinya: ” Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat “

3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya :
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika
Artinya: ” Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU “

Jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke surga.

Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 orang..

SEKECIL apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat…
Smga kita semua termasuk dlm golongan orang² yang bertaqwa,, aamiin… tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat اَللّهُ …

“Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”

InsyaAllah kita akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

SECUIL ILMU
bermakna
LUAS🙏

semoga bermanfaat :

KISAH ANAK KECIL YANG MENUMBANGKAN ‘ULAMA’ SOMBONG DAN TERSESAT

Alkisah di masa Imam Abu Hanifah ada anak masih kecil sekitar umur 7 tahun, dan seorang ulama yang memiliki Ilmu luas dan tiada bandingannya namanya Dahriyah.

Seluruh Ulama pada waktu itu tidak ada yang mampu menandinginya di saat berdebat, terutama dalam bab Tauhid.

Maka muncullah sifat kesombongannya, bahkan akhirnya ia berani mengatakan bahwa ALLAH itu tidak ada.

Sayangnya belum ada Ulama yang mampu mengalahkan dia dalam berdebat, sampai tiba pada suatu pagi ketika para Ulama dikumpulkan di suatu Majlis milik Syaikh Himad, guru Imam Abu Hanifah, yang pada hari itu Abu Hanifah kecil hadir juga di majlis itu.

Maka Dahriyah naik ke mimbar lalu berkata dengan sombong dan congkaknya:

Siapakah di antara kalian hai para Ulama yang akan sanggup menjawab pertanyaanku?

Sejenak suasana hening, para Ulama semua diam, namun tiba-tiba berdirilah
Abu Hanifah dan berkata:

Abu Hanifah:
Omongan apa ini?
Maka barang siapa tahu pasti ia akan menjawab pertanyaanmu.

Dahriyah:
Siapa kamu hai anak ingusan, berani kamu bicara denganku. Tidakkah kamu tahu, bahwa banyak yang berumur tua, bersorban besar, para pejabat, dan para pemilik jubah kebesaran, mereka semua kalah dan diam dari pertanyaanku, kamu masih ingusan dan kecil berani menantangku…!

Abu Hanifah:
ALLAH tidak menyimpan kemuliaan dan keagungan kepada pemilik sorban yang besar dan para pejabat dan para pembesar, tetapi kemuliaan hanya diberikan kepada Al-Ulama.

Dahriyah:
Apakah kamu akan menjawab pertanyanku?

Abu Hanifah:
Ya aku akan menjawab pertanyaanmu dengan taufiq ALLAH.

Dahriyyah:
Apakah ALLAH itu ada?

Abu Hanifah:
Ya ada

Dahriyah :
Dimana Dia ?

Abu Hanifah:
DIA, tiada tempat bagi DIA.

Dahriyyah:
Bagaimana bisa disebut ada bila Dia tak punya tempat?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di badan kamu, yaitu Ruh.
Saya tanya, kalau kamu yakin Ruh itu ada, maka di mana tempatnya? Di kepalamu, di perutmu atau di kakimu?

Dahriyah diam seribu bahasa dengan muka malu.

Lalu Abu Hanifah minta air susu pada Gurunya, Syaikh Himad lalu bertanya kepada Dahriyah:

Apakah kamu yakin di dalam susu ini ada manis?

Dahriyah:
Ya saya yakin di susu itu ada manis.

Abu Hanifah:
Kalau kamu yakin ada manisnya, saya tanya apakah manisnya ada di bawah, atau di tengah, atau di atas?

Lagi-lagi Dahriyah diam dengan rasa malu.

Lalu Abu Hanifah menjelaskan:
Seperti Ruh atau manis yang tidak memiliki tempat, maka seperti itu pula tidak akan ditemukan bagi ALLAH tempat di Alam ini baik di Arsy atau Dunia ini.

Lalu Dahriyah bertanya lagi:

Sebelum ALLAH itu apa dan setelah ALLAH itu apa?

Abu Hanifah:
Tidak ada apa-apa sebelum ALLAH dan sesudahnya tidak ada apa-apa.

Dahriyah:
Bagaimana bisa dijelaskan bila sebelum dan sesudahnya tak ada apa-apa?

Abu Hanifah:
Dalilnya ada di jari tangan kamu,
Apakah sebelum jempol dan apakah setelah kelingking?
Dan apakah kamu bisa menerangkan jempol 👍 duluan atau kelingking 🤙 duluan ?

Demikianlah sifat ALLAH. Ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak ALLAH.

Lagi-lagi Dahriyah dipermalukan, lalu ia berkata:

Satu lagi pertanyaanku, apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah :
Kamu telah membalikkan fakta, seharusnya yang bertanya itu di bawah mimbar dan yang ditanya di atas mimbar.

Akhirnya Dahriyah turun dari mimbar dan Abu Hanifah naik ke atas mimbar.

Dahriyah:
Apa perbuatan ALLAH sekarang?

Abu Hanifah:
Perbuatan ALLAH sekarang adalah menjatuhkan orang yang tersesat seperti kamu ke bawah jurang Neraka dan menaikkan yang benar seperti aku ke atas mimbar keagungan.

Maha Suci ALLAH yang telah menyelamatkan keyakinan Islam melalui seorang anak kecil.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari sifat-sifat:

  • Sok,
  • Tinggi Hati,
  • Angkuh,
  • Meremehkan/Merendahkan Orang,
  • Buruk Sangka,
  • Takabbur,
  • Dzalim
  • Sombong.
  • Aamiin.

Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal’afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal’alamiin..

(Dikutip dari Kitab Fathul Majid, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Asy-Syafi’i; والله اعلم

#$emangat motivasi kehidupan kearah yang lebih baik#

PEJUANG WANITA SEJATI
DALAM SEJARAH ISLAM

🌸
Tokoh mulia, perisai Nabi (saw), pahlawan wanita yang mengukir sejarah yg tidak banyak diketahui. Sesungguhnya penulis fantasi superhero Barat banyak terinspirasi dan mengambil dari khizanah kaum Muslimin.

Nasibah/ Nusaibah binti Ka’ab bin Umar bin Auf al-Khazrajiah adalah seorang sahabat ( shahabiyah ) dan pejuang ( mujahidah ) wanita mulia. Pernah mendapatkan pujian baik langsung dari Nabi (saw) berkat kegigihan dan kesabarannya.

Ia lebih dikenal dengan Ummu ‘Umarah/ ‘Imarah (أمّ عماره) dan orang pertama di Madinah yang memeluk Islam dan salah seorang perempuaan di antara dua perempuan yang masuk Islam pada Baiat Aqabah Kedua . Dia hadir dalam beberapa peperangan khususnya dalam perang Uhud untuk membantu para pejuang dan prajurit yang terluka. Dia terluka di perang Uhud dalam membela Nabi (saw) pada. Selaib itu, dikenal sebagai salah seorang penukil Hadist Nabawi. Adapun tanggal wafatnya tidak disinggung oleh sumber-sumber sejarah.

Nasibah (ra) menikah dengan Zaid bin Asyim dan dikaruniai anak yang diberi nama Habib dan Abdullah.

Ummu Umarah Nasibah (ra) menuturkan,
“Aku melihat orang-orang pergi dari Rasulullah (saw) dan tidak tersisa kecuali sekelompok orang. Aku, anakku dan suamiku berada di depan Rasulullah (saw) untuk melindungi beliau.”

Ummu Umarah (ra) pernah mendatangi Nabi (saw) dan berkata,
“Aku tidak pernah melihat segala sesuatu kecuali hanya diperuntukkan kepada laki-laki. Keberadaan wanita sama sekali tak pernah dianggap.”

Menanggapi perkataannya itu, turunlah ayat yang mengatakan:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan-perempuan muslim, laki-laki dan perempuan-perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan-perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan-perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan-perempuan yang penyabar, laki-laki dan perempuan-perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan-perempuan yang rajin bersedekah, laki-laki dan perempuan-perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan-perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan-perempuan yang senantiasa menyebut (nama) Allah, telah disiapkan oleh Allah sebuah ampunan dan pahala besar.”
(al Ahzab: 35)

Ummu Umarah (ra) ikut serta dalam beberapa perang besar bersama Nabi (saw). Berperan melayani dan membantu para mujahidin, memberi dorongan kepada orang-orang yang sedang berperang, menghilangkan keraguan pada diri mereka, dan bahkan di saat waktu memungkinkan ia juga tak ragu lagi untuk menghunus senjata dan berperang sebagaimana layaknya seorang perwira.

Ummu Umarah (ra) ikut berperang besama suaminya (Ghaziyah bin Amru) dan bersama kedua anaknya dari suami yang pertama (Zaid bin Ashim bin Amru), kedua anaknya bernama Abdullah dan Hubaib dalam perang Uhud. la sempat terluka parah di saat kemenangan mulai berada di pihak orang-orang kafir. Pakaiannya tercabik-cabik karena sayatan senjata. la berada dalam naungan Rasulullah (saw) dalam keadaan tubuh penuh luka, akibat pukulan dan lemparan anak panah. Luka dalam tubuhnya sekitar 12 luka. Pada waktu itu, ibunya senantiasa mendampingi dan berusaha membalut luka-luka putrinya itu.

Dan di saat Nabi (saw) hendak dibunuh oleh Ibnul Qum’ah, Ummu Umarah merupakan orang yang melindungi Nabi (saw). la melawan Ibn Qum’ah yang hendak membunuh Nabi (saw) dengan melontarkan beberapa pukulan kepadanya. Ibnul Qum’ah pun membalas pukulan-pukulan itu. la memukul pundak Nasibah hingga mengakibatkan goresan pada punggungnya.

Nabi (saw) pernah membicarakannya,
“Derajat Nasibah pada hari ini lebih tinggi daripada derajat siapa pun, aku (Nabi) selalu melihatnya ditempat manapun, aku senantiasa melihat Nasibah sedang berperang di belakangku.”

Selain pada Perang Uhud, Ummu Imarah (ra) juga ikut pada dalam Bai’atur Ridwan bersama Nabi (saw) dalam Perang Hudaibiyah, dengan demikian beliau ikut serta dalam Perang Hunain.

Ketika Nabi (saw) wafat, ada beberapa kabilah yang murtad dari Islam di bawah pimpinan Musailamah al-Kadzab. Selanjutnya khalifah Abu Bakar ash-Shidiq mengambil keputusan untuk memerangi orang-orang yang murtad tesebut. Maka, bersegeralah Ummu Imarah mendatangi sang khalifah dan meminta ijin kepadanya untuk begabung bersama pasukan yang akan memerangi orang-orang murtad. Abu Bakar ash-Shidiq berkata kepadanya, “Sungguh aku telah mengakui peranmu di dalam perang Islam, maka berangkatlah dengan nama Allah.”

Maka ia berangkat bersama putranya yang bernama Hubaib bin Zaid bin Ashim

Mengenai tanggal wafatnya tidak disinggung dalam sumber-sumber sejarah. Berdasarkan sebuah riwayat, sahabat Umar bin Khattab pada masa kekhilafahannya pernah mengirim hadiah kepada Ummu ‘Umarah. Hal ini menandakan bahwa dia hidup di masa kekhilafahan Umar dan meninggal setelah tahun ke-13 H.

Biografinya, dan kisah lengkap kesertaannya dalam perang Uhud maupun perang-perang lain, bisa anda baca pada sejumlah buku Sirah Nabawiyah, diantaranya:
Sirah an-Nabi oleh Ibnu Hisyam
Futûh al-Buldân oleh al-Baladzuri
Al-Thabaqât al-Kubrâ oleh Ibnu Sa’ad
Al-Isti’âb oleh Ibu Abdil Barr
Siar A’lâm al-Nubalâ oleh al-Dzahabi
al-Maghâzi oleh al-Waqidi
An-Nisâ’ Haular-Rasûl oleh Mahmud Mahdi al-Istanbuli dan Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi

Demikian rangkuman sangat singkat dari saya, wassalam. H.S@lattas 🌸🍵

🌳🌳🌳🌳🌳🌳

https://youtu.be/fpYaKBfAfw4
https://www.facebook.com/ilmfeed/

mujahidah #muhadditsat #pahlawan_wanita #NasibahbintiKaab #Ummu_Umarah

Do’a Ini Pendek Tapi Sangat POWER!!!

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-‘Aafiyah.

Al-Abbas (R.A.) bapa saudara kepada Nabi (ﷺ) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata : “Ya Rasulullah (ﷺ) ajarkanlah aku do’a,” katanya.

Nabi (ﷺ) lalu berkata : “Wahai bapa saudara ku, bacalah :

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-‘Aafiyah.
(Ya Allah, aku memohon kepada MU ‘aafiyah).

Sekarang apa yang ‘Aafiyah ???

Aafiyah bermaksud :
Untuk menyelamatkan diri daripada semua kesusahan yang menimpa”.

👉Untuk menjadi sehat, kita perlu berada di dalam ‘Aafiyah.

👉Untuk mempunyai uang yg cukup, kita haruslah berada di dalam ‘Aafiyah.

👉Untuk terus hidup sejahtera, kita seharusnya berada di dalam ‘Aafiyah.

👉Untuk mau anak2 kita di lindungi, kita perlu berada di dalam ‘Aafiyah.

👉Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, kita berada dalam ‘Aafiyah.

Jadi, pada asasnya ‘Aafiyah itu bermaksud :
“Ya Allah, lindungilah aku daripada apa-apa kesakitan, kesusahan dan segala penderitaan”.
Ini termasuk untuk di Dunia dan di Akhirat.

Al-Abbas (R.A.) berfikir tentang ini untuk seketika, dan kemudian dia datang kembali kepada Nabi (ﷺ) selepas beberapa hari lalu dia berkata:-

“Ya Rasulullah (ﷺ), do’a ini seolah-olah sedikit pendek. Saya minta sesuatu yang lebih besar.”

Nabi (ﷺ) lalu berkata : “Wahai bapa saudaraku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk ‘Aafiyah, maka anda tidak boleh diberi apa-apa yg lebih baik daripada ‘Aafiyah. Ia adalah satu do’a yang mudah namun terbaik.”

Yang Benar adalah setiap yang bermakna dari apa yang anda katakan (mohon) ketika berdo’a.

“Ya Allah, aku memohon kepadaMU agar aku selamat daripada semua kesusahan, kesulitan, kesedihan, bahaya (musibah) dan janganlah ENGKAU menguji aku dan lain-lain yang berat.”

Semua ini termasuk di dalam Allahumma Inni As Aluka Al-‘Aafiyah
~ (Riyadh As Saliheen, Sunan At-Tirmidzi).

Nabi Muhammad (ﷺ) berkata : ” Sampaikanlah daripada aku, walaupun ia adalah satu ayat.

Semoga bermanfaat…

Kongsi untuk orang lain juga ya. Sebarkan semoga pahala terus mengalir buat bekalan kita kelak… Aamiin, Aamiin Yaa Robb Alamiin… 🤚🏻✋🏻

RENUNGAN PAGI

 

              

“Dan Tuhanmu mengilhamkan
kepada Lebah:
‘Buatlah sarang2 di-bukit2,
dipohon2 kayu,dan
di-tempat2 yang dibikin
manusia.”
(Surat an-Nahl : 68).


Syaikh Abu Thalib al-Makki,
Ulama Zahid
dari Generasi Thabi’in,
dalam Qut Al-Qulub,
merinci tidak kurang

dari 40 keistimewaan Lebah
yang layak diteladani
oleh seorang mu’min.

di antaranya adalah:
Lebah apabila hinggap
di atas sekuntum bunga,
dia tidak akan beranjak
sebelum benar2 kenyang
mengisap sari bunga.

Dia lebih memilih mati
di taman bunga
daripada pulang sebelum
memperoleh
apa yang dicarinya.

Itulah seorang mu’min
ketika mereguk manisnya
taqarrub kepada اللهِ
dan bertemu
ulama penasihat ilmu,
yang menceritakan
pengalaman ruhaninya!

Dia akan merasa betah
bersama mereka.
Ketika melakukan
‘amal shaleh pun,
dia enggan berhenti
sampai kematian
menghentikannya.”

     

(Syaikh Abu Thalib Al-Makki,
dalam Qut Al-Qulub).

Ya اللهِ…..
di pagi hari jum’at ini
aku kirimkan do’a
untuk saudara2ku,
sahabat2ku dan
orang2 yang kuhormati
serta orang2 yang kucinta.
Karuniakan mereka
kesehatan,
tawadhu’ dalam iman,
keluarga yang bahagia,
rizki yang baroqah,
serta terimalah
‘amal ibadahnya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Dulu orang tua pernah bilang,
“Kalau ibu dan ayah sudah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi..
Tunggulah 10 – 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah”.
.
Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
pipi kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.
.
Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..
.
Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka pulang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.
.
Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
.
“Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati”.
.
Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, “Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah”
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.
.
Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.
.
Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
“Hai manusia” ..
Malaikat tak berkata,
“Hai ustaz, hai ustazah”.
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
“Hai manusia”.
.
“Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?”
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
“Dia itu adalah hamba Allah,
dia adalah pesuruh Allah..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah ”
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
“Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?”.
.
Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
“Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik”
Maka, kata malaikat kepada kita,
“Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin”.
.
Maka ahli kubur tadi berkata,
“Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!”,
rayu si mati pada malaikat.
.
Rupanya, orang mati ini mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.
.
“Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah.” “Wahai suamiku, sholatlah”.
.
Tapi malaikat kata,
“Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh.. Kamu tak boleh campur dengan alam dunia”.
.
Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
.
Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.
.
ALLAHU AKBAR.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)
.
Yg bilang aamiin Semoga akhir hidup kita semua ada didalam husnul Khotimah.
Aamiin Ya Robbal’aalamiin.
.

ONE DAY ONE HADIST
Kamis, 14 Maret 2019 / 7 Rojab 1440 H.

Waspada Terhadap Fitnah Dunia dan Wanita

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda,

“Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.” (Hr. Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

  1. Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang keadaan dunia dan isinya yang menakjubkan bagi orang-orang yang memandang dan merasakannya.
  2. Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebagai ujian dan cobaan bagi para hamba-Nya.
  3. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk mengerjakan hal-hal yang bisa menjaganya agar tidak terjatuh dalam fitnah dunia.
  4. Barangsiapa mengambilnya dari yang halal, meletakkannya sesuai dengan haknya, memanfaatkannya agar ia bisa beribadah kepada Allah, maka itu semua menjadi bekal baginya untuk pergi ke tempat yang lebih mulia dan kekal.
  5. Dengan demikian, sempurnalah baginya kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetapi sebaliknya, barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarnya dan tujuan ilmu serta keinginannya, maka ia akan mendapat dunia sesuai dengan yang telah ditetapkan baginya oleh Allah Azza wa Jalla. Lalu akhirnya, hidupnya sengsara, dia tidak merasakan kelezatan dan syahwatnya kecuali hanya sebentar saja. Kelezatannya sedikit, tetapi kesedihannya berkepanjangan.
  6. Semua bentuk kelezatan dunia merupakan ujian dan cobaan. Tetapi yang terbesar dan terkuat yaitu fitnah wanita, karena fitnah mereka sangat besar. Terjatuh dalam fitnah wanita sangat berbahaya. Para wanita adalah perangkap dan tali-tali setan.
  7. Betapa banyak setan telah menjerumuskan laki-laki yang menjaga dirinya dari fitnah wanita tersebut, namun akhirnya terikat dan terjebak dalam kubangan syahwat, terus-menerus berbuat dosa, dan sulit untuk melepaskan diri darinya.
  8. Dalam hadits ini, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan apa-apa yang telah terjadi pada ummat-ummat sebelum kita. Karena dalam semua peristiwa itu terdapat ibrah (pelajaran) bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran, serta nasihat bagi orang-orang yang bertakwa.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Qur’an:

  1. Hendaklah seorang Muslim benar-benar waspada terhadap fitnah dunia. Dunia ini indah dan manis, maka jangan sekali-kali seorang Muslim tertipu dengannya, karena kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah kesenangan yang memperdaya. [Ali ‘Imrân/3:185].

  1. Mencintai dunia berarti menjadikan dunia sebagai tujuan dan menjadikan amal dan ciptaan Allah yang seharusnya menjadi sarana menuju Allâh Azza wa Jalla dan negeri akhirat berubah arah menjadi mengejar kepentingan dunia.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ﴿١٥﴾أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh balasan di akhirat kecuali neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” [Hûd/11: 15-16].