Assalamu alaikum
Harga kalender 2020 Hai’ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH :

*1 ex @ Rp 27.000

  • 2-9 ex @ Rp 23.000
  • 10 – 49 ex @ Rp 20.000
  • 50 – 99 ex @ Rp 17.000
  • 100 – 2499 ex @ Rp 15.000
  • 2500 – keatas ex @ Rp 14.000

NB.

  • HARGA PENGIRIMAN DITANGGUNG PEMBELI
  • JIKA ANTUM MINAT MOHON DIKIRIM NAMA DAN ALAMAT LENGKAP ANTUM SERTA NOMER HP YG BISA DI HUBUNGI

IBLIS ITU SANGAT ALIM..

Jika engkau bertanya tentang Al-Qur’an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit…

jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tsb….

jika engkau bertanya tentang cerita para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga…

iblis ahli alqur’an…
iblis ahli hadist….
iblis ahli riwayat..
iblis alim/pandai dalam segala ilmu…
tapi iblis tdk pernah menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat…

“AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN”

Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan…

Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta’at dan sholeh

YANG AKU TAKUT

Yang aku takut…
hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun
sangat pandai menasehati.

Yang aku takut…
aku merasa paling benar, sehingga
merendahkan yang lain.

Yang aku takut…
egoku terlalu tinggi, hingga
merasa paling baik di antara yang lain.

Yang aku takut…
aku lupa bercermin, namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

Yang aku takut…
ilmuku akan membuatku
menjadi sombong,memandang yang lain berbeda denganku.

Yang aku takut…
lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

Yang aku takut…
aku hanya hebat dalam berkata namun
buruk dalam berbuat.

Yang aku takut…
aku hanya cerdas dalam mengkritik,
namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

Yang aku takut…
aku membenci dosa orang lain, namun
saat aku sendiri buat dosa aku tdak bisa membencinya.
semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur kata q lebih baik dari dia. Aamin 😍😍😍😍😍😍

Imam gazali ra , berkata:

Bersuci itu memiliki 4 urutan yaitu :
1.menyucikan orang yang suci dari hadast. 
2.menyucikan badan yang suci dari kesalahan dosa .
3.menyucikan hati dari akhlak tercela.
4.menyucikan batin dari selain allah.

4 penyakit perusak hati:
1.khayalan , seakan akan masih panjang usia.
2.serba terburu buru Tanpa pertimbangan .
3.iri dan dengki terhadap Orang lain .
4.takkabur atau sombong.

4 perkara penangkal nya :
1.mengingat maut.
2.berhati hati dalam segala hal.
3.jujur.
4.tawadhu.

4 bekal  buat perjalanan hidup:
1.keyakinan bahwa dunia beserta isinya dan akhirat allah lah Yg menguasai.
2.keyakinan bahwa seluruh makhluk adalah hamba allah.
3.keyakinan bahwa urusan Rizqi dan persoalan  adalah kekuasaan allah.
4.keyakinan bahwa segala yang dikehendaki allah pasti akan terjadi sebab allah lah penguasa alam ini.

Para sahabat nabi saw saling menolak 4 perkara :
1.kepempimpinan 
2.wasiat.
3.titipan 
4.fatwa.

Kesibukan para sahabat ada 5:
1.membaca alquran 
2.meramaikan masjid.
3.dzikir kepada allah swt.
4.amal ma’rup. 
5.nahi mungkar.

Imam gazali berkata:
1.Hati menjadi terang dan bersinar dengan zikir dan tafakur.
2.tawakkal adalah perbuatan hati sementara tauhid adalah perkataan hati.
3.pintu zikir adalah tafakur dan pintu tafakur adalah kesadaran dan pintu kesadaran adalah zuhud dan pintu zuhud adalah kana’ah (perasaan cukup) dan pintu kana’ah adalah memburu akhirat dan pintu akhirat adalah taqwa. 
4.pintu adalah dunia dan pintu dunia adalah hawa nafsu dan pintu hawa nafsu adalah tamak dan pintu tamak adalah angan angan dan angan angan adalah merupakan penyakit kronis yang sulit sembuh dan pangkal angan angan adalah cinta dunia dan pintu cinta dunia adalah lalai.
5.kelalaian adalah penutup yang membungkus hati dan tauhid adalah obat yang dengan namanya tak satupun berdampak bahaya 
Maka dawamkanlah doa sebagai berikut:

.

Dengan  nama allah yang bersama namanya tidak sesuatu pun baik dibumi maupun  dilangit mendatangkan bahaya dan dia maha mendengar lagu maha mengetahui. 
Semoga bermanfaat.

33 TAHUN “HANYA” DAPAT 8 HAL

⊙Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama 
Hatim Al Ashom :

■Imam syaqiq : “Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?”.

●”Sudah 33 tahun”, jawab Hatim.

■”Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?”, tanya Imam Syaqiq.

●”Hanya 8 hal “, jawab Hatim.

■” Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun ! 
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu, 
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?”, Ucap Imam Syaqiq heran.

●”Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja, aku tidak mau mendustai anda”, jawab Hatim.

■”Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu ! “. pinta Imam Syaqiq.

●Hatim Al Ashom pun berkata :

♥Pertama : 
“Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih. Ketika dia mati, kekasihnya ikut mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

○Maka, 
Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku, Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku”.

♥Kedua : 
“Aku merenungkan Wahyu Alloh SWT : 
“Dan Adapun orang2 yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya”.(QS. An Naazi’aat,79:40-41).

○Aku sadar, Bahwa Firman Alloh pasti lah benar, Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Alloh SWT “.

♥Ketiga : 
“Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman Alloh swt : 
“Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Alloh akan kekal”. (QS. An Nahl,16:96).

○Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg berharga, Akupun menyedekahkannya dijalan Alloh swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya”.

♥Keempat : 
“Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab. Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca Wahyu Alloh swt : 
“Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi Alloh, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada Alloh) di antara kalian”.
(QS. Al Hujuroot,49:13).

○Karena itulah, Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi Alloh SWT.

♥Kelima : 
“Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Alloh SWT : 
“Kami telah membagikan utk penghidupan mereka di alam dunia”. 
(QS. Az Zukhruf,43:32).

○Akupun sadar, 
Bahwa semuanya telah dibagi oleh Alloh swt. Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun”.

♥Keenam : 
“Kulihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal Alloh SWT berfirman : “Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)”. 
(QS. Al Fathir,35:6).

○Oleh sebab itu, 
Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku. Aku selalu mewaspadainya dengsn sekuat tenaga, sebab Alloh swt sendiri yg telah menjadikan Syeitan sebagai musuhku”.

♥Ketujuh : 
“Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan oleh Alloh swt. Lalu kuperhatikan Firman Alloh SWT : 
“Dan tiada satupun binatang melata dibumi, melainkan Alloh telah menanggung rezeki nya”. 
(QS. Hud,11:6).

○Aku sadar, Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan Alloh swt telah menjamin Rezeki ku. 
Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh Alloh swt dan aku tidak pernah merisaukan sesuatu yang telah dijamin oleh Alloh swt untukku”.

♥Kedelapan : 
“Aku melihat semua org bergantung kepada Makhluq Alloh swt. Ada yg bergantung kepada ladangnya, bergantung kepada perniagaannya, 
bergantung kepada pekerjaannya, dan 
bergantung kepada kesehatan jasmaninya.Akupun kembali kepada Firman Alloh : “Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupkan (segala keperluan) nya”. 
(QS. Ath Tholaaq,65:3).

○Oleh karena itulah, Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada Alloh swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan Alloh swt pun mencukupi semua kebutuhanku”.

■Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom, Imam Syaqiq Al Balkhi berkata : 
“Wahai Hatim, semoga Alloh memberimu Taufiq.Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur’an. Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah kau sampaikan. Barang siapa mengamalkan  8 hal tersebut. Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci”.

LALU……..
♡Berapa lama kita menuntut ilmu? 
♡Apa yang kita dapatkan? 
♡Adakah pelajaran penting yang meresap kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
♡Atau semua itu hanya sekedar penghibur telinga kita?

Semoga Alloh SWT, memberi kita Taufiq dan Hidayah,Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita dengar, kita lihat dan kita baca…..

5 Nasehat Habib Ali Bin Muhammad al-habsyi
(Pengarang Maulid Simthud Duror) Agar Selamat Dunia dan Akhirat

1-Berhati-hatilah dalam memilih kawan dan teman, mengingat pergaulan itu amat besar pengaruhnya dalam kehidupan dan membentuk kepribadian seseorang.

2-Berpegang teguhlah pada thoriqoh para ulama terdahulu. Bersungguh-sungguh dalam bertakwa kepada Allah baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keramaian sebaga bekal utama dalam mengarungi kehidupan ini, dan juga tekunlah dalam menuntut ilmu yang bermanfaat serta tinggalkanlah kebiasaan dan pola hidup yang tidak berguna.

3-Ketahuilah adanya pertemuan-pertemuan di dalam majelis dzikir dan majelis ilmu itu bisa membawa kemanfaatan dan kebaikan yang besar pada umat manusia. Dan ketahuilah bahwa perkumpulan kita dalam suatu majelis dzikir dan ilmu berada dalam pengawasan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Melalui perkumpulan semacam itu cahaya ilahiyah akan memancar kepada siapapun, baik yang dekat maupun yang jauh, baik bagi mereka yang taat maupun yang bermaksiat, baik yang alim maupun yang jahil. Orang yang hadir dalam majelis tersebut, sewaktu pulang akan membawa keuntungan yang besar.

4-Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan akan pentingnya belajar dan mengajarkan ilmu agama. Disela-sela kesibukan kita dalam mengumpulkan harta hendaknya kita harus mau menyisihkan sebagian harta kita untuk para penuntut ilmu.Gunakan waktu dan kesempatan kita untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Kita melihat manusia di zaman akhir ini telah kehilangan semangat untuk belajar dan mengajarkan ilmu agama. Mereka terlalu sibuk untuk memperkaya diri, menghabiskan waktunya untuk urusan-urusan duniawiyah.

5-Jagalah silaturahmi dan juga berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Ketahuilah barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ia akan beruntung di dunia dan akhirat. Dan siapa saja yang durhaka kepada kedua orang tuanya dia akan rugi dan celaka di dunia maupun akhirat. Tidak ada amalan yang manfaatnya paling besar didunia melebihi birruk walidain begitu juga sebaliknya

“Semoga Allah memberi kita hidayah dan Taufiq-Nya…dan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat…”

________

Wasiat Nasehat Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi:

Camkanlah, jangan sampai kalian tidak mempelajari ilmu bahasa, Nahwu dan shorof. Karena ilmu bahasa merupakan dasar dan perantara kalian untuk memahami semua ilmu.

“Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Allah swt, wujudkanlah kebenaran janji-Nya, dan rasakanlah kebesaran rahmat-Nya. 
Cukuplah bagi kita firman Allah swt, seperti disabdakan Rasulullah saw, Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, maka berprasangkalah kepada-Ku sesukamu.

“Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal.

“Jika tak ada ketamakan, dan tak ada satu mahluk pun keluar dari lingkaran jejak nabi saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan akhirat yang kekal.

“Tak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik. 
Karena di dalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah swt sirnalah amalmu seperti amal setiap mahluk. Di dalam rahasia Allah swt swt, yang dititipkan pada mahluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua mahluk adalah Aulia.”

“Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. 
Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan.

Keteguhan perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal.

Keteguhan dalam beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari.

Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari.

Sedangkan hakikatnya, secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah swt sekedip mata pun, bahkan yang lebih cepat dari itu.”

“Janganlah kau putuskan kehadiranmu di tempat-tempat yang baik karena alasan kesibukan dunia. 
Hati-hatilah, karena itu merupakan tipu daya setan. 
Hadirkanlah Allah swt ketika sendirian. Sembahlah Dia, seakan melihatnya; dan jika tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

“Tutuplah mata dari perhiasan dunia dan segala kenikmatan fana yang dimiliki budak-budaknya serta kenikmatan yang akan terputus. Sesungguhnya semuanya seperti kau saksikan bahwa dunia ini cepat berpindah dan dekat kefanaannya.”

“Jadikanlah Al-Qur an dan zikir kepada Allah swt bacaan sehari-harimu. Bertafakurlah terhadap nikmat Allah swt.

Jika mungkin, setiap waktu hanya ada antara dirimu dan Allah swt, dan pada saat itu telitilah diri sendiri. Rasulullah saw bersabda, Telitilah dirimu, sebelum kalian diteliti. Seseorang yang meneliti dirinya di dunia, perhitungan baginya akan lebih ringan di Akherat kelak.”

“Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya.

Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadirat yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu.”

“Kerjakanlah segala perintah Allah swt dan tinggalkanlah larangan-Nya. Jangan sampai Allah swt melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilangan-Mu pada perintahnya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah swt. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf Mulia.”

“Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb ( kedekatan ) kepada Allah swt, air telaga dari celah wishal ( persatuan dengan Allah swt ), dan pengetahuan pada puncak tujuan.”

“Yang selalu memperlambat terkabulnya doa seorang hamba adalah karena harapan yang rendah : mengharapkan sesuatu dari mahluk. Angkatlah pandanganmu secara keseluruhan kepada zat yang dibutuhkan semua mahluk .maka akan tampak tanda-tanda terkabulnya doa .”

“Niat merupakan pondasi amal. Seseorang akan memperoleh karunia sesuai dengan niatnya. 
Betapa sering niat membuat orang yang jauh dari Allah swt menjadi dekat kepada-Nya dan merubah sesuatu yang sulit menjadi ringan. 
Oleh karena itu, dalam setiap perbuatan, ucapan dan amalnya seorang Mukmin, hendaknya menerapkan niat yang baik.

Tidak ada seorang pun yang mencapai kesuksesan dan keberhasilan kecuali karena niat yang baik. Sabda kekasih Allah swt yang paling Agung, Al-Musthafa saw di bawah ini cukup menjadi bukti keutamaan niat .

Rasulullah bersabda: 
Sesungguhnya ( balasan ) setiap amal tergantung dari niatnya.
( HR. Bukhari dan Muslim )

Niat seorang Mukmin lebih baik daripada amalnya.

Sudah menjadi sifat seorang Mukmin untuk menetapkan berbagai amal yang agung dan berusaha mengamalkannya, padahal dia hanya mampu mengamal kan sebagian darinya.

Sebagai contoh adalah orang yang berniat menggunakan semua nafasnya ( waktunya ) untuk membaca wirid, dzikir atau untuk berpikir. Ternyata dia hanya mampu menggunakan sebagian waktunya saja. Apa yang telah dia kerjakan itu baik, tapi niatnya tersebut lebih baik dari amal yang telah dia kerjakan.”

“Motivasi tobat sangat banyak, tetapi penyebab paling kuat adalah renungan   ( fikr ). Renungkanlah berbagai nikmat yang diberikan Allah swt kepadamu sejak engkau berupa mani, hingga menjadi manusia sempurna yang lahir ke alam ini dan berbagai nikmat lainnya yang kau peroleh hingga saat ini.

Renungkanlah semua nikmat Allah swt dalam setiap masa pertumbuhanmu. Sebab dalam setiap napas terdapat banyak nikmat Allah swt.

Jika engkau renungkan semua ini, maka dalam dirimu akan muncul rasa cinta kepada Allah swt. Karena, sudah menjadi watak hati untuk mencintai siapapun yang berbuat baik kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. Dan hakikatnya yang berbuat baik kepadamu adalah Allah swt.

Cinta ( kepada Allah swt ) merupakan jalan paling mulia yang dapat membuat seseorang bertobat. 
Demi menyenangkan kekasihnya, seorang pecinta dapat melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuannya.

Apalagi untuk hal-hal yang mampu ia lakukan. Seorang pecinta akan berusaha sekuat tenaga meninggalkan segala sesuatu yang dapat membuat kekasihnya murka. Cinta adalah buah terbesar fikr.

Merenung ( Fikr ) akan membuahkan rasa malu. Jika engkau merenungkan berbagai nikmat yang diberikan Allah swt kepadamu, maka engkau akan malu menggunakan berbagai nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya.

Selain membuahkan cinta dan rasa malu yang merupakan motivasi terkuat untuk bertobat, maka merenung juga membuahkan rasa takut kepada Allah swt ( khosyyah ).

Seseorang yang memikirkan berbagai bencana yang akan dia peroleh karena maksiat; seperti pengusiran, kemurkaan, siksa dan hijab serta menyadari keagungan dan kebesaran Allah swt dan betapa keras siksa-Nya, maka mau tidak mau dia akan sangat takut kepada Allah swt.”

Semoga bermanfaat.

________

Makna Shalat berjama’ah:

Bahwa Allah Tidak mensyariatkan Shalat berjamaah, atau shalat Jumat atau shalat ied, terkecuali karena ada rahasia yg Allah letakkan dalam kumpulan Manusia. Allah telah menjadikan Untuk Umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat- saat untuk berkumpul tiap tahun,tiap minggu, dan tiap hari. Allah tidak mensyariatkan pertemuan-pertemuan itu dengan sia-sia.

Allah Mensyariatkannya tidak lain karena keistimewaan yg terdapat dalam tiap pertemuan.

Orang-orang yg memiliki pandangan mendalam berkata: “Hikmah shalat berjamaah adalah jika ada orang yang hatinya hudhur pada saat takbiratul ihram, ada yg hatinya Hudhur pada saat membaca Al Qur’an, ada yg hatinya hudhur pada rukuk, dan ada yg hatinya hudhur pada saat sujud.

Maka Allah Kemudian mengumpulkan gerakan-gerakan shalat yg Hudhur tadi, lalu menjdikannya satu shalat yg sempurna dan Maqbul. kemudian Allah menerima shalat semua  orang tersebut. 
(Kitab Majmu’ kalam Al Habib Ali Habsyi)

Di ceritakan Pula di dalam Kitab Al Qirthaas: Ketika Putra  Shaahibir Ratib Al Imam Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Athas meninggal yg bernama Salim, Banyak orang yg berta’ziah kepada beliau dan turut bersedih atas meninggalnya putra beliau. Lalu Al Habib Umar bin Abdurrahman Al Athas mengatakan: Barang siapa yg shalat ketinggalan Takbiratul Ihram bersama Imam dalam shalat berjamaah,  maka musibah tersebut lebih besar dari pada meninggalnya anak kita yg Sholeh dan alim.

*Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita*

amin

Ilmu dan Kebodohan

Imam Ali bin Abi Thalib RA berkata:

1. Orang yang bodoh adalah yang menganggap dirinya tahu tentang makrifat ilmu yang sebenarnya tidak diketahuinya, dan dia merasa cukup dengan pendapatnya saja.

2. Orang yang alim mengetahui orang yang bodoh karena dia dahulunya adalah orang yang bodoh, sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang alim karena dia tidak pernah menjadi orang alim.

3. Orang bodoh adalah kecil meskipun dia orang tua, sedangkan orang alim besar meskipun dia masih remaja.

4. Allah tidak memerintahkan kepada orang bodoh untuk belajar sebelum Dia memerintahkan terlebih dahulu kepada orang alim untuk mengajar.

5. Sesuatu menjadi mudah bagi dua macam orang: orang alim yang mengetahui segala akibat dan orang bodoh yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi padanya.

6. Ada dua orang yang membinasakanku: orang bodoh yang ahli ibadah dan orang alim yang mengumbar nafsunya.

7. Imam `Ali a.s. menjawab pertanyaan seorang yang bertanya kepadanya tentang kesulitan, dia berkata, Bertanyalah engkau untuk dapat memahami,
dan janganlah engkau bertanya dengan keras kepala. Sebab, sesungguhnya orang bodoh yang terpelajar serupa dengan orang alim, dan orang alim yang sewenang-wenang serupa dengan orang bodoh yang keras kepala.

8. Engkau tidaklah aman dari kejahatan orang bodoh yang dekat denganmu dalam kekerabatan dan ketetanggaan. Sebab, yang paling dikhawatirkan terbakar nyala api adalah yang paling dekat dengan api itu.

9. Alangkah buruknya orang yang berwajah tampan, namun dia bodoh. la seperti rumah yang bagus bangunannya, tetapi penghuninya orang yang jahat,
atau seperti taman yang penghuninya adalah burung hantu, atau kebun kurma yang penjaganya adalah serigala.

10. Janganlah engkau berselisih dengan orang bodoh, janganlah engkau mengikuti orang pandir, dan janganlah engkau memusuhi penguasa.

11. Yang engkau lihat dari orang yang bodoh hanyalah dua hal: melampaui batas atau boros.

12. Sebodoh-bodoh orang adalah orang yang tersandung batu dua kali.

13. Menetapkan hujah terhadap orang bodoh adalah mudah, tetapi mengukuhkannya yang sulit.

14. Tidak ada kebaikan dalam hal diam tentang suatu hukum, sebagaimana tidak ada kebaikan dalam hal berkata dengan kebodohan.

15. Tidak ada penyakit yang lebih parah daripada kebodohan.

16. Dan tidak ada kefakiran yang sebanding dengan kebodohan

Al Imam Al Qusyairiy ra. berkata :

“KETAHUILAH BAHWA TAWAKKAL TEMPATNYA ITU DALAM HATI.
ADAPUN GERAK DAN USAHA DI JASAD LAHIR INI TIDAKLAH MENAFIKAN WUJUDNYA TAWAKKAL ITU SENDIRI YANG DI DALAM HATI
TENTUNYA SESUDAH YAKIN BAHWA KETERGANTUNGAN DIRINYA HANYA KEPADA ALLAH SEMATA.
JIKA ADA SESUATU YANG SULIT MAKA KARENA TAKDIR NYA
.JIKA ADA YANG MUDAH MAKA KARENA KEMUDAHAN DARI NYA “
_________________
Jika kamu tidak mampu bersaing dengan orang shaleh dalam amalnya,
maka bersainglah dengan pendosa dalam Istighfarnya”

*Ibnu Rojab Al hambali
__________________

Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya , anggota tubuhmu ini seperti selokan yang bermuara ke hati.
Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu , seperti pergunjingan , pengadu dombaan , ucapan yang buruk , pandangan yang haram dan lain sebagainya.
Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal , berdzikir , membaca Al-Qur’an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala , pandangan yang kurang�disukai agama dan pandangan yang haram .�
Jangan biarkan matamu memandang sesuatu , kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu

{ Ibnu ‘Atha_illah As_Sakandari }

___________________
Akibat Perut Terlalu Kenyang
Diriwayatkan dari Yahya bin Mu`adz Ar Raazi ra. sebagai berikut :
“Barangsiapa yang banyak  kenyangnya, maka akan banyak dagingnya. Barangsiapa yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya. Barangsiapa yang banyak syahwatnya, maka banyak dosanya. Barangsiapa yang banyak dosanya, maka akan keras hatinya. Serta barangsiapa yang keras hatinya, maka ia akan tenggelam dalam bahaya bahaya dunia dan hiasannya. “
___________________

Jika terasa olehmu beratnya berbuat taat Maka, ingat!
Ketaatan menghindarkanmu dari derita akhirat yg jauh lebih berat!

Jika terbayang olehmu nikmatnya suatu maksiat Maka, ingat!
Maksiat menghalangimu dari nikmat jannah yg jauh lebih nikmat!

________________________

SETIAP HARI BUMI BERSERU PADA MANUSIA DENGAN 10 KALIMAT… “

* Imam Ali Bin Abi Thalib KW berkata :

1). ” Hai anak cucu Adam , kau berjalan di atasku , tetapi tempat kembalimu adalah di dalam perutku… “

2). ” Hai bani Adam , kalian bermaksiat pada Allah Swt di atasku , dan kelak kalian akan disiksa dalam perutku… “

3). ” Hai bani Adam , kalian tertawa di atas perutku, dan kalian akan menangis dalam perutku… “

4). ” Kalian bersenang-senang di atas perutku , dan nanti kalian akan bersedih dalam perutku… “

5). ” Kalian kumpulkan harta di atas perutku , dan kalian akan menyesalinya dalam perutku… “

6). ” Kalian Makan yang haram di atas perutku , dan kalian akan menjadi santapan cacing tanah dalam perutku… “

7). ” Hai bani Adam , jika kalian berjalan sombong di atasku , maka kalian akan dihinakan dalam perutku… “

8). ” Hai bani Adam , jika kalian berjalan senang di atas perutku , maka kalian akan masuk dalam perutku dalam keadaan bersedih… “

9). ” Hai bani Adam , kalian berjalan di atas perutku dengan bercahayakan matahari , sinar bulan dan gemerlapnya cahaya lampu , tetapi kalian nanti akan tinggal dalam perutku dalam keadaan gelap gulita… “

10). ” Hai bani Adam , kalian berjalan di atas perutku dalam keramaian , maka kalian akan mendatangi perutku dalam keadaan sendirian… “
—–

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sa:
“Kejujuran yg paling buruk adalah (yg di pergunakan untuk) mengadu domba”
(Muntakhob Mizanil Hikmah, hadits no 6255)

Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki menemui imam Ali bin Husain radliyallahu’anh, laki-laki tersebut berkata kepada imam Husain; “Aku adalah seorang laki-laki yang selalu berbuat dosa, aku sangat tidak kuat untuk tidak melakukannya, oleh karena itu, berilah aku nasehat atas keadaanku ini”.
Mendengar perkataan laki-laki tsb , imam Husain menjawab;
“Lakukan lima hal, setelah itu lakukanlah dosa sesukamu”.

“Yang Pertama; Jangan sekali-kali kamu memakan rizki dari Allah, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.

“Yang kedua; Keluarlah kamu dari wilayah kekuasaan Allah, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.

“Yang ketiga; Carilah tempat dimana Allah tidak dapat melihatmu, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.

“Yang keempat; Jika datang malaikat pencabut nyawa kepadamu, jauhkanlah dirimu darinya, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.

“Dan yang kelima; Jika nanti malaikat adzab memasukkanmu ke dalam neraka, janganlah engkau mau dimasukkan ke dalamnya, setelah itu lakukan dosa sesukamu”.

[ Kunuzul Hikmah ]

SAKIT, KESUSAHAN, KESEDIHAN DAN SEMUA COBAAN BISA MELEBUR DOSA
Dinukil dari kitab bisyarotul mahbub bitakfiiridz dzunuub karangan syeh al qobuni

عن أبي سعيد وأبي هريرة- رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (ما يصيب المؤمن من نصب، ولا وصب، ولا هم، ولا حزن، ولا أذى، ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه). رواه البخاري ومسلم.

diriwayatkan dari abu sa’id dan abu hurairoh rodhiyallohu ‘anhuma, dari nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” tidaklah menimpa seorang mukmin dari suatu kepayahan, tdk pula penyakit yg terus terusan, kegalauan, kesedihan, rasa sakit hingga terkena duri kecuali itu semua Allah akan meleburkan kesalahn2nya sebab terkena hal2 tsb.”
HR. imam bukhori dan imam muslim

ورواه أحمد: (ما من شيء يصيب المؤمن في جسده يؤذيه إلا كفر الله به من سيئاته). 
وفي رواية لمسلم: (لا يصيب المؤمن شوكة فما فوقها إلا رفعه الله بها درجة وحط عنه بها خطيئة)

diriwayatkan dari imam ahmad, ” tdklah sesuatu yg menimpa seorang mukmin pada jasadnya yg membuatnya sakit kecuali Allah akan melebur kejelekan2nya sebab sakit tsb”
dalam satu riwayat dari imam muslim, ” tdklah menimpa seorang mukmin berupa duri ataupun yg lebih tinggi daripada duri kecuali Allah akan mengangkat derajat orang tsb dan jg menghapus kesalahannya sebab duri tsb”

وعن أبي هريرة- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ما يزال البلاء بالمؤمن، والمؤمنة في نفسه، وولده، وماله، حتى يلقى الله وما عليه خطيئة) رواه الترمذي وغيره، وقال: حسن صحيح.

dari abu hurairoh rodhiyallohu ‘anhu berkata, Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” selama cobaan itu menimpa seorang yg mukmin baik laki2 maupun perempuan pada dirinya, anaknya, dan jg hartanya sampai dia bertemu dengan Allah maka ketika itu dia sdh tdk punya kesalahan lagi ” 
diriwayatkan oleh imam tirmidzi dan jg lainnya , imam tirmidzi berkata ” hadis ini hasan shohih”

وعنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من وعك ليلة فصبر ورضي بها عن الله عز وجل خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه). رواه ابن أبي الدنيا في كتاب المرضى والكفارات.

وعن ابن عباس- رضي الله عنهما- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من أصيب بمصيبة بماله أو في نفسه فكتمها، ولم يشكها إلى الناس كان حقا على الله أن يغفر له) رواه الطبراني ولا بأس بإسناده.

dan juga dari abu hurairoh dari nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,” barang siapa yg terkena demam semalam dan dia bersabar dan ridho kpd Allah tentang demam tsb maka dia keluar dari dosanya seperti hari ketika ibunya melahirkan dia “
diriwayatkan oleh ibnu abid dunya dlm kitab almardho wal kaffaaroot.

dan dari ibnu abbas rodhiyallohu anhuma berkata, rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” barang siapa yg terkena suatu musibah baik itu harta ataupun dirinya sendiri kemudian dia menyembunyikannya dan tdk mengadukannya kpd manusia maka menjadi nyata bagi Allah utk mengampuni dia”
diriwayatkan oleh imam thobroni dan sanadnya tdk apa2.

وعن عائشة- رضي الله عنها- قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إذا كثرت ذنوب العبد ولم يكن له ما يكفرها ابتلاه الله بالحزن ليكفرها عنه) رواه أحمد، ورواته ثقات إلا ليث بن أبي سليم.
وعنها قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (ما ضرب على عبد عرق قط إلا حط الله عنه به خطيئة، وكتب له حسنة، ورفع له درجة). رواه الحاكم وغيره وقال: صحيح الإسناد.

dari ‘aisyah rodhiyallohu ‘anha berkata, rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, ” ketika seorang hamba itu banyak dosanya dan tdk ada perkara yg meleburnya maka Allah akan memberinya cobaan berupa kesedihan utk melebur dosa tsb “
diriwayatkan oleh imam ahmad , perowinya semua tsiqqoh kecuali lais bin abi salim

dari ‘aisyah jg beliau berkata, aku mendengar rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” tidaklah seorang hamba yg menjadi sakit sebab penyakit encok kecuali Allah akan menghapusnya satu kesalahan dan menuliskannya satu kebaikan mengangkat satu derajat baginya.”
diriwayatkan oleh imam hakim dan yg lainnya , imam hakim berkata ” sanadnya shohih”

وعن أبي هريرة- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (ما من عبد يمرض مرضا إلا يأمر الله الله تعالى حافظه أن ما عمل من سيئة فلا يكتبها، وما عمل من حسنة أن يكتبها عشر حسنا، وأن يكتب له من العمل الصالح كما كان يعمل وهو صحيح). رواه أبو يعلى وابن أبي الدنيا

dari abu hurairoh rodhiyallohu ‘anhu berkata, rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” tdklah suatu hamba itu terkena suatu penyakit kecuali Allah akan memerintahkan malaikat yg menjaganya yaitu, apa2 yg dikerjakan dari kejelekan2 maka jangan ditulis, apa2 yg dikerjakan dari kebaikan agar ditulis sepuluh kali dan juga ditulis baginya amal sholih seperti yg dilakukannya ketika sehat”
diriwayatkan oleh abu ya’la dan ibnu abid dunya.

وعنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (قال الله تعالى: إذا ابتليت عبدي المؤمن فلم يشكني إلى عواده أطلقته من أسارى، ثم أبدلته لحما خيرا من لحمه، ودما خيرا من دمه، ثم يستأنف العمل). رواه الحاكم، وقال: صحيح على شرطهما.

وعن ابن عمر- رضي الله عنهما- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (من صدع راسه في سبيل الله فاحتسب غفر له ما كان قبل ذلك من ذنب). رواه الطبراني والبزار بإسناد حسن.

dan dari abu hurairoh berkata, rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman dlm hadis qudsi ” ketika aku memberikan cobaan kpd seorang yg beriman kemudian dia tdk mengadukanku kpd orang2 yg menjenguknya maka aku akan membebaskannya dari boyonganku, kemudian aku akan menggantikan dagingnya dgn daging yg lebih baik dari dagingnya, menggantikan darah yg lebih baik dari darahnya kemudian memulai beramal dari awal lg”
diriwayatkan oleh imam hakim beliau berkata, ” shohih berdasarkan sarat imam bukhori dan muslim”

dari ibnu umar rodhiyallohu ‘anhu, sesungguhnya rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” barang siapa yg kepalanya sakit dijalan Allah kemudian menerima, maka Allah mengampuni dosa2 sebelum dia sakit kepala td”
diriwayatkan oleh imam tobroni dan imam bazzar dgn sanad yg hasan.

وعن أنس- رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (عودوا المرضى، ومروهم فليدعوا لكم، فإن دعوة المريض مستجابة وذنبه مغفور). رواه الطبراني في الأوسط.
وروى ابن أبي الدنيا: ( لا ترد دعوة المريض حتى يبرأ).

وعن سعد بن مالك- رضي الله عنه- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: في قوله تعالى: (لا إِلَهَ إِلاّ أَنتَ سُبحانَكَ إِنّي كُنتُ مِنَ الظالِمين) أيما مسلم دعا به في مرضه أربعين مرة فمات في مرضه ذلك أعطى أجر شهيد، وإن برأ برأ وقد غفر له جميع ذنوبه). رواه الحاكم.

dari shohabat anas rodhiyallohu anhu berkata, rasululloh shollallohu ‘alaihi wsallam bersabda, ” kunjungilah orang2 yg sakit, dan perintahkanlah mereka agar berdoa untuk kalian karena sesungguhnya doanya orang yg sakit itu mustajab dan dosanya diampuni.”
diriwayatkan oleh imam tobroni dlm kitab al ausat.
ibnu abid dunya meriwayatkan ” doanya orang yg sakit itu tdk ditolaak hingga dia sembuh”

dari sa’id bin malik rodhiyallohu ‘anhu sesungguhnya rasululloh bersabda ttg firman Allah laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin , setiap orang muslim yg berdoa dgn doa tsb 40 kali ketika sakit kemudian dia meninggal sebab sakit tsb maka dia akan diberi pahalanya orang yg mati sahid, dan jika sembuh maka dia sembuh dalam keadaan diampuni semua dosa2nya”
diriwayatkan oleh imam hakim.

بشارة المحبوب 
بتكفير الذنوب 
القابوني